BERITA INDEX BERITA

Jurus Kementan Jadikan RI Produsen Kopi Nomor 1 di Dunia

Humaniora | DiLihat : 1133 | Senin, 25 September 2017 11:06
Jurus Kementan Jadikan RI Produsen Kopi Nomor 1 di Dunia

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah gencar mengembangkan kopi dan rempah-rempah. Berbagai program pengembangan perbibitan kopi, peningkatan produktivitas, manajemen usaha tani, pengolahan dan pemasaran digalakan untuk meraih target menjadi nomor satu di dunia.

Saat ini, Posisi kopi Indonesia berada peringkat empat dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan, berdasarkan data FAO, luas areal kopi Brazil hampir 2 juta hektare (ha) dengan produktivtas 1,4 ton per ha. Sementara luas areal kopi di Vietnam 589 ribu ha dengan produktivitas 2,3 ton per ha dan Kolombia luas 795 ribu ha dengan produktivitas 0,9 ton per ha.

Sedangkan kopi Indonesia seluas 1,23 juta ha diantaranya 1,19 juta ha milik perkebunan rakyat dengan produktivitas 0,6 ton per ha.

Mutu kopi Indonesia juga belum stabil, sehingga ekspor saat ini didominasi yaitu sekitar 99 persen masih dalam bentuk kopi biji atau berasan (Coffee excluding roasted and decaffeinated). Sedangkan negara lainya sudah mengekspor kopi olahan.

"Indonesia sangat berpotensi menjadi produsen kopi terbesar dunia. Optimis harus diraih, mengingat Indonesia negara tropis dengan wilayah pegunungan yang membentang dari ujung pulau Sumatera hingga ke Papua, potensial untuk kopi," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (24/9/2017).

Amran mengungkapkan kopi khusus (specialty coffee) Indonesia sebenarnya sudah dikenal di Eropa dan Amerika dan menjadi tren dunia saat ini. Specialty coffee tersebut antara lain kopi gayo, kopi mandailing, kopi lampung, kopi bajawa, kopi toraja, kopi lembah baliem.

"Saat ini ada 14 jenis kopi indonesia yang sudah mendapat sertifikat Geographical Indications (GI) sehingga memiliki keunikan yang bisa menjadi nilai tambah perdagangan," ungkapnya.

Dengan demikian, Amran berharap pada tahun depan kopi Indonesia menjadi nomor dua di dunia, dengan cara meningkatkan mutu dan produktivitas menjadi 1 ton per ha. Tahun berikutnya ditingkatkan lagi sehingga menjadi nomor satu dunia. ‎

"Langkah awal yang telah dilakukan, para ahli kopi ditugaskan ke Vietnam untuk mempelajari teknik meningkatkan produktivitas kopi. Selanjutnya pada APBN-P 2017 dan APBN 2018 digenjot dengan peningkatan produkvitias, pengembangan 8.700 ha kawasan kopi, perbenihan 3 sampai 4 juta batang per tahun, pasca panen dan pemasarannya," jelas dia.

liputan6.com


Scroll to top