BERITA INDEX BERITA
Curah hujan tinggi, hasil panen merica diperkirakan merosot

Merdeka.com, Jawa Tengah - Hasil panen raya merica di sentra merica Desa Cingebul Kecamatan Lumbir, Banyumas, tahun ini diprediksi merosot. Pasalnya, curah hujan hampir selama dua tahun terakhir menyebabkan tanaman tak bisa berbuah optimal.
Pengurus Paguyuban Petani Merica Wanasri, Mustofa mengatakan, panen tahun ini diprediksi menurun sekitar 30 persen dibanding tahun sebelumnya. Curah hujan yang tinggi menyebabkan tanaman merica mudah terserang penyakit. Salah satu ciri yang mencolok di antaranya daun dan batang yang berubah warna menjadi kekuningan.
"Sudah banyak tanaman yang daun dan batangnya berwarna kekuningan," kata dia, Jumat (7/4).
Menurut Mustofa, warna kekuningan pada daun dan batang itu merupakan ciri-ciri pembusukan di bagian akar tanaman. Biasanya, pembusukan disebabkan karena rendaman air yang terjadi secara terus menerus.
Beberapa tanaman milik petani lainnya juga terserang jamur dan virus. Akan tetapi mayoritas tanaman merica ini mengalami pembusukan akar.
Pada tanaman yang sakit, kata Mustofa, bunga merica tak begitu banyak. Sedangkan pada tanaman yang sehat, bulir merica tak terbentuk maksimal. “Jadi calon bulirnya tidak rapet. Kalau istilah orang sini nggak ndompyok,” ujarnya.
Mustofa menjelaskan di Desa Cingebul terdapat sekitar 340 hektar lahan pertanian kering. Sebagian besar ditanami merica. Tanaman merica itu banyak ditanam sebagai tanaman utama atau sebagai tanaman selingan.
Menurut dia, saat ini tanaman merica tengah berbunga dan pembentukan buah. Bulan Agustus hingga Oktober merupakan musim panen merica.
"Harga merica untuk panen tahun ini tak jauh berbeda dengan harga panenan tahun lalu. Panen tahun kemarin harga merica putih di tingkat petani adalah Rp 140 ribu per kilogram," kata dia.
Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Sumarsono mengatakan pihaknya mengimbau petani membuat saluran air agar di saat hujan air tak menggenang di ladang. Sebab, menurut dia genangan air bisa mematikan tanaman merica.
“Lebih baik dibuat saluran air agar air tak menggenang. Itu sangat berbahaya untuk tanaman merica,” ujarnya.
Selain itu, dia juga meminta agar petani memberi pupuk kandang yang sudah terfermentasi atau melapuk penuh. Dengan begitu, tak ada jamur yang dibawa oleh kotoran hewan. (suk-)
sumber : jateng.merdeka.com
















