BERITA INDEX BERITA

Ketum Pandutani: Kunjungan Presiden Prabowo ke China Tunjukkan Peran Besar Indonesia di Mata Dunia

Nadi Negeri | DiLihat : 828 | Sabtu, 09 November 2024 | 09:30
Ketum Pandutani: Kunjungan Presiden Prabowo ke China Tunjukkan Peran Besar Indonesia di Mata Dunia

JAKARTA - Kunjungan perdana Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah negara terutama ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT)/China sebagai langkah strategis di awal pemerintahannya. Bukan hanya sekadar meningkatkan hubungan diplomatik, namun juga ingin menunjukkan bahwa Indonesia diperhitungkan dan punya posisi tawar yang besar dan daya saing tinggi dengan kemandirian dan potensi besar yang dimiliki.

Ketua Umum Pandutani Indonesia (Patani) Sarjan Tahir menilai dengan posisi strategis dan nilai tawar yang dimiliki, Pemerintah Indonesia akan lebih mudah menjalin kerja sama ekonomi, politik dan sosial antar kedua negara dalam memacu percepatan pembangunan di negeri ini.

"Apalagi dengan akan bergabungnya Indonesia di BRICS menunjukkan kepada seluruh negara di dunia, bahwa Indonesia mempunyai jaringan luas, yang bisa menyatukan ekonomi negara berkembang terbesar di dunia. Di sini Indonesia akan menaikkan peran internasional yang semakin besar," kata Sarjan.

Sarjan mengemukakan, pihaknya sangat antusiasme dengan langkah strategis yang dilakukan Presiden Prabowo. Pandutani sendiri, ujar dia, tengah dalam proses menyusun langkah-langkah bersama tim dan mitranya untuk memanfaatkan momentum dan peluang ini. "Terutama dalam rangka mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan wilayah guna mengawal terwujudnya swasebada pangan dan energi," ujar Sarjan.

Sarjan mengungkapkan, salah satu langkah Pandutani dalam mendukung program yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi dan sosial menuju masyarakat sejahtera, belum lama ini Pandutani Indonesia (PATANI) dan JNE melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk menjalin kerja sama dalam penyediaan layanan logistik. Acara penandatanganan dilaksanakan di Kantor Pusat JNE, Jl Tomang Raya, No 11 Jakarta Barat.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan pengiriman melalui sistem logistik JNE, sehingga dapat memberikan dukungan yang lebih baik bagi para pelaku usaha dan jaringan PATANI. Dengan memanfaatkan jaringan dan infrastruktur yang dimiliki JNE, proses distribusi akan menjadi lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya anggota dari Pandutani yang berada di seluruh Indonesia.

“Salah satunya konektivitas Platform Digital “Pataniku.com” dengan Sistem Layanan Pengiriman Digital JNE, yang akan digunakan oleh seluruh Kanwil Patani Se Indonesia,” kata Sarjan.

Masih menurut Sarjan, di usianya yang ke-16 tahun Pandutani dalam perjalanannya telah banyak memberikan konstribusi positif bagi pembangunan ekonomi kerakyatan yang terus dikembangkan salah satunya melalui Program Aksi Kampung PATANI di beberapa daerah melalui Kanwil-Kanwil Pandutani di seluruh Indonesia yang bekerja sama dengan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai kunjungan kerja luar negeri perdananya pada Jumat, 8 November 2024, dengan mengunjungi sejumlah negara untuk melakukan pertemuan bilateral dan multilateral. Presiden mengatakan bahwa pertemuan tersebut akan membahas sejumlah masalah penting mulai dari ekonomi hingga geopolitik global.

"Saya kira peranan Indonesia, sikap Indonesia sangat ditunggu oleh banyak pihak. Saya kira ini kehormatan bagi kita dan kita akan memelihara hubungan yang baik dengan semua pihak," ucap Presiden dalam keterangannya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (8/11/2024).

Presiden Prabowo beserta sejumlah rombongan terbatas bertolak menuju negara pertama yang dikunjungi yaitu Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sekitar pukul 10.30 WIB. Di RRT, Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping. "Kemudian dari Beijing saya akan terbang langsung ke Washington D.C memenuhi undangan dari Presiden Amerika Serikat," lanjutnya.

Dari Amerika Serikat, Presiden Prabowo direncanakan menuju Lima, Peru untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC). Setelahnya, Presiden Prabowo beserta rombongan terbatas akan melanjutkan perjalanan menuju Brasil dengan agenda utama menghadiri rangkaian kegiatan KTT G20 yang diselenggarakan di Rio de Janeiro.

"Dari Brasil saya akan terbang langsung memenuhi undangan dari Perdana Menteri Kerajaan Inggris dan sesudah itu kemungkinan saya akan mampir di beberapa negara Timur Tengah dan berjalan kembali ke Republik Indonesia," kata Presiden.

