BERITA INDEX BERITA
Dirut Pandutani Indonesia: Atensi Khusus Prabowo Subianto Memajukan Pertanian Tak Perlu Diragukan

JAKARTA – Direktur Utama (Dirut) Pandutani Indonesia
(Patani) Sarjan Tahir mendukung penuh dan menyampaikan apresiasi luar biasa
kepada Menteri Pertahanan RI sekaligus Presiden terpilih Pemilu 2024, Prabowo
Subianto yang memiliki perhatian khusus terhadap sektor pertanian.
Menurut Sarjan, atensi khusus Prabowo ini tak perlu
diragukan lagi. Karena selama menjabat Menhan, Prabowo sudah membuktikan
perhatian besarnya dalam memajukan sektor pertanian, salah satunya dengan men-support
penuh program food estate yang digulirkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Selain itu, lanjut Sarjan, Prabowo Subianto yang pernah
menjabat Ketua Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pastinya tahu persis dinamika
dunia pertanian di Tanah Air.
“Perhatian besar Pak Prabowo Subianto terhadap sektor
pertanian ini tentunya juga selaras dengan visi organisasi Pandutani yang
selama ini memang konsen memajukan pertanian,” kata Sarjan dikonfirmasi
Senin (29/4/2024).
Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Demokrat ini menyampaikan,
Pandutani sebagai sebuah organisasi nirlaba, bersama pihak terkait terutama
pemerintah sudah seharusnya memperjuangkan nasib rakyat kecil, terutama petani,
nelayan, dan pelaku UMKM.
“Organisasi Pandutani pastinya siap bersinergi dan mendukung
penuh gagasan besar Pak Prabowo Subianto ini, bersama seluruh eleman masyarakat
Indonesia memajukan sektor pertanian,” sambung Sarjan.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan, Muhammad Herindra
menyampaikan, bahwa Prabowo Menteri Pertahanan RI sekaligus Presiden terpilih
Pemilu 2024, Prabowo Subianto memiliki perhatian khusus terhadap sektor
pertanian. Bahkan Prabowo menugaskan secara khusus jajaran kerjanya untuk
membantu Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam memperkuat
pangan.
Penegasan itu disampaikan Muhammad Herindra saat menghadiri
nota kesepahaman Kementan dan Polri dalam memperkuat ketahanan pangan yang
dihadiri jajaran Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI di Auditorium Utama
Kementan, pada Kamis, 25 April 2024.
"Saya sebelum datang kesini lapor Pak Menhan (Prabowo)
dan beliau salam buat Pak Mentan karena pangan menjadi atensi beliau. Beliau
juga mengatakan pertanian saat ini luar biasa. Terbukti kami di-BKO kan ke
pertanian dengan terus turun ke lapangan," ujar Herindra seperti dikutip dari
website Kementan, pertanian.go.id.
Menurut Herindra, capaian swasembada adalah sebuah keharusan
untuk menjadikan Indonesia sebagai negara terkuat di dunia. Upaya tersebut
salah satunya akan diwujudkan melalui program food estate maupun solusi cepat
yang dijalankan Kementan berupa pompanisasi dan optimalisasi lahan.
"Jadi kita sampaikan bahwa swasembada pangan adalah
keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. Oleh karena itu food estate masuk pada
kebijakan nasional, Kemenhan sendiri secara aktif telah terlibat dengan menjadi
lead pertanian," katanya.
Herindra menambahkan bahwa dalam waktu dekat Menhan Prabowo
dan jajaran Kemenhan akan menggelar rapat terkait perkembangan sektor pertanian
nasional. Dia ingin program food estate yang telah berjalan saat ini mampu
memenuhi harapan masyarakat.
"Setelah ini kami akan rapat dengan Pak Menhan dan akan
kami laporkan apa yang dilakukan Kementan hari ini. Dan tentunya setiap apa
yang kami laporkan masalah pangan, beliau Pak Prabowo sangat mengapresiasi apa
yang dilakukan Pak Mentan beberapa waktu ini. Jadi kami yakin kita bisa
mewujudkan visi yang sama dalam memperkuat pangan," katanya.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan
bahwa pertanian harus menjadi tanggungjawab bersama karena banyak negara di
dunia saat ini mengalami kelaparan. Tercatat, lebih dari 900 juta penduduk
dunia kelaparan, sementara 7-16 persen penduduk Indonesia resisten terhadap
rentan kelaparan.
