BERITA INDEX BERITA

H-1 Ramadan, Sebegini Harga Daging Sapi, Bawang Merah dan Bawang Putih

Humaniora | DiLihat : 1156 | Jumat, 26 Mei 2017 10:40
H-1 Ramadan, Sebegini Harga Daging Sapi, Bawang Merah dan Bawang Putih

JAKARTA - Sehari jelang Ramadhan, harga ayam pedaging dan d di pasar traging sapi adisional melonjak. Bila sebelumnya, ayam pedaging dijual Rp 35 ribu per ekor, kini Rp 55 ribu per ekor.

Sedangkan d biasanya Rp 90 ribu, kini naik menjadi Rp 110aging sapi ribu. Dari kelompok ikan, harga relatif stabil, misalnya ikan mujair Rp 30 ribu per kilo.

Meski harga ayam pedaging dan daging sapi melonjak, konsumen tetap memburunya.

"Biasanya ini harganya Rp 35 ribu, dari kemarin sudah naik Rp 20 ribu per ekornya. Biar mahal tapi masyarakat tetap membelinya karena butuh sih," kata Hajah Saripah, ped‎agang ayam pedaging di Pasar Pondok Labu Jumat (26/5).

Pernyataan senada diungkapkan Asep, pedagang daging sapi lokal di Pasar Pondok Labu. Kenaikan harga daging sapi sudah terjadi sejak sepekan jelang Ramadhan.

"Ya sudah biasa tiap tahun begitu. Mau puasa atau lebaran pasti daging sapi naik. Toh biar mahal, orang-orang tetap cari," kilahnya.

Sementara itu, harga bawang merah dan putih juga naik. Padahal sudah ada ketetapan pemerintah, harga bawang putih tidak boleh lebih dari Rp 38 ribu.

Kedua komoditi tersebut harganya terus melambung. Bahkan bawang merah yang sebelumnya masih di kisaran Rp 35 ribu per kilo, ikutan naik.

Masih di Pasar Pondok Labu, bawang merah dan putih, masing-masing dijual R‎p 70 ribu per kilo. Sebelumnya bawang putih dijual Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu.

Sedangkan bawang merah Rp 40-45 ribu per kilo. Naiknya harga sejumlah bahan kebutuhan pokok ini membuat masyarakat menjerit. Karena pendapatan tidak bertambah, tapi beban pengeluaran justru membengkak.

"Ini kok naik-naik terus. Listrik naik, sembako naik‎, pemerintah malah diam saja," ketus Yeni, salah satu konsumen yang kaget saat tahu harga bawang merah juga naik.

Para pedagang di pasar beralasan, terpaksa menaikkan harga bawang karena pasokannya kurang. Untuk mendapatkan bawang, mereka harus order beberapa hari sebelumnya, itu pun dijatah‎.

"Bagaimana kami gak naikin harga, barangnya kurang. Kalau dijual normal, terus kami bagaimana. Harga pengambilan saja sudah tinggi," ujar Mas Yatin, pedagang bawang.(esy/jpnn)

jpnn.com


Scroll to top