BERITA INDEX BERITA
Linus Pauling, Satu-Satunya Penerima Nobel Tunggal Dua Kali

LINUS Pauling merupakan salah satu ahli kimia paling
berpengaruh dalam sejarah. Nama Linus pun tercatat dalam sejarah sebagai
satu-satunya orang yang pernah dianugerahi dua kali hadiah Nobel tunggal.
Pauling menerima hadiah Nobel untuk kategori yang berbeda, Nobel Kimia pada
tahun 1954 dan Nobel Perdamaian pada tahun 1962.
Linus terkenal sebagai ilmuwan jempolan. Ia menyandang
predikat asisten profesor, sebutan bagi profesor baru di Amerika Serikat pada
usia muda, 26 tahun. Linus Carl Pauling lahir pada 28 Februari 1901 di Oswego,
Oregon. Ayahnya Herman Henry William Pauling adalah seorang apoteker. Herman
meninggal karena luka borok bernanah yang hebat.
Sejak kecil Linus gemar membaca. Saat masih duduk di sekolah
dasar Linus punya teman bernama Llyod Jeffres. Llyod ini punya laboratorium
kimia di dalam kamarnya. Sosok temannya itu menginspirasi Linus untuk menjadi
ilmuwan di bidang teknik kimia.
Pulang sekolah, Linus diperkenankan mengikuti kelas American
History yang dapat membuatnya cepat lulus. Hal itu membuat Linus tidak qualify
dalam pendidikan diplomanya. Namun sekolahnya di Washington High School di
Portland memberikan gelar diploma 45 tahun kemudian. Gelar diploma itu
diberikan setelah Linus memenangkan dua Nobel.
Tahun 1917 Linus masuk ke Oregon State University. Ia sangat
aktif di kampusnya. Setelah tahun ke-2 jadwal perkuliahan Linus makin padat. Di
sisi lain ia harus membantu ibunya memenuhi kebutuhan hidup. Maka ia pun
memutuskan untuk bekerja membantu ibunya dan keluar dari kampus. Namun kampus
menawarinya untuk mengajar kelas quanitatif analisis. Sehingga Linus tak perlu
keluar dari kampus. Hal itu kemudian membantunya dapat lulus di unversitas.
Dua tahun terakhir sebelum kelulusannya, Linus lebih
tertarik pada bidang struktur elektronik atom. Serta ikatan antar molekul yang
dikerjakan oleh Gilbert N Lewis dan Irving Langmuir. Dia pun memutuskan untuk
fokus pada sifat kimia dan fisika. Suatu senyawa berdasarkan struktur atom
penyusunannya. Berkat ketekutannya itu Linus pun menjadi salah satu penemu
dalam sains baru, yaitu kimia kuantum.
Tahun 1922, Linus lulus menjadi sarjana teknik kimia di
Oregon State University. Ia pun melanjutkan kuliahnya di California Institute
of Technology di Pasadena, California. Penelitiannya berhubungan dengan
penggunaan difraksi sinar x untuk menentukan struktur Kristal.
Saat kuliah di institute itu, Linus juga menerbitkan tujuh
makalah tentang struktur Kristal dari beberapa mineral. Ia berhasil meraih
gelat Ph.D dalam bidang kimia, fisika dan matematika fisik. Tak
tanggung-tanggung ia lulus dengan hasil cum laude pada 1925.
Tahun 1930 Linus mulai mempublikasikan makalahnya tentang
ikatan kimia. Makalah itu menjadi awal penulisan buku teksnya yang terkenal dan
dipublikasikan tahun 1939. Ketertarikan itu membuat Linus semakin memperdalam
pengetahuannya dalam bidang kimia. Penelitiannya dalam bidang ikatan kimia dan
aplikasinya dalam struktur senyawa yang kompleks berhasil memenangkan Nobel
Kimia pada tahun 1954.
Penemuannya yang berkaitan dengan teori hibridasi bermula
dari ikatan kovalen yang berhubungan dengan perbedaan keelektronegatifan yang
kecila antara dua atom. Ikatan-ikatan diantara atom-atom tersebut adalah ikatan
kovalen. Linus mengenalkan dua konsep utama berdasarkan mekanikan kuantum yaitu
hibridasi orbital dan resonasi.
Temuan pentingnya yang lain di bidang kimia adalah struktur
protein alpha-helix. Linus menemukan struktur ini saat ia tengah terbaring
sakit karena terjangkit flu di Oxford, Inggris. Saat itu ia sedang menjadi
professor tamu di Balliol College. Saat itu ia diharuskan dokter istirahat di
tempat tidur karena flu. Linus pun membaca novel-novel detektif, tapi lama-lama
ia bisan. Maka ia mulai memikirkan struktur protein.
Linus lalu mengsketsa rangkaian polypeptide di atas sehelai
kertas. Ia kemudian melipatnya sepanjang garis-garis paralel dan kemudian
berhasil menkonseptualisasi dua struktur, alpha-helix dan beta sheet. Temuan
Linus yang ini tak dipublikasikan sampai tiga tahun. Barulah pada 1951 konsep
itu dipublikasikan setelah ia yakin bahwa model yang ditemukannya benar.
Selain sebagai ilmuwan, Linus juga sangat aktif bergerak di
bidang kemanusiaan. Setelah Perang Dunia II selesai, Linus bersama ilmuwan
ternama lainnya, Albert Einstein kerap menyerukan untuk menghentikan tes nuklir
di atas permukaan bumi.
Dari data-data sains dan statistik, Linus mengemukakan,
radiasi elektromagnetik hasil ledakan bom nuklir membahayakan kesehatan banyak
orang. Penyakit-penyakit seperti kanker dan kelainan genetic dapat disebabkan
oleh radiasi ini.
Linus berhasil mengumpulkan 9000 tanda tangan dari ilmuwan
berbagai negara untuk membuat petisi. Petisi itu lalu diserahkan ke PBB pada
tahun 1958. Usaha itu lantas membuahkan hasil dengan kesepakatan pengurangan
pengembangan senjata nuklir dikeluarkan. Berkat jasanya itu, institusi Nobel
pun menganugerahkan penghargaan Nobel Perdamaian kepadanya.
Linus tutup usia pada 1994. Ia meninggal di peternakan
miliknya yang berada di California akibat kanker prostat. Linus meninggalkan
lebi hdari 400 ribu jurnal, karya ilmiah, artikel, model penelitian dan
berbagai warisan ilmiah lain bagi dunia. Koleksi tulisan ilmiah Linus
dinyatakan sebagai salah satu arsip ilmiah terbesar di abad modern. (hendri
irawan)













