BERITA INDEX BERITA
Harga Emas KIan Berkilau, Berbanding Terbalik dengan Dolar yang Merosot ke Level Terendah

CHICAGO -
Harga emas menguat lebih lanjut pada akhir perdagangan Kamis (Jumat 14/7/2023
pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk sesi ketiga berturut-turut, karena
dolar merosot ke level terendah sejak April 2022 di tengah pendinginan inflasi
AS yang mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve mendekati akhir pengetatan
moneternya.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York
Exchange terdongkrak 2,10 dolar AS atau 0,11 persen menjadi ditutup pada
1.963,80 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.968,50
dolar AS dan terendah di 1.956,60 dolar AS.
Emas berjangka melonjak 24,60 dolar AS atau 1,27 persen menjadi 1.961,70 dolar
AS pada Rabu (12/7/2023), setelah menguat 6,10 dolar AS atau 0,32 persen
menjadi 1.937,10 dolar AS pada Selasa (11/7/2023), dan tergelincir 1,50 dolar
AS atau 0,08 persen menjadi 1.931,00 dolar AS pada Senin (10/7/2023).
Dolar melemah karena pendinginan inflasi AS mendorong ekspektasi bahwa Federal
Reserve akan menaikkan suku bunga sekali lagi tahun ini, mengikis keunggulan
imbal hasil greenback atas rekan-rekannya.
Terhadap sekeranjang enam mata uang, indeks dolar turun 0,8 persen menjadi
99,738, setelah turun sebelumnya ke 99,767, palung baru 15 bulan. Indeks dolar
menuju penurunan mingguan terbesarnya pada tahun 2023.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (13/7/2023) bahwa indeks harga
produsen (IHP) AS naik tipis 0,1 persen bulan ke bulan pada Juni, di bawah
perkiraan pasar untuk kenaikan 0,2 persen. IHP AS, pengukur inflasi utama yang
melacak perubahan rata-rata harga yang dibayarkan bisnis kepada pemasok, telah
menurun selama 12 bulan berturut-turut.
Perlambatan inflasi grosir AS, bersama dengan penurunan indeks harga konsumen
(IHK) yang dilaporkan pada Rabu (12/7/2023), menunjukkan perlambatan inflasi
AS, meningkatkan ekspektasi pasar bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve
mungkin akan segera berakhir dan menjatuhkan dolar AS.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (13/7/2023) bahwa permohonan untuk
klaim pengangguran turun 12.000 menjadi 237.000 untuk pekan yang berakhir 8
Juli, lebih rendah dari 249.000 pada minggu sebelumnya.
Dalam sebuah wawancara dengan CNBC Kamis (13/7/2023), Presiden Federal Reserve
San Francisco Mary Daly menegaskan kembali bahwa kenaikan suku bunga akan
sangat penting untuk menurunkan inflasi yang tinggi di Amerika Serikat.
Daly ingin mulai menuju suku bunga netral karena Amerika Serikat mendekati
sasaran inflasi Fed sebesar 2,0 persen.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September terangkat 63,90 sen atau
2,63 persen, menjadi ditutup pada 24,949 dolar AS per ounce. Platinum untuk
pengiriman Oktober bertambah 26,80 dolar AS atau 2,80 persen, menjadi menetap
pada 983,40 dolar AS per ounce.
















