BERITA INDEX BERITA

Mendag Stres Harga Cabai Anjlok Hingga Rp 6.000/Kg

Pangan & Energi | DiLihat : 1025 | Selasa, 4 Juli 2017 11:44
Mendag Stres Harga Cabai Anjlok Hingga Rp 6.000/Kg

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku tengah dipusingkan dengan terus anjloknya harga cabai rawit pasca Lebaran. Anjloknya harga cabai tersebut tentu akan berdampak kepada petani dan pedagang.

Menurut Enggar, saat ini harga cabai rawit di beberapa daerag sudah menyentuh Rp 6.000/kg. Padahal sebelumnya harga cabai di sejumlah pasar mencapai Rp 22.000/kg.

"Cabai rawit turunnya gelosor, di beberapa daerah Rp 6.000 di pasar. Saya stres. Secara rata-rata turun, tapi ada beberapa yang turunnya begitu curam," kata Enggar saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/7).

Menurut Enggar, para pedagang sayur banyak yang rela menjual harga cabai di harga Rp 6.000 dibandingkan cabai rawit membusuk. Tak ada pilihan lain, para pedagang akhirnya menjual rugi.

"Sehingga mereka ya sudah jual rugi, daripada busuk," ujarnya.

Namun, Enggar memastikan anjloknya harga cabai di sejumlah pasar tidak akan berlangsung lama. Dia juga menegaskan turunnya harga cabai rawit bukan disebabkan adanya impor.

"Diharapkan ini hanya terjadi beberapa hari saja. Enggak ada (impor cabai rawit yang masuk)," katanya.

Sebelumnya dalam data info pangan Jakarta, harga cabai rawit merah untuk data bulan Juli 2017 terendah tercatat di Pasar Induk Keramat Jati dengan harga Rp 22.000/kg. Sedangkan untuk harga tertinggi dibanderol Rp 75.000/kg di pasar Johar Baru.

Sementara untuk harga cabai rawit hijau, berdasarkan data info pangan Jakarta, harga terendah dibanderol Rp 15.000/kg dan untuk harga tertinggi di harga Rp 50.000/kg di pasar Pluit.

kumparan.com 


Scroll to top