BERITA INDEX BERITA

Desa Harus Fokus Empat Program Prioritas Ini

Humaniora | DiLihat : 1007 | Selasa, 23 Mei 2017 12:47
Desa Harus Fokus Empat Program Prioritas Ini

Metrotvnews.com, Gianyar: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, mengingatkan agar seluruh desa di Bali tetap fokus kepada program prioritas yang telah ditetapkan pemerintah. Keempat program itu antara lain menentukan produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades), mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), membangun embung air desa, dan membangun sarana olahraga desa.

"Saya selalu mengingatkan agar dana desa yang telah digelontorkan bisa difokuskan kepada empat program prioritas yang kita berikan," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Selasa 23 Mei 2017.Agar desa semakin mengembangkan potensinya, ia meminta segera dibuat klasterisasi, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun pariwisata. Dengan demikian, para pemangku kepentingan akan lebih mudah menentukan pengembangan apa yang dapat dilakukan di desa itu.

"Konsentrasi dan fokus pada produk unggulannya. Nanti kita akan kumpulkan kementerian terkait, dunia usaha, juga perbankan untuk membantu mengembangkan produk unggulan desa," katanya.

Desa Ubud sebagai model

Sementara itu, Menteri Eko menilai Desa Ubud di Bali dapat menjadi salah satu model pengembangan desa wisata di Indonesia. Pembangunan embung pun dinilai potensial untuk semakin meningkatkan pengembangan pariwisata di lokasi ini.

"Untuk Ubud ini, karena pertanian masih sedikit, embung bisa untuk pariwisata atau perikanan yang dapat meningkatkan gizi masyarakat. Ini juga sejalan dengan program prioritas percepatan pembangunan desa," kata saat menghadiri The 4th Ubud Royal Weekend di Museum Puri Lukisan, Ubud, Bali, Sabtu 20 Mei 2017.

Selain itu, ia berharap ada pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di kawasan ini. Termasuk meminta PT Mitra BUMDes di kabupaten untuk turut membentuk mitra sehingga ada pendampingan di setiap desa. Ke depan, standar yang diterapkan di BUMDes pun diharapkan mengikuti perusahaan besar.

"Dengan begitu, bisa terjadi link and match antara perusahaan besar, UKM, dan pengusaha kecil di desa-desa. Karena yang selama ini menjadi problem UKM dan pengusaha kecil adalah mereka tak memiliki manajemen sumber daya manusia yang baik, distribusi, dan pemasaran," katanya.

Melalui link and match, ujar dia, nantinya UKM atau pengusaha kecil dapat menjadi pemasok bagi perusahaan-perusahaan besar. Para pelaku usaha pun tak lagi kesulitan menemukan pasar bagi produk-produk unggulannya.

metrotvnews.com


Scroll to top