BERITA INDEX BERITA
Revitalisasi Pasar Tradisional Dongkrak Transformasi Digital UMKM

SURABAYA -
Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mendukung transformasi
digital pedagang di pasar tradisional Surabaya untuk berjualan secara online
dalam upaya terpenuhinya target 30 juta UMKM onboarding secara
digital.
Sampai
Maret 2023, UMKM onboarding digital baru mencapai 22 juta. Untuk itu KemenKopUKM
aktif mendorong berbagai upaya agar UMKM terhubung secara digital.
"Pemerintah ingin pasar tradisional tak hanya bertahan di era teknologi,
tetapi juga melakukan transformasi. Bagaimana solusinya agar digitalisasi
diadaptasi pedagang untuk bisa berjualan online," katanya saat berdialog
dengan puluhan pedagang pasar tradisional sekaligus Kopdar Raodshow Klinik UMKM
di Pasar Sememi, Surabaya, Jawa Timur.
Pemerintah, kata Teten, tak ingin pasar tradisional dan warung tradisional bertahan
saja di tengah pasar ritel modern yang identik dengan pasar yang bersih dan
nyaman serta terus bermunculan, tetapi juga mampu bersaing sekaligus
bertransformasi dari stigma pasar tradisional yang kumuh dan becek menjadi
lebih modern dan profesional.
"Pemerintah
Daerah kami harap juga berkomitmen untuk merevitalisasi pasar, di mana terdapat
sebanyak 18.000 pasar di seluruh Indonesia yang bisa bertransformasi lebih baik
lagi dan bersaing dengan pasar ritel modern. Para pedagang pasar disiapkan untuk
bagaimana berjualan secara online," katanya.
Menurut
Menteri Teten, pandemi COVID-19 membuat perilaku konsumen juga berubah. Hal ini
menjadi peluang yang sangat baik bagi para pedagang pasar untuk berjualan
secara online.
Selanjutnya,
KemenKopUKM juga akan membantu membenahi manajemen koperasi pasar, supaya
pedagang mendapat suplai yang baik dari koperasi seperti yang telah dilakukan
di toko ritel modern.
Melalui
koperasi pasar, pedagang pasar bisa membeli stok kebutuhan dagang dengan
belanja secara kolektif ke koperasi, sehingga bisa mendapat harga barang yang
lebih kompetitif. Dalam hal ini koperasi pasar hadir sebagai semacam
distribution center.
"Koperasi
ada untuk memperbaiki supply chain kebutuhan para pedagang. Sementara promosi
dan jasa kirimnya bisa dilakukan melalui aplikasi online. Sehingga tercipta
satu ekosistem yang baik dalam arus ekonomi di pasar. Ini yang kami terus
upayakan," ucap Menteri Teten.
Dukungan
kerja sama dan kolaborasi berbagai stakeholder juga sangat diperlukan, mulai
dari instansi pemerintah baik pusat dan daerah, organisasi non pemerintah,
akademisi, pelaku usaha, masyarakat, hingga media dalam mewujudkan percepatan
pembangunan ekosistem ekonomi digital di Indonesia.
Pada
kesempatan yang sama, Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Gunardi
menegaskan, sejak pandemi pihaknya terus berinovasi. Misalnya saja saat driver
tak bisa menarik penumpang, kini dikembangkan solusi agar mereka tetap bisa
mengangkut barang-barang groceries, sekaligus menggaet pasar untuk bisa
berjualan secara online.
"Kami
terus berupaya juga mengedukasi pedagang untuk bisa jualan online, selain itu
memberikan kemudahan pembayaran lewat payment gateway. Termasuk menyediakan
pinjaman bagi pelaku pasar, mitra UMKM lainnya," kata Neneng.
Diungkapkannya, Grab Indonesia telah melakukan digitalisasi pasar kepada ribuan pedagang di 26 kota di seluruh Indonesia.
Skema Baru
Tak hanya
aktif mendorong pedagang pasar untuk go online, MenKopUKM juga mengajak
Pemerintah Daerah untuk mendukung revitalisasi pasar termasuk soal kemudahan
pembiayaan, guna menambah permodalan dalam mengembangkan usaha pedagang pasar.
"Kami
akan bahas bersama stakeholder terkait tentang dua skema pembiayaan, ada
perbankan, koperasi dan Pemda. Kami berharap, model seperti ini yang akan
dipiloting agar kendala pembiayaan bisa teratasi," kata Teten.
Sebelumnya
dalam kesempatan dialog, Ika salah satu pedagang pasar sembako di Pasar Sememi
mengatakan, di era teknologi saat ini pedagang pasar tak bisa hanya
mengandalkan jualan secara konvensional tetapi juga harus secara online.
"Pengalaman saya berjualan online sangat menguntungkan dan memudahkan
penjual maupun pembeli," katanya.
Senada,
Robi pemilik usaha Fresh Fruit H Maimunah di Pasar Pucang, Surabaya ini
mengaku, setelah bergabung dalam platform dan berjualan online sejak tahun
2022, ia mengaku mampu meraih omzet tertinggi mencapai Rp4 juta per hari dengan
orderan sebanyak 50 order.
"Kalau
sedang sepi minimal Rp700 ribu per hari. Tapi kalau sekarang rata-rata omzet
yang saya dapat sebesar Rp2,9 juta per hari. Harus ada inovasi setiap hari
supaya toko ramai. Yang terpenting pedagang juga harus ada inovasi dan
memanfaatkan promo online," katanya.
Hingga
Desember 2022, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar 77 miliar dolar
Amerika Serikat (AS) atau setara Rp1.163,9 triliun dan diperkirakan akan naik
menjadi 360 miliar dolar AS (Rp5.442,05 triliun) pada 2025 atau naik 467
persen.
Potensi besar
tersebut harus bisa dimanfaatkan oleh 127 ribu koperasi dan 64,19 juta pelaku
UMKM Indonesia. Untuk itu kendala terkait rendahnya literasi digital, kapasitas
produksi yang terbatas, kualitas produk yang tidak konsisten, serta penetrasi
pasar yang rendah sebagai tantangan utama yang dihadapi harus bisa diatasi
bersama.
