"Ini yang kita takutkan, dimana ancaman kekeringan, ada
el nino yang tadinya tanam tiba-tiba berhenti sehingga kami berikan pupuk
subsidi secara lebih. Maka itu saya katakan food estate sangat strategis untuk
anak cucu kita 50 sampai 100 tahun yang akan datang. Ini visioner karena
penduduk kita bertambah," jelasnya.
Gagasan Besar Pandutani
Sarjan Tahir mengungkapkan, sejauh ini sudah banyak program
Pandutani yang bertujuan memajukan sektor pertanian, salah satunya program
‘Merajut Potensi Desa, Merebut Pasar Dunia’.
“Desa harus diprioritaskan sehingga pembangunan akan merata
dan tidak hanya terpusat di kota saja. Jika itu terwujud, maka desa akan maju
dan ekonomi akan berjalan dengan baik,” tegas Sarjan.
Selain itu, prrogram stategis lainnya yang digulirkan adalah
membuat Kampung Patani di seluruh Indonesia. Adapun Pusat Pengendali Nasional
(PPN) Kampung Patani terletak di Desa Cimande, Jawa Barat, berfungsi untuk
menghimpun data dan informasi sebagai bahan evaluasi atas kinerja Kampung
Patani di seluruh Indonesia.
Kampung Patani ide brilian untuk mengeksplorasi dan
mengetahui langsung apa-apa yang dibutuhkan oleh masyarakat paling bawah.
Kelompok masyarakat ini, seperti petani, nelayan, dan pelaku UMKM tentunya
butuh perhatian.
“Makanya konsep Kampung Patani ini akan menjadi luar biasa
dan riil jika dilakukan bersama-sama. Membangun semangat, berkolaborasi, sesuai
dengan kemampuan masing-masing,” kata Sarjan.
Secara spesifik, Kampung Patani adalah konsep membangun
suatu kawasan berbasis pertanian dalam arti luas (tanaman pangan, hortikultura,
perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan) secara terpadu, ramah
lingkungan (berkelanjutan/sustainable) dan memberi nilai tambah, yang mampu
menyejahterahkan petani, nelayan, dan pelaku UMKM di kawasan tersebut.
Adapun model atau bentuk Kampung Patani disesuaikan dengan
kondisi agroekosistem dan kearifan lokal kawasan setempat serta memerhatikan
karakteristik, kondisi sosial budaya, dan ekonomi, antara lain: Kampung Patani
berbasis Kehutanan Sosial, Kampung Patani berbasis Perkebunan, Kampung Patani
berbasis Tanaman Pangan, Kampung Patani berbasis Tanaman Hortikultura, Kampung
Patani berbasis Peternakan, Kampung Patani berbasis Perikanan/Kelautan, dan
Kampung Patani berbasis Koperasi dan UMKM.
Banyak manfaat yang diperoleh pelaku usaha dalam kawasan
Kampung Patani, di antaranya bisa meningkatkan produktivitas, dan tersedianya
saprodi, pemasaran serta pembiayaan usaha yang difasilitasi oleh Patani melalui
Koperasi Indokopat. Petani, nelayan, koperasi dan UMKM dalam kawasan Kampung
Patani juga diberi pelatihan sesuai kebutuhan serta terciptanya kawasan usaha
agribisnis yang berkelanjutan (ramah lingkungan).
Pada aspek ekonomi, Kampung Patani ini nantinya menjadi
sumber kesejahteraan dan mampu mengatasi kesenjangan ekonomi. Juga sebagai
sumber pangan masyarakat sekaligus sumber pendapatan negara.
Adapun aspek sosialnya, tumbuhnya masyarakat yang mandiri
dan berkarakter, berkembangnya budaya hidup yang peduli lingkungan (green
economy). Sementara di aspek politik, penggalangan komunitas petani, nelayan,
UMKM lebih mudah terjangkau oleh giat Kampung Patani.
Suatu kawasan pedesaaan, pesisir, bahkan perkotaan dapat
diusulkan menjadi Kampung Patani, dan tentunya ada sejumlah kriteria, salah
satunya jika suatu kawasan itu memiliki kelompok petani/peternak/nelayan
dan/atau koperasi, dan UMKM yang melakukan usaha budidaya/usaha tani tanaman
pangan, perkebunan, hortikultura, peternakan, perikanan dan kelautan,
perhutanan sosial serta usaha pengolahan dan pemasarannya.
















