BERITA INDEX BERITA

Moeldoko Ucapkan Selamat Kepada AHY dan Minta Maaf Tak Bisa Hadir di Acara Pelantikan Menteri

Nadi Negeri | DiLihat : 760 | Kamis, 22 Februari 2024 | 10:09
Moeldoko Ucapkan Selamat Kepada AHY dan Minta Maaf Tak Bisa Hadir di Acara Pelantikan Menteri

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberi ucapan selamat kepada Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Rabu (21/2/2024).

Moeldoko juga mengucapkan selamat kepada Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto yang resmi menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).

"Saya ucapkan juga selamat kepada pak @hadi.tjahjanto dan mas @agusyudhoyono yang telah dilantik oleh presiden @jokowi menjadi Menteri Kabinet Indonesia Maju," kata Moeldoko melalui akun Instagramnya, @dr_moeldoko, Rabu (21/2/2024).

Moeldoko menyadari ketidakhadirannya di pelantikan AHY menuai perhatian publik. Dia pun meminta maaf tak bisa hadir di pelantikan AHY dan Hadi Tjahjanto karena sedang menjadi pembicara konferensi Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Asia Pasifik di Sri Lanka.

"YANG CARI SAYA HARI INI, TENANG-TENANG, SAYA ADA DI SINI," ujar Moeldoko.

"Mohon maaf saya tidak bisa menghadiri pelantikan karena harus menjalankan tugas saya sebagai kepala @kantorstafpresidenri untuk menjadi pembicara forum @fao di Sri Lanka," sambung Moeldoko.

Pelantikan AHY dan Hadi digelar di Istana Negara Jakarta, Rabu (21/2/2024). Prosesi pelantikan dimulai pukul 10.48 WIB.

Pelantikan AHY sebagai Menteri ATR/BPN berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 34/P Tahun 2024 tentang Pembehentian dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024.

"Mengangkat Saudara Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional sisa masa jabatan periode 2019-2024," demikian bunyi Keppres.

Jokowi kemudian membimbing AHY mengucapkan sumpah jabatan. Dia berjanji akan menjalankan tugas jabatan sebagai Menko Polhukam dengan sebaik-baiknya.

"Saya bersumpah/berjanji bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara," ucap AHY di depan Jokowi.

"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," sambung dia.

Diketahui, AHY dan Moeldoko sempat bersitegang karena terlibat konflik di Partai Demokrat. Pada 1 Februari 2021, AHY mengumumkan bahwa kursi kepemimpinannya yang baru diduduki selama 11 bulan ada yang mencoba merebut secara paksa.

Dia menyebut salah satu aktornya berasal dari lingkungan pemerintahan Presiden Jokowi. Hal ini didapatinya 10 hari sebelum tanggal 1 Februari 2021 yang berasal dari aduan kadernya.

"Gabungan dari pelaku gerakan ini ada 5 orang, terdiri dari 1 kader Demokrat aktif, 1 kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, satu mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai karena menjalani hukuman akibat korupsi, dan 1 kader yang telah keluar dari partai 3 tahun yang lalu. Sedangkan yang non kader partai adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan yang sedang kami mintakan konfirmasi dan klarifikasinya kepada Presiden Joko Widodo," kata AHY, kala itu di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta.

 

 


Scroll to top