BERITA INDEX BERITA

Kasihan kepada Petani, Mendag Sebut Harga Beras Organik Kemurahan

Humaniora | DiLihat : 1124 | Senin, 6 November 2017 10:06
Kasihan kepada Petani, Mendag Sebut Harga Beras Organik Kemurahan

Jakarta Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita memperbolehkan petani menaikkan harga beras organik. Sebab harga beras jenis tersebut saat ini masih tergolong murah. Pemerintah, kata dia, juga tidak memiliki kontrol terhadap harga beras organik. "Enggak ada urusan saya sama organik, kalau murah dinaikan," kata dia, seperti dikutip di Jakarta, S‎enin (6/11/2017).‎

Dia mengakui jika beberapa beras organik saat ini harganya masih murah. Kondisi ini membuatnya jatuh kasihan terhadap petani. Sebab itu dia pun rela jika harga beras organik naik, agar keuntungan petani bertambah.

"Bahkan saya bilang beras khusus kemurahan ini, organiknya dinaikin kasihan petaninya," ujar dia. Selain itu, menurut dia, beras organik biasanya menjadi konsumsi ‎kalangan elit. Kenaikan harga tidak akan berpengaruh ke inflasi atau menyusahkan masyarakat kecil.

"Itu hanya terbatas elit saja, beras khusus organik divacum, enggak berpengaruhlah, kita dorong mereka kan kasian petani-petani itu,"dia menandaskan.

Mendag Heran Beras Jadi Penyumbang Inflasi

Mendag Enggartiasto Lukita sebelumnya mengaku heran dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait komoditas beras yang menjadi salah satu penyumbang terbesar inflasi Oktober 2017.

Enggartiasto mengatakan, beberapa harga komoditas termasuk beras tidak mengalami gejolak kenaikan pada Oktober 2017. Namun dari laporan BPS, beras menjadi salah satu penyumbang inflasi sebesar 0,04 persen. Dia pun heran karena seharusnya beras mengalami deflasi.

"Semua turun dan terkendali. Jadi luar biasa menurut saya, 0,04 persen ini pun kami berdebat, kok bisa 0,04 bukanya deflasi 0,04 persen. Karena harga semuanya di bawah harga tertimbang mereka ini," kata Enggartiasto, di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Sabtu. (4/11/2017).

Enggartiasto mengaku telah melakukan pantauan langsung ke beberapa wilayah di Indonesia‎ Timur. Fakta yang didapat pasokan beras cukup untuk memenuhi kebutuhan dan harga beras berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Kemarin saya ke NTT, ke Kupang, Labuan Bajo, Manado, Tomohon, Bitung, semua harga di bawah HET. Jadi yang di ujung (Indonesia Timur) sana saja bagus," ujarnya. Enggartiasto pun enggan mempersoalkan data BPS terkait beras sebagai penyumbang inflasi. Meski kondisi harga tidak mengalami kenaikan, bahkan mengalami penurunan.

"Ya sudah jangan berdebat, kami menerima. BPS lebih ahli dari pada kita saya kan urusan dagang saja," tutup dia.

liputan6.com


Scroll to top