BERITA INDEX BERITA
Infrastruktur, Legacy Berharga yang Bakal Dijaga dan Dilanjutkan Prabowo Subianto

TONGKAT estafet kepemimpinan nasional telah
berpindah. Kapal besar Indonesia kini dinahkodai pemimpin baru, Presiden Prabowo
Subianto. Tentu, publik Tanah Air menaruh harapan sangat besar, Presiden Prabowo
bisa membawa negara ini melangkah ke arah masa depan yang lebih baik, makmur, adil,
dan sejahtera.
Patut diakui, (walau masih debatable) satu capaian paling
greget selama 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni pembangunan
infrastruktur. Masifnya pembangunan infratruktur merupakan investasi strategis
dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Penguatan
infrastruktur ini tentu menjadi pijakan kuat bagi Presiden terpilih Prabowo
Subianto menahkodai Indonesia.
Membangun infrastruktur sama dengan membangun masa depan
sebuah peradaban. Melalui percepatan pembangunan infrastruktur secara lebih
merata di seluruh Tanah Air, diharapkan tercipta konektivitas yang kuat
antarwilayah. Tentunya hal tersebut untuk menurunkan biaya logistik, memperkecil
ketimpangan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memupus kesenjangan
ekonomi antarwilayah di Indonesia.
Dalam banyak kesempatan, Presiden terpilih Prabowo Subianto
tak segan mengakui legacy infrastruktur yang ditinggalkan Presiden
Jokowi. Prabowo pun beberapa kali menegaskan secara terbuka, akan melanjutkan
pembangunan proyek-proyek infrastruktur yang sudah dirintis Presiden Jokowi.
Teranyar, Prabowo bahkan menyebut Jokowi sebagai Man of Vision, yang
memiliki gagasan besar.
Menurut Prabowo, visi Jokowi dalam membangun Indonesia yang
membuat dirinya bergabung. "Kenapa saya menyatu luar biasa dengan Pak
Jokowi? Karena visi beliau sama dengan visi saya," tegasnya yang dikutip
dari sebuah akun Instagram, Sabtu (28/9/2024). Prabowo menyebut Jokowi
memberikan perubahan dan pengaruh signifikan dalam ekonomi Indonesia.
Pembangunan infrastruktur di bawah kepemimpinan Presiden
Jokowi bukan sekadar menumpuk beton, tetapi merupakan investasi strategis dalam
memacu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pada 2024, Pemerintah
menetapkan anggaran infrastruktur nasional sebesar Rp423,4 triliun atau 12,73%
dari Rp3.325,1 triliun total anggaran belanja negara. Dari anggaran
infrastruktur nasional tersebut, Kementerian PUPR mendapatkan alokasi anggaran
sebesar Rp146,98 triliun atau 34,7%.
"Besarnya anggaran infrastruktur nasional tersebut
harus diikuti dengan kesiapan industri konstruksi. Saya menekankan, agar dapat
seirama dengan program akselerasi pembangunan infrastruktur, kelincahan dan
kemampuan untuk beradaptasi seluruh komponen industri konstruksi menjadi kunci
utama untuk mencapai keberhasilan," kata Direktur Jenderal Bina Konstruksi
Kementerian PUPR Abdul Muis dilansir laman PUPR.
Sejak 1978 hingga 2014 hanya ada sekitar 790 km jalan tol
saja yang dibangun dan beroperasi di Indonesia. Bila dihitung selisihnya, ada
tambahan hingga 2.103 km tol yang beroperasi selama 10 tahun ke belakang.
Artinya, sekitar 72,6% dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia
dibangun selama masa kepemimpinan Jokowi sejauh ini. Jumlah itu masih bisa jadi
bertambah, pasalnya masih ada beberapa tol yang sedang tahap penyelesaian dan
siap diresmikan.
