BERITA INDEX BERITA
Dewan Pakar GSN: Urusan Air, Pemda Jakarta Butuh Sinergi Dengan Pemerintah Pusat

JAKARTA - Task Force Kedaulatan Air Dewan Pakar Gerakan
Solidaritas Nasional GSN Muhammad Sirod menanggapi pernyataan calon Gubernur
DKI Dharma Pongrekun yang menganggap banjir sebagai rejeki dari Tuhan bukan
musibah dan PDAM (PAM JAYA) mampu mengatasi kelangkaan air di sebagian warga
Jakarta sehingga tanpa repot dan mahal lagi membeli air galonan.
Sirod mengatakan bahwa secara umum opini calon gubernur
tersebut benar adanya, karena secara teknologi memang PDAM-PDAM di Indonesia
mampu mengonversi air baku yang kualitasnya tak layak konsumsi menjadi layak
konsumsi. Problem Jakarta, lebih disebabkan akses air perpipaan yang belum
mencapai keseluruhan karena semrawutnya jaringan di bawah tanah.
"Mungkin masih ingat mengapa Pak Jokowi masuk ke
gorong-gorong saat beliau menjadi gubernur DKI dulu? di situlah sebenarnya
titik permasalahannya. Kita harus punya sistem ducting, sehingga pipa-pipa air,
kabel PLN, kabel Telkom dan fiber optik diatur dan ditata di bawah tanah,"
ujar Sirod, yang juga pendiri Indonesian Water Association.
Menurut Sirod, masalah air perpipaan di Jakarta itu sudah
lama diketahui, tetapi fokus pemerintah daerah (Pemda) nampaknya belum berhasil
menyelesaikannya. Palyja dan Aetra yang dulu mengelola air bersih di Jakarta, sebelum
berakhir di 1 Februari 2023, juga tidak berhasil melakukan pemenuhan akses air
minum sampai ke titik-titik yang biasanya membeli air galonan tersebut.
Sirod mengutip penelitian Lemhannas pada 2021 yang menyatakan,
berdasarkan laporan Sekretariat sebanyak 97,5% air waduk di DKI Jakarta
tercemar, 88% air sungai tercemar, 68% air tanah tercemar, dan seluruh air laut
teluk DKI Jakarta tercemar atau sebanyak 100%. Lalu, Badan Pusat Statistik (BPS)
pada 2019 melaporkan persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap
layanan sanitasi layak dan berkelanjutan DKI Jakarta pada 2019 sudah mencapai
89,93%" (Febriawati, 2021).
Sirod berharap tidak ada lagi politisasi air karena sekarang
ini PAM JAYA sudah berdiri sendiri dengan menyerap semua karyawan ex Palyja dan
Aetra ke dalam BUMD tersebut. "Problem utilitas air ini rumit, salah satu
di antaranya rawan politisasi,” ujar Sirod.
“Kita berharap pemerintah DKI ke depan adalah pemerintah
yang mampu bersinergi dengan pemerintah pusat dengan baik. Karena sungai-sungai
yang melintasi Jakarta itu dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai Kementerian
PU, sehingga sinergi antara Pemda DKI dan Pemerintah Pusat (Presiden) itu
sangat penting," tutup Sirod. (hdr)











