BERITA INDEX BERITA

Rempah-Rempah Jadi Komoditas Prioritas Kementan

Humaniora | DiLihat : 1118 | Senin, 7 Agustus 2017 14:39
Rempah-Rempah Jadi Komoditas Prioritas Kementan

BADUNG -- Kementerian Pertanian mendorong peningkatan produksi rempah-rempah nasional. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah mengalokasikan Rp 5,5 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membeli bibit rempah atau hortikultura komoditas strategis.

"Pemerintah sekarang fokus mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia di mata dunia," kata Amran dijumpai Republika di Kampus Universitas Udayana Bukit Jimbaran, Badung, Jumat (4/8).
 
Indonesia mencatat sejarah sebagai penghasil rempah-rempah terbaik di dunia. Ini juga yang memicu banyak negara Eropa zaman penjajahan menduduki Indonesia. Amran mengatakan rempah yang menjadi komoditas strategis tersebut adalah kopi, pala, cengkeh, kacang mete, kelapa, dan kopi. Pemerintah fokus menanam di daerah yang agroklimatologinya cocok.
 
Provinsi Bengkulu dan Aceh menjadi sentra pengembangan kopi. Maluku menjadi sentra penanaman cengkeh dan kacang mete, sementara kelapa di Sulawesi Utara, dan pala di Sulawesi Tenggara.
 
Empat langkah kebijakan yang diambil Kementerian Pertanian untuk menggenjot produksi rempah nasional adalah pemberian bibit unggul secara gratis dan penyebarannya dikawal. Kedua, replanting atau penanaman kembali rempah-rempah di daerah yang sebelumnya sudah terpetakan sebagai areal tanam rempah-rempah.
 
Ketiga, pendampingan dari kampus, termasuk dosen, dan mahasiswa yang kompeten. Keempat, memperbaiki manajemen air untuk pengairan areal tanam rempah-rempah.
 
Bali juga menghasilkan kopi lokal, di wilayah Kintamani, serta kopi jenis Arabica dan Robusta. Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Bali mencatat total areal tanam kopi jenis Arabica di Bali terus meluas, mencapai 12.384 hektare (ha) dengan total produksi 4.045 ton. Angka ini lebih tinggi dibandingkan 8.205 ha dengan total produksi 3.136 ton pada 2008.
 
republika.co.id

Scroll to top