BERITA INDEX BERITA
Berjalan Menembus Tembok Besar Cina dan Terbang di Atas Grand Canyon

IA terkenal dengan pertunjukan ilusinya menghilangkan
Patung Liberty, terbang di atas Grand Canyon dan berjalan menembus Tembok Besar
di Cina. David Copperfield merupakan pesulap dan ilusionis yang telah 21 kali
memenangkan Penghargaan Emmy.
Pesulap
ini terlahir dengan nama David Seth Kotkin, 16 September 1956. Ibunya adalah
seorang pegawai asuransi dan ayahnya memiliki toko pakaian untuk pria. Sebelum
remaja dia ingin menjadi ahli berbicara dengan perut (ventriloquist) karena
terlihat keren.
Lalu
pergilah ia ke toko yang menjual perlengkapan untuk ventriloquist. Sampai
disana ternyata yang dijual pemilik toko malah perlengkapan sulap. Jadiah David
membeli peralatan sulap. Sejak itu dia belajar menjadi pesulap.
Ternyata
David sangat menikmati dan menemukan bakatnya untuk maju di dunia sulap.
Awalnya dia belajar trik sulap secara otodidak. Pada usia 12 tahun David sudah
bisa memulai show tunggalnya. Saat itu banyak yang mengakui bocah itu memiliki
bakat besar. David tak kalah dari pesulap yang usianya lebih matang.
Empat
tahun melakukan show tunggal dan terus berlatih, bakat dan sepak terjangnya di
dengar oleh Society of American Magician (Masyarakat Pesulap Amerika). Dia
lantas ditarik untuk masuk dalam lingkaran orang-orang pecinta seni ilusi dan
manipulasi. Dia menjadi pesulap termuda yang diterima disana.
Saat
berusia 16 tahun David telah mengajar mata kuliah sulap di New York Unviersity.
Ini kembali menjadikannya sebagai orang termuda yang pernah mengajar di
universitas. Kesibukannya mengajar dan asyik show tunggal membuat David tak
tertarik dengan seni lain.
Nama
"David Copperfield" diambilnya dari tokoh fiksi bernama David
Copperfield yang muncul dalam novel berjudul sama, David Copperfield karya
Charles Dickens. David kemudian ditawari untuk tampil dalam drama musical
berjudul The Magic Man.
Tak
hanya bermain sulap di pertunjukan itu David juga harus bernyanyi. Ketika drama
musical itu habis masa tayangnya, David mulai mendapatkan masalah. Ia
menganggur, tak punya uang dan terpaksa mengandalkan kiriman dari ayahnya untuk
menyambung hidup.
Selama
setahun dia tak punya tujuan hidup yang jelas. Kadang-kadang ia terpaksa
menahan rasa lapar. Setiap hari dia duduk di apartemen untuk mempelajari dan
memperbaiki keterampilan sulapnya. Tak lupa dia juga mencari musik yang tepat
untuk pertunjukannya.
David
mengetuk banyak pintu dan tak menyerah untuk mengirimkan rekaman video sulapnya
kemana-mana. Sikap pantang menyerahnya ternyata membuahkan hasil. Suatu hari
dia dihubungi dan diminta untuk menjadi host acara televisi. Saat itu usianya
baru 19 tahun. Show televisi pertamanya itu membawa David terbang ke Honolulu,
Hawaii.
Saat
dia menjadi host acara sulap di Pagoda Hotel acara itu sukses dengan konsep
penggabungan musik dengan sulap. Shownya sukses besar, David sadar harus tetap
mempertahankan rating dengan memberikan pertunjukan dan trik spesial kepada
penonton.
Sebagian
besar penampilan Copperfield berupa acara spesial televisi dan sebagai bintang
tamu dalam acara televisi. Di layar lebar, Copperfield pernah bermain sebagai
Ken si pesulap dalam film horor Terror Train produksi tahun 1980. Selain itu,
Copperfield pernah tampil sebagai figuran dalam film Prêt-à-Porter (ready to
wear) tahun 1984.
Copperfield
pernah bertunangan dengan supermodel Claudia Schiffer. Setelah berhubungan
selama 6 tahun, mereka berpisah pada tahun 1999. Ayah Copperfield yang bernama
Hyman Kotkin alias Hy meninggal dunia pada bulan Februari 2006 di San Diego,
California. Semasa hidupnya, Hy sering menemani anaknya sewaktu melakukan tur
keliling dunia. Copperfield yang sangat menyayangi ayahnya membuat situs web
Remember Hy untuk mengenang ayahnya.
Majalah
Forbes melaporkan David Copperfield memiliki penghasilan sebesar 57 juta dolar
AS pada tahun 2003. Jumlah tersebut menjadikannya berada di urutan ke-10
selebritas dengan bayaran paling mahal di dunia.
Pada tahun 2004, penghasilannya diperkirakan
sebesar 57 juta dolar AS (urutan ke-35), sedangkan penghasilannya pada tahun
2005 tetap berjumlah 57 juta dolar AS, namun turun ke urutan ke-41 dalam daftar
selebritas top dunia. Setiap tahunnya, David Copperfield melakukan lebih dari
550 pertunjukan di seluruh dunia.
Lestarikan
Sulap Lewat Yayasan dan Museum
Pada
tahun 1982, Copperfield mendirikan yayasan Project Magic untuk membantu
rehabilitasi pasien yang mengalami lumpuh tangan dengan mengajarkan gerakan
sulap sebagai salah satu metode terapi fisik. Metode yang dikembangkannya
mendapat akreditasi dari American Occupational Therapy Association, dan
digunakan di lebih dari 1.100 rumah sakit di 30 negara di dunia.
Pada
tahun 1996, Copperfield menulis antologi fiksi berjudul David Copperfield’s
Tales of the Impossible yang mengambil latar belakang dunia sulap dan ilusi.
Dalam penulisan buku tersebut Copperfield bekerja sama Dean Koontz, Joyce Carol
Oates, Ray Bradbury, dan anggota tim yang lain. Pada tahun berikutnya terbit
volume kedua, David Copperfield's Beyond Imagination (1997).
Copperfield
memiliki Museum Internasional dan Perpustakaan Seni Sulap di Las Vegas, Nevada.
Museum tersebut didirikan sebagai usaha Copperfield untuk melestarikan sejarah
seni sulap, dan koleksi perangkat sulap antik, buku, dan benda-benda yang
berkaitan dengan seni sulap.*
