Saat ini, jalan tol yang ada di Indonesia tersebar di hampir
semua pulau-pulau besar yang ada. Mulai dari Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan,
hingga Sulawesi. Hanya gugusan Kepulauan Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, dan
Pulau Papua saja yang belum memiliki jalan tol di Indonesia. Paling banyak tol
dibangun di Pulau Jawa dengan total panjang ruas hingga 1.782,47km yang sudah
dibangun dan dioperasikan. Kemudian, di Pulau Bali ada 10,07 km, dan di
Sumatera ada 941,75 km. Lalu, di Pulau Kalimantan sudah ada 97,27 km tol yang
dibangun dan dioperasikan. Terakhir, di Sulawesi panjang tolnya 61,46 km. BPJT
menyebutkan ada sekitar 52 badan usaha yang mengoperasikan 73 ruas tol yang ada
di Indonesia.
Tol diyakini menjadi salah satu infrastruktur penting
pendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Jalan tol dapat meningkatkan
konektivitas hingga memangkas waktu tempuh. Pemerintahan Jokowi juga membangun
dan mengembangkan tol laut yang menghubungkan 115 pelabuhan. Program ini mampu
menurunkan harga bahan pokok hingga 30 persen dengan dampak signifikan terjadi
di bagian timur Indonesia.
Secara garis besar infrastruktur yang dibangun Jokowi tidak
hanya membuat kecepatan atau memperpendek waktu tempuh, tapi juga telah
memberikan kehidupan bagi pertumbuhan UMKM. Adanya jalan tol membuat distribusi
bahan baku dan penjualan produk-produk UMKM kian mudah. Terbukti brand
kecantikan, barang, hingga lain-lain bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat
Indonesia.
Tak hanya itu, infrastruktur yang dibangun juga menghidupkan
sektor pariwisata lewat hidden gems. Saat ini banyak pariwisata yang
bermunculan. Ini tidak lepas dari Man of Vision Jokowi yang membuat
beberapa daerah memunculkan pariwisata baru. Kondisi ini tentunya menjadi dasar
urat nadi perekonomian nasional.
Berkembangnya infrastruktur juga membuat Indonesia bangga
bisa bersanding dengan negara maju, terutama dengan dibangunnya beragam
transportasi berbasis rel seperti LRT, MRT, hingga kereta cepat atau Whoosh.
Beragam sarana transportasi modern ini merupakan wujud dari mimpi besar bangsa
Indonesia yang lama merindukan transportasi semacam itu. Adanya transportasi
ini tentu mampu membuat waktu tempuh menjadi menyusut, mengurangi kemacetan dan
polusi hingga berdampak pada kemajuan ekonomi.
Pembangunan infrastruktur juga mendorong ekosistem baru yang
terbentuk lewat pembangunan internet hingga ke desa. Bila dahulu internet hanya
bisa dimanfaatkan di sebagian wilayah, kini orang bisa dengan mudah menggunakan
internet yang telah sampai ke desa-desa. Misalnya dalam beberapa tahun
terakhir, programming, animasi, video editing, hingga jualan online
banyak bermunculan dari desa.
Keberadaan internet tidak hanya membuat slogan Cintai
Produk Indonesia sekadar kata pemanis bibir, melainkan penerapannya juga
kini begitu nyata. Banyak anak muda yang bangga mencicipi produk Indonesia,
mulai dari makanan, minuman seperti kopi, sepatu, hingga pakaian. Tidak hanya
itu, banyak selebgram hingga seleb TikTok yang kini membuka ruang
endorse gratis untuk beberapa produk lokal.
Pacu Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Tak bisa dibantah, Indonesia telah mengalami perkembangan
signifikan dalam hal pembangunan infrastruktur selama 10 tahun kepemimpinan
Presiden Jokowi. Keterlibatan yang kuat dari pemerintah dalam memajukan sektor
ini telah menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Serangkaian mega proyek infrastruktur yang dihadirkan
menciptakan dampak positif pada berbagai aspek kehidupan masyarakat dan ekonomi
nasional. Sebagai contoh, salah satu kinerja pemerintah dalam hal pembangunan
infrastruktur yang menjadi perhatian publik yakni pembangunan Jalan Tol Trans.
