BERITA INDEX BERITA
Tegas! Mentan Tak Akan Mentolerir Praktik Kotor di Lingkup Kementan

JAKARTA - Menteri Pertanian
(Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan tidak akan memberi toleransi bagi siapa
saja pengusaha maupun pegawai di lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) yang
terbukti melanggar aturan seperti menerima maupun memberi gratifikasi. Mentan
ingin, cara-cara kotor seperti itu tak lagi terlihat di institusi pertanian.
"Tidak boleh ada pengusaha
maupun pegawai kementan yang menerima fee. Kalau ada yang seperti itu saya
pastikan pecat dan copot. Jadi jangan coba-coba menggoda orang pertanian maupun
coba-coba menerima keuntungan," ujar Mentan usai menghadiri sosialisasi
program perluasan areal tanam padi melalui optimasi lahan rawa di kantor pusat
kementan, Senin, 1 April 2024.
Mentan mengatakan, saat ini
pemerintah tengah fokus pada pengerjaan pompanisasi sebagai solusi cepat dalam
mengejar dan meningkatkan produksi yang sempat turun akibat cuaca buruk el
nino. Karena itu, semua yang berkaitan dengan pengadaan baik alsintan maupun
pupuk harus dijaga bersama-sama.
"Pengadaan alat mesin
pertanian, pengadaan pupuk dan seterusnya jangan lagi ada yang dipersulit.
Ingat pengusaha juga bagian dari kita sehingga masalah perizinan dan segala
macamnya harus disederhanakan supaya bisa cepat karena kita harus kejar tanam,"
katanya.
Diceritakan Mentan, ketegasan
terhadap praktek tindak pidana pernah dia lakukan sewaktu periode Jokowi
pertama. Waktu itu, dia bahkan memecat pejabat setingkat eselon satu karena
terbukti menerima uang fee. Mentan juga mengaku telah menggiring para pengusaha
ke wilayah pidana karena sama-sama bersekongkol dengan mafia.
"Zaman dulu ada dua pejabat
eselon satu yang saya copot karena berbuat di luar aturan sehingga Kementerian
Pertanian untuk pertama kalinya berhasil mendapat predikat WTP (Wajar Tanpa
Pengecualian) pada 2016. Jadi sekarang saya tekankan jangan bermain-main dengan
sektor pertanian, layani dengan baik secara profesional," katanya.
Terakhir, Mentan menegaskan
kebijakan pemecatan ataupun pencopotan sudah di depan mata bagi mereka yang
tetap nakal terhadap sektor pertanian. Apalagi saat ini kementan telah memiliki
pengawas Internal yang dipimpin Komisaris Jenderal (Komjen) Setyo Budiyanto
yang juga pernah bekerja di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Sekarang ada Pak Irjen
dari KPK, Jenderal polisi bintang 3 yang saya minta untuk mengawasi agar
mempermudah pelayanan yang diberikan supaya kita bisa melakukan akselerasi
tanam," jelasnya.
















