BERITA INDEX BERITA
Tahura Mangrove Ngurah Rai, Keberhasilan Restorasi Berkelanjutan Indonesia

Pengunjung melihat vegetasi tanaman bakau atau
mangrove di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali, Senin (6/5/2024).
Tahura Ngurah Rai akan menjadi salah satu venue World Water Forum ke-10 yang
berlangsung pada 18-25 Mei 2024 di Nusa Dua, Bali. Tahura Ngurah Rai juga
pernah digunakan sebagai lokasi Leaders Retreat para kepala negara saat KTT G20
2023. Infopublik/Agus Siswanto
BADUNG – Taman Hutan Raya (Tahura) Mangrove Ngurah Rai
menjadi salah satu hasil konkret keberhasilan Indonesia dalam melakukan
restorasi mangrove.
“Tahura ini tempat penanaman dan pembenihan mangrove. Ini
adalah komitmen dan bukti keberhasilan kita soal climate action.
Presiden akan ajak para leaders ke sini untuk cerita keberhasilan kita soal
pemulihan mangrove,” kata Menko Luhut dalam keterangan tertulis pada Minggu
(19/5/2024).
Memiliki luas 1.300 hektare, Tahura Mangrove Ngurah Rai
telah menjadi rumah bagi 33 spesies mangrove dan 300 spesies fauna.
“Kita mau menunjukkan ke dunia, Indonesia sudah berhasil
melakukan restorasi karena mangrove juga ini banyak manfaatnya baik untuk
manusia maupun ekosistem sekitarnya,” jelas Menko Luhut.
Ada tiga fungsi jasa lingkungan mangrove. Pertama, habitat
and nursery function di mana mangrove menjadi habitat tempat berlindung dan
berkembangbiaknya berbagai jenis fauna dan biota laut. Kedua, coastal
protection and erosion control yang akan menjadi buffer zone dalam
menstabilisasi sedimen dan purifikasi air, perlindungan garis pantai, erosi,
mitigasi bencana seperti tsunami dan badai.
Ketiga sebagai nutrient cycling and carbon sequestration.
Mangrove dalam banyak penelitian memiliki kemampuan untuk menyimpan huge
stocks of carbon, baik di atas permukaan maupun di bawah permukaan yang
jauh lebih besar dibandingkan kemampuan menyimpan karbon di hutan-hutan terrestrial.
“Harapannya ini menguatkan posisi Indonesia sebagai leading
restorasi mangrove utamanya pembenihan mangrove,” tutup Menko Luhut.
Secara umum rehabilitasi mangrove di Indonesia telah
berhasil meningkatkan ketahanan lingkungan, sosial bahkan ekonomi masyarakat.
Ekosistem mangrove yang sehat akan menjalankan fungsinya
sebagai pencegah abrasi, menahan badai, menyaring pencemaran, tempat hidup dan
pemijahan biota laut.
Selain itu hutan mangrove pun berfungsi sebagai penyerap
karbon. Evapotranspirasi hutan mangrove dapat menjaga kelembaban dan curah
hujan kawasan tersebut. Imbasnya keseimbangan iklim mikro terjaga dengan baik.
Sementara dari sini ekonomi, keberadaan hutan mangrove mampu
mendongkrak pertumbuhan perekonomian masyarakat yang hidup di sekitar pesisir
pantai.
















