BERITA INDEX BERITA
Kejar Produksi dan Tanam dua kali, Kementan Bantu Petani di Sukabumi Irigasi Perpompaan

SUKABUMI -
Irigasi perpompaan yang dilaksanakan di Sukabumi, Jawa Barat sangat membantu
petani dalam mengairi sawahnya. Sebelumnya para petani hanya bisa satu kali
tanam dalam satu tahun dengan adanya irigasi perpompaan menjadi dua kali tanam.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi
Amran Sulaiman mengatakan, Program Kementerian Pertanian saat ini menggalakkan
salah satunya program pompanisasi, program ini bertujuan untuk menyediakan air
hingga ke lahan sehingga dapat mewujudkan Perluasan Areal Tanam (PAT).
"PAT ini terus dipacu
sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman pangan. Salah satu upaya yang
dilakukan untuk mendukung penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan petani
khususnya pada daerah-daerah yang jauh dari sumber air irigasi adalah dengan
kegiatan pompanisasi," jelas Mentan Amran.
Dikatakannya, tujuan dari
kegiatan irigasi perpompaan dan perpipaan adalah memanfaatkan potensi sumber
air permukaan sebagai suplesi air irigasi bagi komoditas tanaman pangan,
hortikultura dan perkebunan serta budidaya ternak.
"Meningkatkan intensitas
pertanaman dan atau luas areal tanam, meningkatkan produktivitas pertanian,
pendapatan dan kesejahteraan petani, memanfaatkan potensi sumber air permukaan
sebagai air irigasi, baik di daerah irigasi maupun non daerah irigasi,"
ujarnya.
Direktur Jenderal Prasarana dan
Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil menjelaskan, luas layanan irigasi
perpompaan minimal 20 Ha (Tanaman Pangan), dan 10 Ha (Hortikultura, Perkebunan,
dan Peternakan).
Dijelaskannya, kunci utama dari
jenis irigasi perpompaan adalah terdapatnya sumber air. Walaupun posisi air di
bawah permukaan lahan pertanian tidak masalah. Itu karena menggunakan pompa
untuk pemanfaatannya.
"Dengan demikian lahan
pertanian yang tidak terjangkau dengan irigasi waduk dan bendung yang umumnya
secara gravitasi masih bisa mendapatkan air irigasi," ujarnya.
Kegiatan Irigasi Perpompaan dan
Perpipaan diprioritaskan pada lokasi kawasan pertanian yang sering mengalami
kendala atau kekurangan air irigasi terutama pada musim kemarau.
Output dari kegiatan ini adalah
terlaksananya Kegiatan Irigasi Perpompaan dan Perpipaan sehingga tersedia
sumber air yang dapat dimanfaatkan oleh petani, baik sebagai suplesi atau
conjunctive use di daerah irigasi maupun sebagai irigasi utama di non daerah
irigasi (tail end).
"Program ini diharapkan
dapat menambah luas areal tanam baru dan meningkatkan produksi atau
produktivitas," tambahnya.
Salah satunya yang dilakukan
Kelompok Tani (Poktan) Bantargebang di Desa Bantargebang, Kecamatan
Bantargadung dan Poktan Sumber Tani di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu,
Kabupaten Sukabumi yang memiliki lahan seluas 50 Ha, dilakukan kegiatan irigasi
perpompaan.
"Air merupakan faktor
penting dalam budidaya pertanian, ketersediaan air sampai ke lahan harus
dipenuhi sehingga dapat dilakukan percepatan tanam," cetusnya.
Program ini, lanjutnya,
merupakan langkah awal yang akan ada proses keberlanjutan dengan adanya
keswadayaan dari masyarakat.
“Kunci utama irigasi perpompaan
adalah adanya sumber air seperti sungai, dengan pola transfer langsung ke
petani, bantuan pemerintah tersebut di kelola sendiri oleh petani,” pungkasnya.
















