BERITA INDEX BERITA
Anthony Salim, Pemilik Seabrek Perusahaan Raksasa Indonesia, Salah Satunya Memproduksi Indomie

ANTHONY Salim atau Liem Hong Sien adalah salah satu pebisnis Indonesia sukses. Ia
adalah tokoh di balik suksesnya popularitas mi instan merek Indomie. Anthony
merupakan pemilik dua perusahaan makanan terkenal di Indonesia, PT Indofood
Sukses Makmur dan PT Bogasari Flour Mills.
Produk-produk
perusahaannya yang lain juga menjadi kebutuhan pokok dalam banyak rumah tangga
dan perusahaan, bahkan telah diekspor ke banyak negara.
Anthony
Salim memang hanya meneruskan perusahaan ayahnya, tapi kemampuannya untuk mengembangkan
dan memperluas rangkaian produk akhirnya membawanya masuk daftar Forbes
mengenai orang terkaya Indonesia
Salim Group
pada masa pendirinya, Sudono Salim, ayah Anthony pernah mengalami masa
keemasan. Itu berlangsung lama sebelum terjadi krisis moneter pada tahun 1998.
Bahkan majalah Forbes pernah menobatkan pendiri Salim Group tersebut sebagai
salah satu orang terkaya di Indonesia. Namun saat terjadi krisis moneter, Salim
Group berutang hingga mencapai Rp55 Triliun.
Anthony
Salim yang memegang kekuasaan Salim Group akhirnya harus melunasi utangnya
dengan cara menjual beberapa perusahaan yang dimilikinya yaitu PT Indocement
Tunggal Perkasa, PT BCA, dan PT Indomobil Sukses Internasional. Hebatnya ia
mampu bangkit dalam keterpurukan ekonomi tersebut dan mempertahankan kerajaan
bisnis sang ayah.
Anthony
Salim telah terbiasa hidup di lingkungan pengusaha sejak kecil. Ia lahir pada
25 Oktober 1949. Ketika ayahnya meninggal, Anthony lalu meneruskan tampuk
kepemimpinan Salim Group. Anthony meneruskan usaha ayahnya ketika Salim Group
diambang kehancuran.
Institusi
perbankan, BCA saat itu yang paling parah. Maka Anthony langsung melakukan
berbagai upaya untuk menyelamatkan lembaga tersebut. Untuk membebaskan BCA dari
kebangkrutan ia pun melepas beberapa perusahaan milik ayahnya.
Sukses di
bidang perbankan tak cukup bagi Group Salim. Hal itu memicu Salim Group untuk
mendirikan perusahaan yang akhirnya menjadi produsen berbagai jenis makanan dan
minuman. Perusahaan bernama PT Panganjaya Intikusuma itu berdiri pada 14
Agustus 1990. Selanjutnya, perusahaan tersebut berganti nama menjadi Indofood
Sukses Makmur dan telah melakukan ekspor bahan makanan ke wilayah Asia,
Australia, hingga Eropa.
Anthony
tidak berhenti mengembangkan usahanya. Setelah membawa kedua perusahaannya,
Indofood Sukses Makmur dan PT Bogasari menjadi perusahaan produsen makanan
terbesar di dunia, ia pun mulai melirik peluang lain. Di tahun 2005, PT
Indofood melakukan joint venture dengan perusahaan Nestle yang sama-sama
bergerak di bidang makanan.
Kedua
perusahaan ini masing-masing memiliki saham 50 persen pada perusahaan gabungan
yang diberi nama PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia. Tujuan penggabungan
usaha ini adalah untuk memperbesar kekuatan dalam memenangkan pangsa pasar
makanan di Indonesia.
Joint
Venture ini bergerak di bidang manufaktur, pemasaran, maupun distribusi produk
konsumen, yakni produk makanan untuk pasar lokal maupun untuk ekspor. Melalui
kerjasama ini, PT Indofood memberikan lisensi penggunaan merk produknya seperti
Indofood, Piring Lombok dan lain-lain kepada perusahaan gabungan ini. Sedangkan
PT.Nestle memberikan lisensi untuk produknya dengan merek Maggi.