Rangkaian kunjungan ini diharapkan menjadi langkah yang signifikan dalam menjadikan Indonesia sebagai mitra strategis di kancah internasional. Tampak melepas keberangkatan Presiden yaitu Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

 

Tentang Pandutani Indonesia

Pandu Tani Indonesia (Patani) adalah organisasi profesional berskala nasional yang bersifat partisipatif dan terbuka, yang senantiasa menyinergikan segenap kemampuan, kemauan, dan kelebihan setiap individu dan lembaga, baik pemerintah maupun non-pemerintah dalam mengembangkan kemitraan dan kesetiakawanan sosial bagi kepentingan kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Pandutani berfokus pada pembangunan bangsa dengan program populernya Kampung Patani, yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja, memacu pertumbuhan ekonomi dan sosial menuju masyarakat sejahtera dan bermartabat. Saat ini Patani telah memiliki 15 Kanwil dengan 1.200 anggota ditambah anggota komunitasnya yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Sebagian besar anggota komunitas Patani berasal dari petani, nelayan dan para pelaku UMKM.

Selain fokus pada program pemberdayaan petani, nelayan dan pelaku UMKM, Patani bersama komunitasnya juga kerap menggulirkan program penghijauan, dengan menanami banyak tanaman produktif di sejumlah lahan kritis di Tanah Air.

Pada 2015 silam, atas undangan Patani, Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah memberikan kuliah umum tentang ekonomi hijau kepada mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Berangkat dari kegiatan tersebut, Patani gencar mengembangkan program Kampung Patani di daerah-daerah, dengan Pusat Pengendali Nasional (PPN) Kampung Patani di Desa Cimande, Bogor, Jawa Barat.

 

Tentang Kampung Patani

Program Kampung Patani yang digagas Ketua Umum Pandutani Indonesia (Patani) Sarjan Tahir, adalah sebuah ide brilian untuk mengeksplorasi dan mengetahui langsung apa-apa yang dibutuhkan oleh masyarakat paling bawah. Kelompok masyarakat ini, seperti petani, nelayan, dan pelaku UMKM tentunya butuh perhatian.

Adapun Pusat Pengendali Nasional (PPN) Kampung Patani terletak di Desa Cimande, Jawa Barat, berfungsi untuk menghimpun data dan informasi sebagai bahan evaluasi atas kinerja Kampung Patani di seluruh Indonesia. “Konsep Kampung Patani ini menjadi luar biasa dan riil karena dilakukan bersama-sama. Membangun semangat, berkolaborasi, sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujar Ketua Umum Patani, Sarjan Tahir.

Secara spesifik, Kampung Patani adalah konsep membangun suatu kawasan berbasis pertanian dalam arti luas (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan) secara terpadu, ramah lingkungan (berkelanjutan/sustainable) dan memberi nilai tambah, yang mampu menyejahterahkan petani, nelayan, dan pelaku UMKM di kawasan tersebut.

Adapun model atau bentuk Kampung Patani disesuaikan dengan kondisi agroekosistem dan kearifan lokal kawasan setempat serta memerhatikan karakteristik, kondisi sosial budaya, dan ekonomi masyarakat setempat.

Ada beragam kriteria Kampung Patani, yakni Kampung Patani berbasis Kehutanan Sosial, Kampung Patani berbasis Perkebunan, Kampung Patani berbasis Tanaman Pangan, Kampung Patani berbasis Tanaman Hortikultura, Kampung Patani berbasis Peternakan, Kampung Patani berbasis Perikanan/Kelautan, dan Kampung Patani berbasis Koperasi dan UMKM.

“Suatu kawasan pedesaaan, pesisir, bahkan perkotaan dapat diusulkan menjadi Kampung Patani, dan tentunya ada sejumlah kriteria, salah satunya jika suatu kawasan itu memiliki kelompok petani/peternak/nelayan dan/atau koperasi, dan UMKM yang melakukan usaha budidaya/usaha tani tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, peternakan, perikanan dan kelautan, perhutanan sosial serta usaha pengolahan dan pemasarannya,” papar Sarjan.

Banyak manfaat yang diperoleh pelaku usaha dalam kawasan Kampung Patani, di antaranya bisa meningkatkan produktivitas, dan tersedianya saprodi, pemasaran serta pembiayaan usaha yang difasilitasi oleh Patani melalui Koperasi Indokopat. Petani, nelayan, koperasi dan UMKM dalam kawasan Kampung Patani juga diberi pelatihan sesuai kebutuhan serta terciptanya kawasan usaha agribisnis yang berkelanjutan (ramah lingkungan).

Pada aspek ekonomi, Kampung Patani ini nantinya menjadi sumber kesejahteraan dan mampu mengatasi kesenjangan ekonomi. Juga sebagai sumber pangan masyarakat sekaligus sumber pendapatan negara. Adapun aspek sosialnya, tumbuhnya masyarakat yang mandiri dan berkarakter, berkembangnya budaya hidup yang peduli lingkungan (green economy). Sementara di aspek politik, penggalangan komunitas petani, nelayan, UMKM lebih mudah terjangkau oleh giat Kampung Patani.

 

 

 

 


Scroll to top