BERITA INDEX BERITA
Moeldoko Ucapkan Selamat Kepada AHY dan Minta Maaf Tak Bisa Hadir di Acara Pelantikan Menteri

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberi ucapan
selamat kepada Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang
dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menteri Agraria dan Tata
Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Rabu (21/2/2024).
Moeldoko juga mengucapkan selamat kepada Marsekal (Purn)
Hadi Tjahjanto yang resmi menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik,
Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).
"Saya ucapkan juga selamat kepada pak @hadi.tjahjanto
dan mas @agusyudhoyono yang telah dilantik oleh presiden @jokowi menjadi
Menteri Kabinet Indonesia Maju," kata Moeldoko melalui akun Instagramnya,
@dr_moeldoko, Rabu (21/2/2024).
Moeldoko menyadari ketidakhadirannya di pelantikan AHY
menuai perhatian publik. Dia pun meminta maaf tak bisa hadir di pelantikan AHY
dan Hadi Tjahjanto karena sedang menjadi pembicara konferensi Organisasi Pangan
dan Pertanian (FAO) Asia Pasifik di Sri Lanka.
"YANG CARI SAYA HARI INI, TENANG-TENANG, SAYA ADA DI
SINI," ujar Moeldoko.
"Mohon maaf saya tidak bisa menghadiri pelantikan
karena harus menjalankan tugas saya sebagai kepala @kantorstafpresidenri untuk
menjadi pembicara forum @fao di Sri Lanka," sambung Moeldoko.
Pelantikan AHY dan Hadi digelar di Istana Negara Jakarta,
Rabu (21/2/2024). Prosesi pelantikan dimulai pukul 10.48 WIB.
Pelantikan AHY sebagai Menteri ATR/BPN berdasarkan Keputusan
Presiden (Keppres) Nomor 34/P Tahun 2024 tentang Pembehentian dan Pengangkatan
Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024.
"Mengangkat Saudara Agus Harimurti Yudhoyono sebagai
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional sisa masa
jabatan periode 2019-2024," demikian bunyi Keppres.
Jokowi kemudian membimbing AHY mengucapkan sumpah jabatan.
Dia berjanji akan menjalankan tugas jabatan sebagai Menko Polhukam dengan
sebaik-baiknya.
"Saya bersumpah/berjanji bahwa saya akan setia kepada
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan
segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti
saya kepada bangsa dan negara," ucap AHY di depan Jokowi.
"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan
menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh
rasa tanggung jawab," sambung dia.
Diketahui, AHY dan Moeldoko sempat bersitegang karena
terlibat konflik di Partai Demokrat. Pada 1 Februari 2021, AHY mengumumkan
bahwa kursi kepemimpinannya yang baru diduduki selama 11 bulan ada yang mencoba
merebut secara paksa.
Dia menyebut salah satu aktornya berasal dari lingkungan
pemerintahan Presiden Jokowi. Hal ini didapatinya 10 hari sebelum tanggal 1
Februari 2021 yang berasal dari aduan kadernya.
"Gabungan dari pelaku gerakan ini ada 5 orang, terdiri
dari 1 kader Demokrat aktif, 1 kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, satu
mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai
karena menjalani hukuman akibat korupsi, dan 1 kader yang telah keluar dari
partai 3 tahun yang lalu. Sedangkan yang non kader partai adalah seorang
pejabat tinggi pemerintahan yang sedang kami mintakan konfirmasi dan
klarifikasinya kepada Presiden Joko Widodo," kata AHY, kala itu di kantor
DPP Partai Demokrat, Jakarta.
