Di bawah
pimpinan Anthony Salim, Indofood berhasil mendapatkan profit bersih tertinggi
selama sejarah Indofood. Pada tahun 2009 profit bersih yang didapat oleh
Indofood adalah sekitar Rp2 triliun. Bisnis agrobisnis dan non-agrobisnis Salim
Group ini telah terbukti sangat tangguh dalam mengatasi berbagai tantangan
seperti harga komoditas yang terus melonjak.
Anthony
tetap terus melakukan ekspansi usaha dengan membeli saham China Minzhong Food
Corporation Limited (CMFC) melalui perusahaannya PT Indofood Sukses Makmur.
CMFC bergerak di bidang pengolahan sayur. Aktivitas bisnisnya dimulai dari budi
daya, pengolahan sampai penjualan.
Produknya
adalah sayuran segar maupun sayuran olahan. Produk-produk tersebut tak hanya
dipasarkan untuk domestik tapi juga untuk diekspor. Saham PT Indofood pada CMFC
sebesar 33,49 persen atau sebanyak 219,5 juta lembar saham dan terdaftar di
bursa saham Singapura.
Pada 2015,
majalah Forbes menempatkan Anthoni sebagai orang terkaya ke-3 di Indonesia.
Nilai kekayaannya ditaksir mencapai USD 5,4 miliar atau sekitar Rp70,2 triliun.
Di bawah payung Grup Salim, dia memiliki perusahaan di bidang makanan dan bahan
pangan, telekomunikasi, ritel, properti dan perbankan.
Menjadi sukses seperti sekarang bukanlah hal yang mudah bagi Anthony. Semangat, kegigihan dan kecerdasannya dalam mengelola usaha menjadikan bisnisnya tetap bertahan. Kini Anthony punya karyawan lebih dari 50 ribu orang. Dia punya kiat jitu untuk mempertahankan karyawan. Menurutnya komunikasi yang baik menjadikan perusahaannya memiliki kinerja yang baik dan optimal.
Bangun
Pabrik di Serbia
Salah satu
perusahaan yang dinilai paling penting bagi Group Salim adalah PT Indofood
Sukses Makmur yang memproduksi mie instan. Produk mi instan besutan Indofood
bermerek Indomie dinilai paling laku di Indonesia, hingga ke Asia dan luar
Asia. Itu sebabnya, Anthony memberanikan diri untuk membangun pabrik mi
tersebut di luar negeri agar proses distribusinya mudah.
Salah satu
lokasi yang dijadikan lokasi pembangunan pabrik adalah Serbia. Anak usaha dari
Grup Salim, Indoadriatic Industry mengakuisisi lahan seluas 500 are di kawasan
industri Indjija, Serbia. Penandatanganan akusisi lahan ini telah dilakukan
pada 29 November 2013.
Keputusan
Anthony itu didukung oleh Duta besar Indonesia untuk Serbia, Samuel Samson.
Pihaknya puas dengan kesempatan dalam kerja sama antara kedua negara. Apalagi
perseroan bergerak di usaha pangan yang berkaitan dengan pasta dan mie sehingga
perlu peningkatan kapasitas.
Indoadriatic
industry memperluas dan meningkatkan wilayah operasional di Serbia. Perusahaan
di bawah grup Salim dan Wazaran ini membangun pabrik dan memproduksi mie di
bawah lisensi Indofood.
Investasi
pembangunan pabik senilai 11 juta euro. Pembangunan pabrik dimulai pada musim
semi 2014, dan selesai pada awal 2015. Perseroan itu mempekerjakan 140-200
orang.
Produksi mi
Indofood dipasarkan di semua negara bekas Yugoslavia termasuk Serbia. Pemasaran
ini melalui Indo Srbija Food Company yang didirikan oleh grup Salim dan Wazaran
dari Indonesia. Indo Srbija Food merupakan importir dan distributor untuk
Serbia, Macedonia, Bulgaria dan Rumania.
Sebelumnya
grup Salim melalui Salim Wazaran Kenya Co Ltd membangun pabrik Indomie di
kawasan pelabuhan Mombasa, Kenya di Afrika Timur. Grup Salim memiliki komposisi
51 persen dan sisanya dimiliki Wazaran. Pembangunan pabrik di Kenya itu
merupakan perluasan pasar Indomie grup Salim di Afrika. Investasinya sekitar USD
7,3 juta.
