Proyek infrastruktur ini menjadi salah satu dari proyek-proyek strategis selain
jalur kereta api yang telah membuka akses ke daerah-daerah terpencil.
“Legacy Presiden Jokowi melakukan percepatan pembangunan
infrastruktur jalan yang menghubungkan satu daerah ke daerah lainnya memudahkan
akses transportasi komoditi dalam perdagangan,” kata Sarjan Tahir, Anggota
Dewan Pakar Pemenangan Prabowo-Gibran, kepada SINDOnews, Kamis (10/10/2024).
Sarjan berkeyakinan, capaian-capaian positif pembangunan
infrastruktur di masa kepemimpinan Presiden Jokowi akan dilanjutkan bahkan
ditingkatkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto. “Ke depan akses jalan yang
terkoneksi dengan sentra produksi di pedesaan dan kabupaten/kota ini akan lebih
ditingkatkan agar daya saing produk bisa lebih baik,” ujar Sarjan yang juga
Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Demokrat dan Ketua Umum Pandutani Indonesia
(Patani).
Kehadiran infrastruktur tidak hanya memperlancar mobilitas
penduduk, tetapi juga mengurangi biaya logistik, membuka peluang investasi
baru, dan memperkuat konektivitas antarwilayah. Pembangunan infrastruktur telah
memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi regional. Akses yang lebih
baik ke pusat-pusat ekonomi meningkatkan daya saing daerah, mengundang
investasi swasta, dan menciptakan lapangan kerja baru.
Selain berdampak pada sektor transportasi, pembangunan
infrastruktur juga memacu kemajuan pada sektor-sektor lainnya seperti energi,
telekomunikasi, air dan lain sebagainya. Inisiatif proyek-proyek strategis
seperti pembangunan bendungan dan pembangkit listrik berskala besar telah meningkatkan
ketersediaan energi, mendukung keberlanjutan industri, dan meningkatkan daya
saing Indonesia di tingkat global.
Investasi sektor swasta juga telah meningkat secara
signifikan sebagai respons terhadap lingkungan bisnis yang lebih kondusif.
Fasilitas infrastruktur yang berkualitas tinggi membuat bisnis lebih dapat
diandalkan dan memberikan insentif bagi perusahaan-perusahaan untuk beroperasi
di Indonesia. Ini menciptakan lingkungan investasi yang menarik, mendatangkan
modal asing, dan meningkatkan kapasitas produksi nasional.
Selain memberikan dampak ekonomi, pembangunan infrastruktur
juga memberikan dampak positif pada aspek sosial dan pembangunan manusia.
Pembangunan sekolah, rumah sakit, dan fasilitas publik lainnya berkontribusi
terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Akses yang lebih baik terhadap
pendidikan dan pelayanan kesehatan telah menciptakan fondasi yang lebih kokoh
untuk pembangunan manusia.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gabungan Pelaksana Konstruksi
Nasional Indonesia (Gapensi) La Ode Safiul Akbar mengakui, banyak kemajuan yang
dirasakan dalam bidang pembangunan selama dua periode Presiden Jokowi memimpin
Indonesia. Salah satu sektor yang menjadi wajah dalam pembangunan Indonesia
selama 10 tahun ke belakang adalah pemerataan konstruksi, infrastruktur, dan
juga investasi. Satu dekade ini sebagai dekade dengan indeks pembangunan
infrastruktur dan kemajuan investasi terbaik sepanjang sejarah Indonesia.
Melihat banyaknya capaian pembangunan insfrastruktur, La Ode
meyakini pemerintahan yang baru juga akan melanjutkan apa yang sudah dirintis
di era Jokowi. Apalagi, dalam Rancangan Undang Undang tentang Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 Pemerintah menganggarkan pembangunan
infrastruktur sebesar Rp400,3 triliun. Anggaran tersebut terutama untuk
infrastruktur pendidikan dan kesehatan, infrastruktur konektivitas,
infrastruktur pangan dan energi, serta keberlanjutan pembangunan Ibu Kota
Nusantara (IKN).
