BERITA INDEX BERITA

Berjalan Menembus Tembok Besar Cina dan Terbang di Atas Grand Canyon

inspiring | DiLihat : 1568 | Sabtu, 15 Juni 2024 | 09:32
Berjalan Menembus Tembok Besar Cina dan Terbang di Atas Grand Canyon

IA terkenal dengan pertunjukan ilusinya menghilangkan Patung Liberty, terbang di atas Grand Canyon dan berjalan menembus Tembok Besar di Cina. David Copperfield merupakan pesulap dan ilusionis yang telah 21 kali memenangkan Penghargaan Emmy.

Pesulap ini terlahir dengan nama David Seth Kotkin, 16 September 1956. Ibunya adalah seorang pegawai asuransi dan ayahnya memiliki toko pakaian untuk pria. Sebelum remaja dia ingin menjadi ahli berbicara dengan perut (ventriloquist) karena terlihat keren.

Lalu pergilah ia ke toko yang menjual perlengkapan untuk ventriloquist. Sampai disana ternyata yang dijual pemilik toko malah perlengkapan sulap. Jadiah David membeli peralatan sulap. Sejak itu dia belajar menjadi pesulap.

Ternyata David sangat menikmati dan menemukan bakatnya untuk maju di dunia sulap. Awalnya dia belajar trik sulap secara otodidak. Pada usia 12 tahun David sudah bisa memulai show tunggalnya. Saat itu banyak yang mengakui bocah itu memiliki bakat besar. David tak kalah dari pesulap yang usianya lebih matang.

Empat tahun melakukan show tunggal dan terus berlatih, bakat dan sepak terjangnya di dengar oleh Society of American Magician (Masyarakat Pesulap Amerika). Dia lantas ditarik untuk masuk dalam lingkaran orang-orang pecinta seni ilusi dan manipulasi. Dia menjadi pesulap termuda yang diterima disana.

Saat berusia 16 tahun David telah mengajar mata kuliah sulap di New York Unviersity. Ini kembali menjadikannya sebagai orang termuda yang pernah mengajar di universitas. Kesibukannya mengajar dan asyik show tunggal membuat David tak tertarik dengan seni lain.

Nama "David Copperfield" diambilnya dari tokoh fiksi bernama David Copperfield yang muncul dalam novel berjudul sama, David Copperfield karya Charles Dickens. David kemudian ditawari untuk tampil dalam drama musical berjudul The Magic Man.

Tak hanya bermain sulap di pertunjukan itu David juga harus bernyanyi. Ketika drama musical itu habis masa tayangnya, David mulai mendapatkan masalah. Ia menganggur, tak punya uang dan terpaksa mengandalkan kiriman dari ayahnya untuk menyambung hidup.

Selama setahun dia tak punya tujuan hidup yang jelas. Kadang-kadang ia terpaksa menahan rasa lapar. Setiap hari dia duduk di apartemen untuk mempelajari dan memperbaiki keterampilan sulapnya. Tak lupa dia juga mencari musik yang tepat untuk pertunjukannya.

David mengetuk banyak pintu dan tak menyerah untuk mengirimkan rekaman video sulapnya kemana-mana. Sikap pantang menyerahnya ternyata membuahkan hasil. Suatu hari dia dihubungi dan diminta untuk menjadi host acara televisi. Saat itu usianya baru 19 tahun. Show televisi pertamanya itu membawa David terbang ke Honolulu, Hawaii.

Saat dia menjadi host acara sulap di Pagoda Hotel acara itu sukses dengan konsep penggabungan musik dengan sulap. Shownya sukses besar, David sadar harus tetap mempertahankan rating dengan memberikan pertunjukan dan trik spesial kepada penonton.

Sebagian besar penampilan Copperfield berupa acara spesial televisi dan sebagai bintang tamu dalam acara televisi. Di layar lebar, Copperfield pernah bermain sebagai Ken si pesulap dalam film horor Terror Train produksi tahun 1980. Selain itu, Copperfield pernah tampil sebagai figuran dalam film Prêt-à-Porter (ready to wear) tahun 1984.

Copperfield pernah bertunangan dengan supermodel Claudia Schiffer. Setelah berhubungan selama 6 tahun, mereka berpisah pada tahun 1999. Ayah Copperfield yang bernama Hyman Kotkin alias Hy meninggal dunia pada bulan Februari 2006 di San Diego, California. Semasa hidupnya, Hy sering menemani anaknya sewaktu melakukan tur keliling dunia. Copperfield yang sangat menyayangi ayahnya membuat situs web Remember Hy untuk mengenang ayahnya.

Majalah Forbes melaporkan David Copperfield memiliki penghasilan sebesar 57 juta dolar AS pada tahun 2003. Jumlah tersebut menjadikannya berada di urutan ke-10 selebritas dengan bayaran paling mahal di dunia.

 Pada tahun 2004, penghasilannya diperkirakan sebesar 57 juta dolar AS (urutan ke-35), sedangkan penghasilannya pada tahun 2005 tetap berjumlah 57 juta dolar AS, namun turun ke urutan ke-41 dalam daftar selebritas top dunia. Setiap tahunnya, David Copperfield melakukan lebih dari 550 pertunjukan di seluruh dunia.

Lestarikan Sulap Lewat Yayasan dan Museum

Pada tahun 1982, Copperfield mendirikan yayasan Project Magic untuk membantu rehabilitasi pasien yang mengalami lumpuh tangan dengan mengajarkan gerakan sulap sebagai salah satu metode terapi fisik. Metode yang dikembangkannya mendapat akreditasi dari American Occupational Therapy Association, dan digunakan di lebih dari 1.100 rumah sakit di 30 negara di dunia.

Pada tahun 1996, Copperfield menulis antologi fiksi berjudul David Copperfield’s Tales of the Impossible yang mengambil latar belakang dunia sulap dan ilusi. Dalam penulisan buku tersebut Copperfield bekerja sama Dean Koontz, Joyce Carol Oates, Ray Bradbury, dan anggota tim yang lain. Pada tahun berikutnya terbit volume kedua, David Copperfield's Beyond Imagination (1997).

Copperfield memiliki Museum Internasional dan Perpustakaan Seni Sulap di Las Vegas, Nevada. Museum tersebut didirikan sebagai usaha Copperfield untuk melestarikan sejarah seni sulap, dan koleksi perangkat sulap antik, buku, dan benda-benda yang berkaitan dengan seni sulap.*

 


Scroll to top