BERITA INDEX BERITA

PETANI KARET GALAU (LAGI)

Humaniora | DiLihat : 1101 | Jumat, 5 Mei 2017 14:10
PETANI KARET GALAU (LAGI)

RMOL. Sempat mengalami kenaikan beberapa bulan, harga jual getah karet kini anjlok lagi. Parahnya penurunan ini menjelang puasa dan Hari Raya Idul Fitri yang membuat kebutuhan warga desa cukup tinggi.

Bagi masyarakat Sumsel, penurunan harga karet ini jelas menimbulkan keresahan dalam berbagai hal mulai menurunnya daya beli, penurunan ekonomi makro dan mikro hingga meningkatnya angka kriminalitas dan kemiskinan.

Harga karet sempat mengalami perbaikan di bulan Maret. Harga karet yang mencapai Rp 10 ribu perkilo saja sudah membuat ekonomi menggeliat. Di pedesaan, pasar-pasar kalangan dipenuhi warga. Bahkan harga karet sempat tembus di angka Rp 13 ribu per kilo.

Di angka ini, geliat ekonomi Sumsel terasa sekali karena diiringi meningkatnya daya beli petani.

Namun kegembiraan petani Sumsel itu ternyata tak lebih dari 2 bulan. Kini harga jualnya kembali anjlok.  

Meski penurunannya belum merata namun membikin resah petani. Seperti halnya petani di Batumarta I. Di wilayah itu, harga karet mingguan saat ini dihargai Rp 4.600 perkilogram, setelah sebelumnya berada di kisaran harga Rp5.800 perkilogram.

Sedangkan harga karet dua minggu saat ini dihargai Rp6.000 perkilogram, setelah pekan lalu dijual dengan harga Rp6.700 perkilogram.

Seorang petani karet di Desa Batumarta I Kabupaten OKU, Sobri, mengaku sangat kecewa dengan harga karet yang terus turun ini.

"Apa yang bisa didapat petani dengan harga karet yang terus turun ini," katanya.

Sementara di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) harga karet 2 minggu terakhir anjlok hingga Rp. 6000/Kg meski pada minggu kemarin terjadi peningkatan sebesar Rp. 6600/Kg. Namun trennya cenderung menurun.

Kegalauan petani bahkan masyarakat Sumsel cukup wajar. Harga karet murah membuat pedagang di pasar kembali merasakan sepi.

Di Kota Palembang misalnya, ratusan petani dari berbagai daerah berkunjung ke Pasar 16 Ilir untuk membeli berbagai keperluan. Mereka datang dengan menggunakan perahu, travel dan lainnya untuk selanjutnya dijual kembali atau dipakai sendiri di desa.

Sekarang, jumlahnya mulai berkurang seiring menurunnya harga karet. Sementara angka kriminalitas seperti penodongan, perampokan, penjambretan dan begal diperkirakan meningkat. Kebutuhan yang besar untuk menyambut hari raya diperkiraikan menjadi penyebabnya.

Upaya pemerintah dalam meningkatkan harga jual karet petani sendiri sepertinya tidak terlihat. Pemerintah masih menyerahkannya ke mekanisme pasar.

Wakil Bupati Muba terpilih, Beni Hernedi dalam kampanye beberapa waktu lalu akan berupaya meningkatkan harga karet.

"Fokus saya sekarang karet dan sawit. Aku konsen disitu sekarang," ujar Beni beberapa waktu lalu.

Dia berharap adanya intervensi dari pemerintah untuk menaikan harga karet dapat memperbaiki pendapatan masyarakat Muba khususnya.

"Karena kupikir dak ado lain yang diomongke masyarakat ini bagaimana mereka itu bisa memiliki daya beli, kalau daya beli mau naik dari hasil kerjanya yaitu harus ditingkatkan harga karet dan sawitnya," kata dia.

Demikian juga dikatakan Permana saat menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, meski nilai ekspor Sumsel sangat besar bagi 10 komoditi unggulan di luar Minyak dan Gas (Migas) namun tetap waspada. Ketatnya persaingan pasar di pasar Internasional, menjadikan Sumsel harus berupaya keras.

"Saat ini, harga jual karet di luar negeri sangat rendah. Bahkan, karet yang berasal dari luar negeri mutunya sangat berkualitas dan lebih murah. Hal ini yang dapat menjadi ancaman bagi petani dalam negeri," ungkapnya.

Pemprov Sumsel selalu berupaya agar dapat memberikan proteksi kepada petani. Dengan melakukan berbagai penyuluhan kepada masyarakat maupun eksportir karet mengenai upaya-upaya peningkatan terhadap produksi karet yang dihasilkan. Sehingga, akan mampu bersaing dengan karet dari luar negeri.

Upaya yang dilakukan pemerintah ini patut diakui belum berhasil. Bantuan penyuluhan rasanya tidak berpengaruh besar terhadap kenaikan harga karet. Perlu upaya lain yang tepat agar harga karet meningkat sehingga petani tidak galau lagi. [rhd] 

rmolsumsel.com


Scroll to top