Menurut La Ode, pemerintahan Prabowo-Gibran akan memberikan
perhatian khusus dalam hal pembangunan infrastruktur untuk peningkatan kualitas
SDM seperti fasilitas pendidikan, kesehatan dan perumahan rakyat. “Pembangunan
tersebut menyangkut pemerataan di berbagai daerah, ini bisa menjadi peluang
bagi pemerintah untuk lebih melibatkan kontraktor lokal dalam pembangunan,
sehingga roda perekonomian daerah ikut berjalan,” kata dia dikutip dari portal mnctrijaya.com,
Kamis (3/10/2024).
Selama ini, ujar La Ode, dari sekian banyak proyek
infrastruktur, tidak banyak kontraktor lokal yang dilibatkan. “Ini mengecewakan
bagi kami, karena seharusnya kotraktor lokal dapat lebih dilibatkan dan
diberikan kesempatan sehingga bisa terjadi peningkatan kualitas kontraktor di
semua daerah,” kata dia. Selain itu, dengan dilibatkannya kontraktor lokal akan
memicu multiplier effect dan perputaran ekonomi.
Seperti diketahui, jumlah perusahaan konstruksi di Indonesia
pada tahun 2023 mencapai 190.677, dengan rincian skala kecil 157.322
perusahaan, skala menengah 31.413 perusahaan, dan kala besar 1.942 perusahaan.
Menurut La Ode, dominasi kontraktor BUMN Karya dalam proyek skala besar dan
strategis nasional harus diimbangi dengan kolaborasi antara kontraktor BUMN dan
kontraktor lokal. “Dominasi BUMN karya yang terlalu dominan menjadi senjata
pembunuh utama kontraktor lokal untuk bertumbuh. Jadi, kontraktor lokal
pilihannya cuma jadi subkontraktor. Ujung-ujungnya tidak dibayar,” ucap La Ode.
Untuk itu, sambung La Ode, perlu dibuat regulasi agar dalam
proyek besar dengan nilai tertentu, kontraktor BUMN wajib bekerja sama dengan
kontraktor lokal ataupun setempat agar perputaran ekonomi dan peningkatan SDM
bisa terjadi di tiap-tiap daerah. “Semoga pemerintahan baru mampu memberdayakan
kontraktor lokal serta meluruskan fungsi BUMN Karya, bukan sebagai kompetitor
masyarakat jasa konstruksi,” tandas dia.
Diketahui, berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR), selama 10 tahun memerintah Presiden Jokowi telah menggelontorkan
anggaran sebesar Rp1.315 triliun untuk pembangunan infrastruktur. Juru Bicara
Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja menjelaskan, alokasi anggaran tersebut
terbagi untuk pengerjaan berbagai jenis infrastruktur mulai di sektor jalan dan
jembatan, perumahan, sumber daya air, hingga infrastruktur perkotaan dan
permukiman.
Rinciannya, Ditjen Bina Marga mendapatkan porsi paling jumbo
selama 10 tahun terakhir, yaitu Rp571,38 triliun, Ditjen Sumber Daya Air
Rp408,76 triliun, Ditjen Cipta Karya Rp223,28 triliun, dan Ditjen Perumahan
mendapatkan Rp94,77 triliun. "Kalau Bina Marga (paling besar) kan dia juga
setara dengan capaiannya, ini disandingkan dengan capaian pekerjaannya
juga," ujar Endra, Jumat (4/10/2024).
Menurut Endra, lonjakan kenaikan anggaran infrastruktur
terjadi pada periode kedua Presiden Jokowi 2020-2024. Hal ini dikatakan Endra
karena adanya pembangunan IKN (Ibu Kota Nusantara), sehingga APBN dialokasikan
untuk membangun infrastruktur dasar. Pascapengumuman pembangunan IKN, alokasi
anggaran untuk Ditjen Cipta Karya dan Bina Marga naik signifikan.
