BERITA INDEX BERITA
Mentan Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Aman dan Mencukupi

TANGERANG - Jelang Hari Raya Kurban atau Idul Adha 1445
Hijriah, secara nasional, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (Mentan
Amran), menjamin ketersediaan hewan kurban aman dan mencukupi. Hal tersebut ia
sampaikan usai meninjau lokasi kandang sapi hingga pabrik pakan mini milik
penggemukan sapi PT. Lembu Setia Abadi Jaya (LSAJ) Farm Tangerang.
Berdasarkan data Direktortar Jenderal Peternakan dan
Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), secara nasional, kebutuhan hewan kurban berada
pada angka 1,97 juta ekor, dengan ketersediaannya yang mencapai 2,06 juta ekor,
maka ketersediaan hewan kurban tahun ini berpotensi surplus hingga 88 ribu
ekor.
Berdasarkan data tersebut, Mentan Amran memastikan jumlah
ketersediaan hewan kurban baik Sapi, Kerbau, Kambing maupun Domba untuk
memenuhi kebutuhan nasional sangat mencukupi bahkan surplus. “Persiapan kurban
Insyaallah aman, cukup sampai kita Idul Adha nanti, saya sudah terima
laporannya, dan aman, jumlahnya sangat cukup” Ungkap Mentan Amran.
Lebih lanjut Mentan Amran menyebut saat ini pihaknya aktif
memonitor ketersediaan hewan kurban di seluruh daerah. Tidak hanya sisi
ketersediaan, dirinya mengaku juga fokus memastikan dari aspek kesehatan. Hal
tersebut juga dikonfirmasi oleh Direktur Jenderal Peternakan dan dan Kesehatan
Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah. Ia memastikan pihaknya telah melakukan berbagai
langkah penting untuk memastikan kelancaran pelaksanaan kurban tahun ini.
“Kami memastikan sertifikat kesehatan ternak yang
dilalulintaskan sudah lengkap, memeriksa ear tag untuk menjamin ternak telah
teregister dan kami menerjunkan petugas kesehatan hewan di kab/kota untuk
melakukan pengecekan rutin di penampungan ternak” tuturnya saat mendampingi
kunjungan Mentan Amran ke PT. Lembu Setia Abadi Jaya (LSAJ) Farm Tangerang.
Sebagai informasi, PT. Lembu Setia Abadi Jaya (LSAJ) Farm
Tangerang memiliki luas area 22,5 hektar, Kandang sapi, pabrik pakan mini
berkapasitas 40 ton per hari, dan rencana pabrik pupuk, RPH, pabrik bakso,
sosis, nugget, meat shop, serta cold storage.Bangunan kandang sapi PT. LSAJ
memiliki kapasitas hingga 3.000 ekor dengan rencana perluasan hingga 10.000
ekor.
Ajak
Pengusaha Jawa Barat Wujudkan Swasembada Daging
Sementara di tempat terpisah, Mentan mengajak para pengusaha
di Jawa Barat untuk bersama-sama mewujudkan swasembada daging guna memenuhi
kebutuhan dalam negeri. Karena itu, dia ingin semua kebijakan yang dikeluarkan
pemerintah harus dipermudah untuk memperbesar skala usaha bagi petani dan peternak
seluruh Indonesia.
"Maka dari itu, kita harus memulai dari sekarang dan
nanti saya akan mengundang khusus (para pengusaha ternak domba) ke kantor untuk
mengetahui apa saja kebijakan yang diperlukan untuk mengembangkan usaha seperti
ini agar lebih besar lagi. Ingat kita harus memulai menuju swasembada
daging," ujar Mentan di PT Lembu Setia Abadi Jaya (LSAJ) Kabupaten
Majalengka, Kamis, 6 Juni 2024.
Mentan mengatakan, peternakan domba maupun kambing harus
diperluas mengingat kebutuhan dunia semakin besar. Namun dia berharap
pengembangan yang dilakukan tetap harus memperhatikan sistem kandang
terintegrasi baik hulu maupun hilir.
Dia berharap, peternakan semacam ini (LSAJ) mampu
menghasilkan 90 persen plasma agar Indonesia betul-betul menjadi negara mandiri
yang berdaulat secara pangan.
"Saya kira apa yang kita mulai Ini sudah sangat luar
biasa, di mana 90 persennya sudah plasma. ni potensinya sangat luas dan kalau
ini kita kembangkan di seluruh indonesia, sekali lagi saya sangat yakin kita
bisa swasembada daging," katanya.
Bagi Mentan, pengelolaan hewan ternak harua dilihat secara
kongkrit dan holistik. Misalnya para pengusaha wajib memperhatikan ketersediaan
pakan dan juga memperhatikan kesehatan hewan. Dua hal tersebut mesti dijalankan
agar daging yang dihasilkan dalam kondisi sehat dan juga siap jual.
"Intinya bisnis itu pendekatannya harus holistik dari
hulu sampai hilir. Karena kalau pakan tidak diperhatikan, kemudian marginaya
tidak diperhatikan ini berbahaya. Justru sebaliknya kita harus membangun sumber
pakan sendiri agar memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih besar," katanya.
Mengenai hal ini, Mentan meminta para Dirjen di bawahnya
untuk mengedepankan pelayanan sehingga para peternak yang mengajukan perizinan
tidak mendapat kesulitan. Jangan sampai, ijin yang diajukan malah membuat
petani merasakan kerugian.
"Jadi kami sebagai regulator akan membuat kebijakan
yang memudahkan. Bila perlu ijinnya kami antarkan karena tidak boleh
mempersulit. Dan ingat tidak ada macam macam dalam mengurus ijin,"
katanya.
















