BERITA INDEX BERITA

Dirut Pandutani Indonesia: Atensi Khusus Prabowo Subianto Memajukan Pertanian Tak Perlu Diragukan

Nadi Negeri | DiLihat : 948 | Senin, 29 April 2024 | 11:12
Dirut Pandutani Indonesia: Atensi Khusus Prabowo Subianto Memajukan Pertanian Tak Perlu Diragukan

JAKARTA – Direktur Utama (Dirut) Pandutani Indonesia (Patani) Sarjan Tahir mendukung penuh dan menyampaikan apresiasi luar biasa kepada Menteri Pertahanan RI sekaligus Presiden terpilih Pemilu 2024, Prabowo Subianto yang memiliki perhatian khusus terhadap sektor pertanian.

Menurut Sarjan, atensi khusus Prabowo ini tak perlu diragukan lagi. Karena selama menjabat Menhan, Prabowo sudah membuktikan perhatian besarnya dalam memajukan sektor pertanian, salah satunya dengan men-support penuh program food estate yang digulirkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selain itu, lanjut Sarjan, Prabowo Subianto yang pernah menjabat Ketua Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pastinya tahu persis dinamika dunia pertanian di Tanah Air.

“Perhatian besar Pak Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian ini tentunya juga selaras dengan visi organisasi Pandutani yang selama ini memang konsen memajukan pertanian,” kata Sarjan dikonfirmasi Senin (29/4/2024).

Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Demokrat ini menyampaikan, Pandutani sebagai sebuah organisasi nirlaba, bersama pihak terkait terutama pemerintah sudah seharusnya memperjuangkan nasib rakyat kecil, terutama petani, nelayan, dan pelaku UMKM.

“Organisasi Pandutani pastinya siap bersinergi dan mendukung penuh gagasan besar Pak Prabowo Subianto ini, bersama seluruh eleman masyarakat Indonesia memajukan sektor pertanian,” sambung Sarjan.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan, Muhammad Herindra menyampaikan, bahwa Prabowo Menteri Pertahanan RI sekaligus Presiden terpilih Pemilu 2024, Prabowo Subianto memiliki perhatian khusus terhadap sektor pertanian. Bahkan Prabowo menugaskan secara khusus jajaran kerjanya untuk membantu Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam memperkuat pangan.

Penegasan itu disampaikan Muhammad Herindra saat menghadiri nota kesepahaman Kementan dan Polri dalam memperkuat ketahanan pangan yang dihadiri jajaran Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI di Auditorium Utama Kementan, pada Kamis, 25 April 2024.

"Saya sebelum datang kesini lapor Pak Menhan (Prabowo) dan beliau salam buat Pak Mentan karena pangan menjadi atensi beliau. Beliau juga mengatakan pertanian saat ini luar biasa. Terbukti kami di-BKO kan ke pertanian dengan terus turun ke lapangan," ujar Herindra seperti dikutip dari website Kementan, pertanian.go.id.

Menurut Herindra, capaian swasembada adalah sebuah keharusan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara terkuat di dunia. Upaya tersebut salah satunya akan diwujudkan melalui program food estate maupun solusi cepat yang dijalankan Kementan berupa pompanisasi dan optimalisasi lahan.

"Jadi kita sampaikan bahwa swasembada pangan adalah keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. Oleh karena itu food estate masuk pada kebijakan nasional, Kemenhan sendiri secara aktif telah terlibat dengan menjadi lead pertanian," katanya.

Herindra menambahkan bahwa dalam waktu dekat Menhan Prabowo dan jajaran Kemenhan akan menggelar rapat terkait perkembangan sektor pertanian nasional. Dia ingin program food estate yang telah berjalan saat ini mampu memenuhi harapan masyarakat.

"Setelah ini kami akan rapat dengan Pak Menhan dan akan kami laporkan apa yang dilakukan Kementan hari ini. Dan tentunya setiap apa yang kami laporkan masalah pangan, beliau Pak Prabowo sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Pak Mentan beberapa waktu ini. Jadi kami yakin kita bisa mewujudkan visi yang sama dalam memperkuat pangan," katanya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pertanian harus menjadi tanggungjawab bersama karena banyak negara di dunia saat ini mengalami kelaparan. Tercatat, lebih dari 900 juta penduduk dunia kelaparan, sementara 7-16 persen penduduk Indonesia resisten terhadap rentan kelaparan.

