BERITA INDEX BERITA

Soal Jagung, Pemerintah Akan Perpendek Rantai Distribusi

Humaniora | DiLihat : 987 | Kamis, 13 Juli 2017 10:50
Soal Jagung, Pemerintah Akan Perpendek Rantai Distribusi

 JAKARTA - Pemerintah berupaya memperpendek rantai distribusi jagung dari produsen ke industri pakan dengan fokus pada peningkatan infrastruktur pascapanen.

Solusi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga jagung lokal sesuai Permendag Nomor 27 Tahun 2017 yakni Rp3.150 per kg di petani.

Hal ini disampaikan untuk menanggapi pertemuan tertutup jajaran Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Satgas Pangan, dan industri pakan dalam acara penandatangan surat pernyataan pemasukan gandum sebagai bahan pakan oleh pabrik pakan, Selasa (12/7) siang.

Pertemuan tersebut sekaligus membangun komitmen industri pakan untuk menyerap jagung lokal. Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) secara berkala akan melaporkan serapan jagung lokal oleh industri pakan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah menyampaikan, infrastruktur pascapanen menjadi fokus pemerintah untuk menjamin ketersediaan jagung bagi industri pakan. Khususnya, bagi peternak layer yang 50% dari bahan baku pakan adalah jagung.

Dia mengakui, penyediaan infrastruktur pascapanen masih minim dan belum tersebar merata di sentra produksi. Menurutnya, hal ini tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah, tetapi juga industri pakan.

"Ini harus dilakukan bersama-sama oleh pemerintah dan industri pakan, khususnya daerah sentra produksi," tuturnya, Rabu (12/7).

Terkait pemasukan gandum, Nasrullah mengatakan Kementerian Pertanian belum menerima permohonan rekomendasi pemasukan gandum sebagai bahan pakan dari industri pakan. Dengan demikian, dia memastikan pemerintah belum akan membahas kuota impor gandum sampai saat ini.

Sebaliknya, evaluasi serapan jagung lokal oleh industri pakan akan menjadi fokus di semester II 2017. "Kami terus memcarakan solusi yang perlu dilakukan mulai tingkat produsen sampai dengan industri pakan," imbuhnya.

Minimnya infrastruktur pascapanen juga dikeluhkan peternak layer. Presiden Peternak Layer Nasional Musbar mengatakan kondisi ini menjadi peluang bagi petani pengepul untuk mendongkrak harga.

GPMT mencatat, harga jagung di tingkat pabrik rata-rata Rp4.300 - Rp4.600 per kg. Angka ini di atas harga acuan Permendag yakni Rp3.150 per kg di tingkat petani dan Rp4.000 per kg di konsumen.

bisnis.com


Scroll to top