BERITA INDEX BERITA
Kementerian ATR/BPN Upayakan Percepatan Implementasi Reforma Agraria

JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan
Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan pertemuan dengan
beberapa perwakilan World Bank di Ruang Rapat Menteri, Jakarta, Rabu
(20/03/2024). Pertemuan ini membahas soal pelaksanaan program yang telah
berjalan serta potensi kerja sama antara kedua pihak, khususnya dalam capaian
Reforma Agraria.
AHY mengungkapkan, program utama dari kerja sama antara Kementerian
ATR/BPN dan World Bank ini adalah Program Percepatan Reforma Agraria (PPRA).
Pada dasarnya, PPRA ini bertujuan meningkatkan capaian pendaftaran tanah dan
administrasi pertanahan untuk mewujudkan kepastian hukum hak atas tanah.
“Kami ingin bagaimana implementasi pertanahan dan tata ruang dapat
mendukung adanya pertumbuhan ekonomi. Tentu kita ingin implementasi yang pro
lingkungan dan responsif terhadap perubahan iklim,” jelas AHY.
Percepatan program tersebut diupayakan dengan berbagai cara. Program
PPRA juga melibatkan masyarakat yang telah diberi pelatihan sebagai pengumpul
data pertanahan (Puldatan). Di samping itu, Kementerian ATR/BPN pun terus fokus
menjalankan transformasi digital.
Lebih jauh AHY menjelaskan, PPRA sudah berlangsung di 10 provinsi.
Kesepuluh provinsi tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan
Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Barat,
Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
World Bank Country Director for Indonesia and Timor Leste, Satu Kahkonen
menyebut bahwa kerja sama World Bank dengan Pemerintah RI bisa disebut amat
sukses dengan capaian hasil yang begitu signifikan.
Di kesempatan ini, ia mendukung inisiasi Kementerian ATR/BPN yang ingin
menerapkan implementasi pertanahan dan tata ruang yang lebih pro lingkungan.
“Hal ini bisa dimulai dari bisnis prosesnya. Bisnis proses apa yang dapat
dilakukan yang berhubungan dengan dukungan kepada penanganan perubahan iklim,”
jelasnya.
Land Tenure Specialist dari World Bank, Willem Egbert van der Muur pun
mengapresiasi kinerja Kementerian ATR/BPN dalam PPRA. Ia menyebut, World Bank
tak hanya terus memperkuat kerja sama untuk capaian program saat ini, namun
juga untuk program-program mendatang.
“Seperti halnya jika kita bicara soal Online Single Submission (OSS),
sebuah sistem perizinan berusaha, itu berhubungan dengan Rencana Detail Tata
Ruang (RDTR) di bawah kewenangan Kementerian ATR/BPN. RDTR ini erat kaitannya
dalam hal investasi. Oleh karena itu, tak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi,
kita dapat menambahkan nilai tambah upaya dalam pertimbangan perubahan iklim,”
pungkas Willem.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Raja
Juli Antoni serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di
Kementerian ATR/BPN. (AR/YZ/RT)
