Ditjen Cipta Karya pada periode kedua ini mendapatkan
alokasi Rp126,94 triliun, naik dari periode pertama (2015-2019) sebesar Rp96,35
triliun. Sedangkan Ditjen Bina Marga pada periode kedua mendapatkan Rp324,64
triliun, naik dari periode pertama yang sebesar Rp246,75 triliun. Adapun
capaian pembangunan Kementerian PUPR lewat alokasi anggaran ribuan triliun
selama satu dekade tersebut antara lain melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya
Air berupa pembangunan 53 bendungan dari 61 unit bendungan yang akan dibangun.
Bendungan yang telah selesai di antaranya adalah Bendungan
Sepaku Semoi, Bendungan Ameroro, bendungan Leuwikeris, Bendungan Way Sekampung
dan Bendungan Kuningan. Lalu pembangunan 1.228.440 ha jaringan irigasi dan
merehabilitasi 4.647.547 ha jaringan irigasi. Kementerian PUPR juga
menyelesaikan pembangunan 1.371 embung, 493 buah pengendali sedimen dan lahar,
2.154 km pengendali banjir dan pengaman pantai.
Di bidang konektivitas, Kementerian PUPR bersama Badan Usaha
Jalan Tol (BUJT) menyelesaikan 2.432 km pembangunan jalan tol. Salah satunya
yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo adalah Jalan Tol Stabat-Tanjung
Pura dan Tol Tebing Tinggi-Serbelawan-Sinaksak Sepanjang 72 km yang merupakan
bagian dari Tol Trans Sumatera.
Selain itu, Direktorat Jenderal Bina Marga juga telah
menyelesaikan 5.999 km pembangunan jalan baru, 125.904 meter (m) pembangunan
jembatan, 583 buah jembatan gantung dan 27.673 m pembangunan flyover/underpass.
Di bidang permukiman, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya
telah menyelesaikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) 36.380 liter per detik,
sehingga akses air minum layak mencapai 93% dari total populasi.
Kemudian, penanganan kawasan permukiman 94.321 ha,
penanganan sampah dan sanitasi 13,7 juta KK, sehingga akses sanitasi layak
mencapai 82% dari total populasi. Lalu, pembangunan Pos Lintas Batas Negara
(PLBN) Terpadu 15 kawasan, serta pembangunan, rehabilitasi atau renovasi sarana
pendidikan, olahraga, dan pasar 5.939 unit.
Di bidang perumahan, Kementerian PUPR melalui Direktorat
Jenderal Perumahan membangun 10,2 juta unit rumah dengan kontribusi APBN
melalui Program Sejuta Rumah. Kemudian 1,49 juta unit rumah melalui program
Rumah Swadaya/Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), 40.347 unit rumah
khusus dan 71.731 unit rumah susun.
Meningkatkan Daya Saing
Tentu diperlukan waktu yang tidak singkat untuk merasakan
manisnya buah pembangunan infrastruktur, meskipun bukan berarti tidak ada
manfaat sama sekali yang bisa dirasakan dalam waktu singkat. Salah satu manfaat
yang sudah dapat dirasakan langsung dari masifnya pembangunan insfrastruktur adalah
naiknya peringkat Indonesia pada beberapa indikator ekonomi.
Untuk indeks daya saing nasional, saat ini Indonesia berada
pada peringkat 27 berdasarkan IMD World Competitiveness 3 Ranking (2024).
Bahkan, dari 67 negara di dunia, Indonesia menjadi negara dengan peningkatan
peringkat daya saing tertinggi. Peningkatan indeks daya saing tersebut menjadikan
Indonesia masuk dalam 3 besar di Kawasan Asia Tenggara.
