BERITA INDEX BERITA
Mentan Dorong Kemen ATR/BPN Beri Legalitas Jutaan Hektare Sawah Indonesia

JAKARTA - Menteri Pertanian
(Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong jajaran Kementerian Agraria dan Tata
Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk melindungi 7,4 juta lahan
sawah di seluruh Indonesia. Di antaranya dengan memberi sertifikat terhadap lahan-lahan
yang ada di wilayah sentra maupun mereka yang tergabung dalam Lembaga
Masyarakat Desa Hutan (LMDH).
"Ke depan saya mengajak
untuk mengambil langkah strategis. Saya berharap kepada Pak Menteri (Agus
Harimurti Yudhoyono) untuk memberi sertifikat kepada 7,4 juta hektare sawah
Indonesia. Kedua saya nitip sertifikat kepada saudara kita yang tinggal di hutan
(LMDH)," ujar Mentan saat memberi arahan pada Rakornas ATR/BPN di Hotel
Shangri-la Jakarta, Kamis, (7/3/2024).
Mentan mengatakan, pemberian
sertifikat dapat mendukung upaya bersama dalam mewujudkan swasembada. Terlebih
saat ini Indonesia dan juga negara-negara di dunia sedang menghadapi cuaca
ekstrem el nino panjang sehingga berdampak langsung pada produktivitas.
"Sekarang ada situasi el
nono, di mana terjadi krisis pangan dan energi di dunia dan Indonesia. Kita
harus mengantisipasi bersama karena el nino hari ini adalah el nino gorila yang
paling berat," katanya.
Dikatakan Mentan, sektor
pertanian di era Presiden Joko Widodo merupakan tumpuan bagi pertumbuhan
ekonomi nasional. Tercatat, Indonesia berhasil mencapai swasembada di tiga
tahun pemerintahannya sejak 2017 lalu.
"Pertanian di era bapak
Presiden Jokowi pernah swasembada, dan itu capaian terbaik kita selama merdeka.
Karena itu sekali lagi, saya berharap jutaan hektare lahan yang kita bangun ini
mendapat sertifikat secara cepat," katanya.
Mengenai hal ini, Menteri
ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyono memastikan akan menyelesaikan sertifikasi
tanah di seluruh Indonesia. Dia bahkan sudah berkoordinasi dengan pihak
berwajib untuk menghadapi para mafia tanah yang merugikan negara dan masyarakat
Indonesia.
"Kemudian kita juga terus
melakukan mitigasi dan pencegahan sengketa pertanahan dalam rangka membangun
ekonomi yang lebih baik. Oleh karena itu mari kita tunjukan kinerja terbaik
kita pada bangsa dan rakyat," tuturnya.
















