BERITA INDEX BERITA
Duh, harga bawang merah lokal terjun bebas

Jawa Tengah - Harga bawang merah lokal jenis karet di tingkat petani Kabupaten Temanggung kembali anjlok di kisaran Rp 9.500 per kilogram dari sebelumnya sempat menyentuh angka Rp 13.000 per kilogram. Artinya terjadi penurunan harga sebesar Rp 3.500 per kilogram.
Kondisi ini menyebabkan para petani di lereng Gunung Sindoro menderita kerugian hingga jutaan rupiah. Hal ini mengingat besarnya biaya tanam serta pembelian bibit yang telah mereka keluarkan sebelumnya.
“Kami beli bibitnya saja sudah Rp 22.000 sampai Rp 23.000. Jadi kalau harganya jatuh begini petani tidak mendapat keuntungan sama sekali, bahkan rugi,” ujar salah seorang petani di Dusun Sorogaten Desa Balesari Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung, Walyono Senen (62), Rabu (24/5).
Padahal, menurutnya, bawang merah lokal Sindoro yang ditanam di ketinggian 1.300 mdpl ini memiliki kualitas yang sangat baik. Ia sendiri menanam bawang merah di lahan seluas 0,5 hektare dengan hasil panen rata-rata mencapai 1,5 ton.
Selama musim panen ini Walyono telah menjual hasil panen sebanyak 2,5 kuintal. Seiring anjloknya harga ia memilih untuk menunda penjualan barang sehingga sampai saat ini masih mempunyai stok sekitar 3,5 sampai 4 kuintal.
“Bayangkan saja, biaya tanam yang harus saya keluarkan termasuk membeli pupuk untuk lahan seluas 0,5 hektare kurang lebih sudah Rp 7 juta. Itu belum termasuk biaya untuk membeli bibit sebanyak 4 kuintal,” imbuhnya.
Faturohman (32), petani lainnya membeberkan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan harga bawang merah anjlok di pasaran, yakni buruknya cuaca dan masuknya bawang merah impor. Sehingga pasokan barang yang terlalu banyak memicu komoditas bawang merah lokal kurang mampu bersaing.
Ia menyebut, saat memasuki cuaca baik, dalam sekali panen pada bulan Maret 2017 kemarin dengan lahan seluas 0,5 hektare dapat menghasilkan hingga 2 ton bawang merah. Namun musim ini hanya diperoleh 1,5 ton saja.
“Apalagi kemarin banyak turun hujan sehingga menyebabkan kualitas bawang merah menurun karena terlalu lembab,” pungkasnya.
jateng.merdeka.com
