Sekjen Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia
(Asperindo) Trian Yuserma mengungkapkan, biaya pengiriman logistik di Indonesia
saat ini sudah semakin murah, bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara di
ASEAN. Hal ini tidak terlepas dari masifnya pembangunan infrastruktur selama
pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. "Pastilah (murah), ya karena
infrastruktur itu bagian penting dari proses kelancaran arus barang yang cepat,
tepat, dan aman. Idealnya itu membawa manfaat buat kita semua," kata Trian
Yuserma.
Reformasi kebijakan untuk mendorong percepatan infrastruktur
juga telah menaikkan peringkat daya saing, performa logistik, dan angka
kemudahan berusaha. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2024,
kontribusi sektor konstruksi pada Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2023
menempati urutan kelima yakni sebesar 9,9%.
Peningkatan ini merupakan usaha bersama seluruh stakeholder
jasa konstruksi dalam mendukung pembangunan infrastruktur di berbagai daerah di
Indonesia. Melalui pembangunan infrastruktur yang telah selesai dilakukan saat
ini terbukti mampu mendukung efektivitas beberapa sektor lainnya seperti
pariwisata, industri, pertanian, perkebunan, pertambangan, pendidikan, dan
energi.
Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR sebagai
pembina jasa konstruksi terus mendorong penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN)
dan pemberdayaan kontraktor dalam negeri. Sebagai wujud nyata penggunaan PDN
Kementerian PUPR telah menggunakan 90% bahan material dan peralatan konstruksi
dalam proyek pembangunan infrastruktur Kementerian PUPR.
Penggunaan PDN tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi, melainkan salah satu wujud nyata Pemerintah menciptakan
lapangan kerja, meningkatkan kualitas produk lokal, serta mengurangi
ketergantungan pada produk impor. Pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN)
juga telah membuka lebar lapangan pekerjaan. Tenaga kerja yang paling banyak
dibutuhkan oleh proyek PSN adalah lulusan pendidikan vokasi dan politeknik. Itu
baru tenaga kerja langsung yang dibutuhkan, belum termasuk penyerapan tenaga
kerja tidak langsung yang menjadi multiplier effect PSN.
Melansir data dari Kementerian PUPR dan KPPIP Kemenko
Perekonomian, pembangunan dan pengembangan infrastruktur yang masif dan dalam
skala besar memberikan dampak signifikan dan pengaruh positif terhadap kualitas
pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini tercermin dari tren peningkatan jumlah
orang bekerja, dan tren penurunan yang konsisten atas tingkat pengangguran
terbuka dan angka persentase kemiskinan dan kemiskinan ekstrem selama satu
dekade ini.
Pembangunan berbagai proyek infrastruktur berkontribusi
secara langsung terhadap peningkatan jumlah orang bekerja. Setelah sempat turun
selama masa pandemi Covid-19 di tahun 2021, jumlah orang bekerja mengalami
peningkatan yang sangat signifikan di tahun 2022-2024. Bahkan pada tahun 2024
terjadi penambahan jumlah orang bekerja sebanyak 3,6 juta orang, meningkat
dibanding tahun 2023 yang 3.0 juta orang.
Tingkat pengangguran juga mengalami penurunan yang sangat
signifikan, setelah mengalami kenaikan yang sangat tinggi pada masa pandemi Covid-19
di tahun 2021, maka terjadi penurunan yang konsisten dan signifikan di tahun
2022 s/d 2024. Bahkan di tahun 2024 berhasil mencapai angka 4,82% dari
populasi, level yang lebih rendah dibandingkan masa pra-pandemi Covid-19.
Angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem juga mengalami tren
penurunan yang konsisten, terutama angka kemiskinan ekstrem yang konsisten
terus menurun selama 10 tahun terakhir, walaupun terjadi pandemi Covid-19.
Bahkan pada tahun 2024 sudah mencapai 0,83% atau sesuai dengan target
pemerintah untuk menekan angka kemiskinan ekstrem ”mendekati 0%” pada tahun
2024.
















