BERITA INDEX BERITA

Di Palembang Cabai Merah Rp 28.000/Kg, Daging Sapi Rp 130.000/Kg

Humaniora | DiLihat : 1168 | Rabu, 12 April 2017 14:00
Di Palembang Cabai Merah Rp 28.000/Kg, Daging Sapi Rp 130.000/Kg

Palembang - Pastikan harga bahan pokok stabil jelang Ramadan, Kementerian Perdagangan RI tinjau pasar di Palembang. Dalam tinjauan di Pasar 26 Ilir, berbagai bahan pokok turut dipantau harga kestabilannya sejak satu bulan terakhir.

Dikatakan Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan, Srie Agustina, sampai saat ini harga bahan pokok masih berada dalam batas stabil tanpa adanya kenaikan yang signifikan. Hal ini berdasarkan hasil pantauan di beberapa pedagang pasar Rakyat Soak Bato 26 Ilir.

"Sampai saat ini harga masih stabil dan belum terjadi pelonjakan harga. Kalau pun ada kenaikan itu masih dalam batas wajar harga di pasaran, " ujar Srie Agustina saat meninjau harga pasar, Rabu (12/04/2017).


Menurut Srie, untuk harga daging sapi segar Rp 130.000, ayam Rp 28.000, cabai merah Rp 28.000 dan bawang merah seharga Rp 34.000 per kilogram merupakan harga standar. Meskipun telah terjadi sedikit kenaikan harga bahan pokok beberapa bulan terakhir. Ia memprediksi harga tersebut akan tetap stabil jelang Ramadan.

Saat tiba di pasar Soak Bato, Srie yang didampingi Kepala Bulog Sumatera Selatan Bactiar dan Kepala Dinas Perdagangana Agus Yudiantoro langsung membeli daging sapi segar dari salah seorang pedagang yang sudah berjualan sejak 43 tahun lalu.

"Pedagang sapi itu sudah 43 tahun jualan, jadi sudah pengalaman mengenai naik turunya harga daging sapi," imbuhnya.


Selain itu, Srie meminta pihak Bulog dan Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) terus memantau menjelang Ramadan agar tidak ada lonjakan harga yang dapat merugikan masyarakat. Adapun faktor yang menjadi penyebab terjadinya kenaikan adalah faktor cuaca dan bahan pokok yang bergantung pada nilai impor.

"Penyebab harga bahan pokok naik itu hanya karena cuaca dan impor. Jadi kalau cuaca itu tidak bisa di hindari, tapi kalau impor seperti sapi, kita bisa maksimalkan penggunaan yang ada di dalam negeri dulu. Namun demikian itu tergantung dari kebutuhan masyarakat, " pungkas Srie.


Sumber: Detik.com


Scroll to top