BERITA INDEX BERITA
Ketum Pandutani: Kunjungan Presiden Prabowo ke China Tunjukkan Peran Besar Indonesia di Mata Dunia

JAKARTA - Kunjungan perdana Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah
negara terutama ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT)/China sebagai langkah
strategis di awal pemerintahannya. Bukan hanya sekadar meningkatkan hubungan
diplomatik, namun juga ingin menunjukkan bahwa Indonesia diperhitungkan dan
punya posisi tawar yang besar dan daya saing tinggi dengan kemandirian dan
potensi besar yang dimiliki.
Ketua Umum Pandutani Indonesia (Patani) Sarjan Tahir menilai
dengan posisi strategis dan nilai tawar yang dimiliki, Pemerintah
Indonesia akan lebih mudah menjalin kerja sama ekonomi, politik dan sosial
antar kedua negara dalam memacu percepatan pembangunan di negeri ini.
"Apalagi dengan akan bergabungnya Indonesia di BRICS
menunjukkan kepada seluruh negara di dunia, bahwa Indonesia mempunyai jaringan
luas, yang bisa menyatukan ekonomi negara berkembang terbesar di dunia. Di sini
Indonesia akan menaikkan peran internasional yang semakin besar," kata
Sarjan.
Sarjan mengemukakan, pihaknya sangat antusiasme dengan
langkah strategis yang dilakukan Presiden Prabowo. Pandutani sendiri, ujar dia,
tengah dalam proses menyusun langkah-langkah bersama tim dan mitranya untuk
memanfaatkan momentum dan peluang ini. "Terutama dalam rangka mendukung
percepatan pembangunan infrastruktur dan wilayah guna mengawal terwujudnya
swasebada pangan dan energi," ujar Sarjan.
Sarjan mengungkapkan, salah satu langkah Pandutani dalam mendukung
program yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi dan sosial menuju masyarakat
sejahtera, belum lama ini Pandutani Indonesia (PATANI) dan JNE melakukan
penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk menjalin kerja sama dalam
penyediaan layanan logistik. Acara penandatanganan dilaksanakan di Kantor Pusat
JNE, Jl Tomang Raya, No 11 Jakarta Barat.
Penandatanganan Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk
mengoptimalkan layanan pengiriman melalui sistem logistik JNE, sehingga dapat
memberikan dukungan yang lebih baik bagi para pelaku usaha dan jaringan PATANI.
Dengan memanfaatkan jaringan dan infrastruktur yang dimiliki JNE, proses
distribusi akan menjadi lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan
masyarakat, khususnya anggota dari Pandutani yang berada di seluruh Indonesia.
“Salah satunya konektivitas Platform Digital “Pataniku.com”
dengan Sistem Layanan Pengiriman Digital JNE, yang akan digunakan oleh seluruh
Kanwil Patani Se Indonesia,” kata Sarjan.
Masih menurut Sarjan, di usianya yang ke-16 tahun Pandutani dalam
perjalanannya telah banyak memberikan konstribusi positif bagi pembangunan
ekonomi kerakyatan yang terus dikembangkan salah satunya melalui Program Aksi
Kampung PATANI di beberapa daerah melalui Kanwil-Kanwil Pandutani di seluruh
Indonesia yang bekerja sama dengan berbagai pihak baik pemerintah maupun
swasta.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai
kunjungan kerja luar negeri perdananya pada Jumat, 8 November 2024, dengan
mengunjungi sejumlah negara untuk melakukan pertemuan bilateral dan
multilateral. Presiden mengatakan bahwa pertemuan tersebut akan membahas
sejumlah masalah penting mulai dari ekonomi hingga geopolitik global.
"Saya kira peranan Indonesia, sikap Indonesia sangat
ditunggu oleh banyak pihak. Saya kira ini kehormatan bagi kita dan kita akan
memelihara hubungan yang baik dengan semua pihak," ucap Presiden dalam
keterangannya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat
(8/11/2024).
Presiden Prabowo beserta sejumlah rombongan terbatas
bertolak menuju negara pertama yang dikunjungi yaitu Republik Rakyat Tiongkok
(RRT) sekitar pukul 10.30 WIB. Di RRT, Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan
pertemuan dengan Presiden Xi Jinping. "Kemudian dari Beijing saya akan
terbang langsung ke Washington D.C memenuhi undangan dari Presiden Amerika
Serikat," lanjutnya.
Dari Amerika Serikat, Presiden Prabowo direncanakan menuju
Lima, Peru untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi
Asia Pasifik (APEC). Setelahnya, Presiden Prabowo beserta rombongan terbatas
akan melanjutkan perjalanan menuju Brasil dengan agenda utama menghadiri
rangkaian kegiatan KTT G20 yang diselenggarakan di Rio de Janeiro.
"Dari Brasil saya akan terbang langsung memenuhi
undangan dari Perdana Menteri Kerajaan Inggris dan sesudah itu kemungkinan saya
akan mampir di beberapa negara Timur Tengah dan berjalan kembali ke Republik
Indonesia," kata Presiden.