"Ini yang kita takutkan, dimana ancaman kekeringan, ada el nino yang tadinya tanam tiba-tiba berhenti sehingga kami berikan pupuk subsidi secara lebih. Maka itu saya katakan food estate sangat strategis untuk anak cucu kita 50 sampai 100 tahun yang akan datang. Ini visioner karena penduduk kita bertambah," jelasnya.

  

Gagasan Besar Pandutani 

Sarjan Tahir mengungkapkan, sejauh ini sudah banyak program Pandutani yang bertujuan memajukan sektor pertanian, salah satunya program ‘Merajut Potensi Desa, Merebut Pasar Dunia’.

“Desa harus diprioritaskan sehingga pembangunan akan merata dan tidak hanya terpusat di kota saja. Jika itu terwujud, maka desa akan maju dan ekonomi akan berjalan dengan baik,” tegas Sarjan.

Selain itu, prrogram stategis lainnya yang digulirkan adalah membuat Kampung Patani di seluruh Indonesia. Adapun Pusat Pengendali Nasional (PPN) Kampung Patani terletak di Desa Cimande, Jawa Barat, berfungsi untuk menghimpun data dan informasi sebagai bahan evaluasi atas kinerja Kampung Patani di seluruh Indonesia.

Kampung Patani ide brilian untuk mengeksplorasi dan mengetahui langsung apa-apa yang dibutuhkan oleh masyarakat paling bawah. Kelompok masyarakat ini, seperti petani, nelayan, dan pelaku UMKM tentunya butuh perhatian.

“Makanya konsep Kampung Patani ini akan menjadi luar biasa dan riil jika dilakukan bersama-sama. Membangun semangat, berkolaborasi, sesuai dengan kemampuan masing-masing,” kata Sarjan.

Secara spesifik, Kampung Patani adalah konsep membangun suatu kawasan berbasis pertanian dalam arti luas (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan) secara terpadu, ramah lingkungan (berkelanjutan/sustainable) dan memberi nilai tambah, yang mampu menyejahterahkan petani, nelayan, dan pelaku UMKM di kawasan tersebut.

Adapun model atau bentuk Kampung Patani disesuaikan dengan kondisi agroekosistem dan kearifan lokal kawasan setempat serta memerhatikan karakteristik, kondisi sosial budaya, dan ekonomi, antara lain: Kampung Patani berbasis Kehutanan Sosial, Kampung Patani berbasis Perkebunan, Kampung Patani berbasis Tanaman Pangan, Kampung Patani berbasis Tanaman Hortikultura, Kampung Patani berbasis Peternakan, Kampung Patani berbasis Perikanan/Kelautan, dan Kampung Patani berbasis Koperasi dan UMKM.

Banyak manfaat yang diperoleh pelaku usaha dalam kawasan Kampung Patani, di antaranya bisa meningkatkan produktivitas, dan tersedianya saprodi, pemasaran serta pembiayaan usaha yang difasilitasi oleh Patani melalui Koperasi Indokopat. Petani, nelayan, koperasi dan UMKM dalam kawasan Kampung Patani juga diberi pelatihan sesuai kebutuhan serta terciptanya kawasan usaha agribisnis yang berkelanjutan (ramah lingkungan).

Pada aspek ekonomi, Kampung Patani ini nantinya menjadi sumber kesejahteraan dan mampu mengatasi kesenjangan ekonomi. Juga sebagai sumber pangan masyarakat sekaligus sumber pendapatan negara.

Adapun aspek sosialnya, tumbuhnya masyarakat yang mandiri dan berkarakter, berkembangnya budaya hidup yang peduli lingkungan (green economy). Sementara di aspek politik, penggalangan komunitas petani, nelayan, UMKM lebih mudah terjangkau oleh giat Kampung Patani.

Suatu kawasan pedesaaan, pesisir, bahkan perkotaan dapat diusulkan menjadi Kampung Patani, dan tentunya ada sejumlah kriteria, salah satunya jika suatu kawasan itu memiliki kelompok petani/peternak/nelayan dan/atau koperasi, dan UMKM yang melakukan usaha budidaya/usaha tani tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, peternakan, perikanan dan kelautan, perhutanan sosial serta usaha pengolahan dan pemasarannya.

 

 

 


Scroll to top