Rangkaian kunjungan ini diharapkan menjadi langkah yang
signifikan dalam menjadikan Indonesia sebagai mitra strategis di kancah
internasional. Tampak melepas keberangkatan Presiden yaitu Wakil Presiden
Gibran Rakabuming, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi
Gunawan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris
Negara Prasetyo Hadi, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Panglima TNI
Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Tentang Pandutani Indonesia
Pandu Tani Indonesia (Patani) adalah organisasi profesional
berskala nasional yang bersifat partisipatif dan terbuka, yang senantiasa
menyinergikan segenap kemampuan, kemauan, dan kelebihan setiap individu dan
lembaga, baik pemerintah maupun non-pemerintah dalam mengembangkan kemitraan
dan kesetiakawanan sosial bagi kepentingan kemajuan bangsa dan negara
Indonesia.
Pandutani berfokus pada pembangunan bangsa dengan program
populernya Kampung Patani, yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja,
memacu pertumbuhan ekonomi dan sosial menuju masyarakat sejahtera dan
bermartabat. Saat ini Patani telah memiliki 15 Kanwil dengan 1.200 anggota
ditambah anggota komunitasnya yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Sebagian besar anggota komunitas Patani berasal dari petani, nelayan dan para
pelaku UMKM.
Selain fokus pada program pemberdayaan petani, nelayan dan
pelaku UMKM, Patani bersama komunitasnya juga kerap menggulirkan program
penghijauan, dengan menanami banyak tanaman produktif di sejumlah lahan kritis
di Tanah Air.
Pada 2015 silam, atas undangan Patani, Presiden ke 6 Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) pernah memberikan kuliah umum tentang ekonomi hijau
kepada mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Provinsi Sumatera Selatan
(Sumsel). Berangkat dari kegiatan tersebut, Patani gencar mengembangkan program
Kampung Patani di daerah-daerah, dengan Pusat Pengendali Nasional (PPN) Kampung
Patani di Desa Cimande, Bogor, Jawa Barat.
Tentang Kampung Patani
Program Kampung Patani yang digagas Ketua Umum Pandutani
Indonesia (Patani) Sarjan Tahir, adalah sebuah ide brilian untuk mengeksplorasi
dan mengetahui langsung apa-apa yang dibutuhkan oleh masyarakat paling bawah.
Kelompok masyarakat ini, seperti petani, nelayan, dan pelaku UMKM tentunya
butuh perhatian.
Adapun Pusat Pengendali Nasional (PPN) Kampung Patani
terletak di Desa Cimande, Jawa Barat, berfungsi untuk menghimpun data dan
informasi sebagai bahan evaluasi atas kinerja Kampung Patani di seluruh
Indonesia. “Konsep Kampung Patani ini menjadi luar biasa dan riil karena
dilakukan bersama-sama. Membangun semangat, berkolaborasi, sesuai dengan
kemampuan masing-masing,” ujar Ketua Umum Patani, Sarjan Tahir.
Secara spesifik, Kampung Patani adalah konsep membangun
suatu kawasan berbasis pertanian dalam arti luas (tanaman pangan, hortikultura,
perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan) secara terpadu, ramah
lingkungan (berkelanjutan/sustainable) dan memberi nilai tambah, yang mampu
menyejahterahkan petani, nelayan, dan pelaku UMKM di kawasan tersebut.
Adapun model atau bentuk Kampung Patani disesuaikan dengan
kondisi agroekosistem dan kearifan lokal kawasan setempat serta memerhatikan
karakteristik, kondisi sosial budaya, dan ekonomi masyarakat setempat.
Ada beragam kriteria Kampung Patani, yakni Kampung Patani
berbasis Kehutanan Sosial, Kampung Patani berbasis Perkebunan, Kampung Patani
berbasis Tanaman Pangan, Kampung Patani berbasis Tanaman Hortikultura, Kampung
Patani berbasis Peternakan, Kampung Patani berbasis Perikanan/Kelautan, dan
Kampung Patani berbasis Koperasi dan UMKM.
“Suatu kawasan pedesaaan, pesisir, bahkan perkotaan dapat
diusulkan menjadi Kampung Patani, dan tentunya ada sejumlah kriteria, salah
satunya jika suatu kawasan itu memiliki kelompok petani/peternak/nelayan
dan/atau koperasi, dan UMKM yang melakukan usaha budidaya/usaha tani tanaman
pangan, perkebunan, hortikultura, peternakan, perikanan dan kelautan,
perhutanan sosial serta usaha pengolahan dan pemasarannya,” papar Sarjan.
Banyak manfaat yang diperoleh pelaku usaha dalam kawasan
Kampung Patani, di antaranya bisa meningkatkan produktivitas, dan tersedianya
saprodi, pemasaran serta pembiayaan usaha yang difasilitasi oleh Patani melalui
Koperasi Indokopat. Petani, nelayan, koperasi dan UMKM dalam kawasan Kampung
Patani juga diberi pelatihan sesuai kebutuhan serta terciptanya kawasan usaha
agribisnis yang berkelanjutan (ramah lingkungan).
Pada aspek ekonomi, Kampung Patani ini nantinya menjadi
sumber kesejahteraan dan mampu mengatasi kesenjangan ekonomi. Juga sebagai
sumber pangan masyarakat sekaligus sumber pendapatan negara. Adapun aspek
sosialnya, tumbuhnya masyarakat yang mandiri dan berkarakter, berkembangnya
budaya hidup yang peduli lingkungan (green economy). Sementara di aspek
politik, penggalangan komunitas petani, nelayan, UMKM lebih mudah terjangkau
oleh giat Kampung Patani.













