BERITA INDEX BERITA
Akan Hadir Rumah Aspirasi di Wilayah yang Meraih 1.000 Suara untuk Sarjan Tahir

PALEMBANG – Terobosan
brilian dilakukan calon anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Sarjan Tahir. Akan
hadir rumah aspirasi di setiap wilayah yang meraih perolehan suara signifikan untuk
caleg nomor urut 08, Dapil Sumsel 1 ini.
“Minimal 1.000 suara,
kita hadirkan rumah aspirasi. Ini bukan janji, tapi komitmen dan tanggungjawab
saya kepada masyarakat yang sudah menitipkan kepercayaannya kepada saya. Bagi
saya, kepercayaan masyarakat tak ubahnya seperti investasi atau memberi utangan
kepada saya. Jadi harus saya bayar,” sambung Sarjan.
Sarjan menuturkan, rumah
aspirasi yang dimaksudnya nanti disesuaikan dengan kebutuhan kearifan lokal masyarakat setempat. Bisa berupa warung sembako barokah, pusat
layanan kesehatan terpadu, dan tentunya posko-posko yang nantinya berfungsi untuk
menyerap aspirasi masyarakat kecil seperti petani, nelayan, pelaku UMKM.
Khusus untuk rumah
aspirasi berupa warung sembako barokah, saat ini sudah berjalan dalam bentuk
mobil keliling, dan sebagian lagi berupa warung yang tersebar di Kota Palembang.
“Warung sembako barokah ini untuk meringankan beban masyarakat yang kesusahan
membeli kebutuhan pokok karena harganya yang mahal,” kata Sarjan.
Menurut Sarjan, keberadaan
rumah aspirasi di tengah permukiman masyarakat terutama yang tinggal di pelosok
pedesaaan nantinya lebih membumi. Rumah aspirasi ini juga sebagai rujukan dirinya
dalam mewujudkan gagasan dan program kerja DPR RI beserta stake holder terkait di
dapil Sumsel 1, jika kelak dirinya terpilih sebagai anggota DPR RI.
“Dari rumah aspirasi
inilah nanti kita wujudkan program-program untuk masyarakat, terutama masyarakat
di dapil Sumsel 1 yang telah memilih saya. Akan ada kontrak politik antara saya
dengan masyarakat untuk mewujudkan rumah aspirasi ini,” tegas Sarjan.
Sementara itu, Ketua
Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan (Forpess) yang juga Ketua Tanfidziah
PCNU Kota Palembang H Hendra Zainuddin menyambut baik program penjualan sembako
murah yang digulirkan Sarjan Tahir. Menurutnya, Program Warung Sembako Barokah
yang menjual sembako murah ini sangat baik dan sangat membantu masyarakat,
terutama kalangan pesantren.
“InsyaAllah program ini
bisa membantu pesantren-pesantren. Dan kalau mau tahu caranya (cara mendapat
sembako murah) silahkan bertemu langsung dengan beliau (Sarjan Tahir) sekaligus
untuk mendapat wasilah-wasilah dari beliau,” ujar Hendra Zainuddin dalam suatu
kesempatan silaturahmi Sarjan Tahir, di pondok pesantren asuhannya.
Ketua Umum Partai
Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meyakini calon anggota legislatif
(caleg) dari Partai Demokrat Sarjan Tahir bisa merebut hati masyarakat dan
kembali melenggang ke Senayan. “Pak Sarjan Tahir Insya Allah terpilih dan
kembali ke Senayan untuk perjuangkan nasib rakyat yang harus jadi perhatian,”
kata AHY dalam pembicaraan lewat telepon dengan Sarjan Tahir, belum lama ini.
Dari ujung telepon, AHY
juga tak lupa memberi beri semangat dan dukungan agar Sarjan Tahir dapat meraih
suara banyak di daerah pemilihannya, yakni Dapil Sumsel 1. “Saya berharap Pak
Sarjan Tahir juga mengajak kader PD bekerja hidupkan mesin partai dan jaga
kekompakan sesama caleg di dapil masing-masing, serta selalu dekat dengan
rakyat,” ujar AHY.
Sekadar diketahui, sejatinya
rumah aspirasi bukan hal baru yang digulirkan oleh Sarjan Tahir dalam
memberdayakan masyarakat. Jauh sebelumnya pria yang menjabat Direktur Pandutani
Indonesia (Patani) ini sudah lama membasis di masyarakat, terutama kalangan
petani, nelayan dan pelaku UMKM.
Sejumlah karya nyata
pemberdayaan masyarakat yang sudah dilakukan oleh Sarjan Tahir di antaranya, membangun
kawasan agropolitan Gandus, Palembang dan sejumlah pelosok desa di Kabupaten Banyuasin,
Muba, Musi Rawas, Muratara, Kota Lubuklinggau, bahkan sampai daerah-daerah di
luar Provinsi Sumsel.
Yang paling spektakuler,
Sarjan Tahir bersama organisasi Pandutani yang dipimpinnya, sukses menggulirkan
program stategis Kampung Patani di seluruh Indonesia. Adapun Pusat Pengendali
Nasional (PPN) Kampung Patani terletak di Desa Cimande, Jawa Barat, yang sudah diresmikan
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti
Yudhoyono (AHY), pada tahun 2021.
Cerita Tentang Kampung
Patani
Kampung Patani sendiri ide
brilian untuk mengeksplorasi dan mengetahui langsung apa-apa yang dibutuhkan
oleh masyarakat paling bawah. Kelompok masyarakat ini, seperti petani, nelayan,
dan pelaku UMKM tentunya butuh perhatian. Makanya konsep Kampung Patani ini
akan menjadi luar biasa dan riil jika dilakukan bersama-sama. Membangun
semangat, berkolaborasi, sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Secara spesifik, Kampung
Patani adalah konsep membangun suatu kawasan berbasis pertanian dalam arti luas
(tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan)
secara terpadu, ramah lingkungan (berkelanjutan/sustainable) dan memberi nilai
tambah, yang mampu menyejahterahkan petani, nelayan, dan pelaku UMKM di kawasan
tersebut.
Adapun model atau bentuk
Kampung Patani disesuaikan dengan kondisi agroekosistem dan kearifan lokal
kawasan setempat serta memerhatikan karakteristik, kondisi sosial budaya, dan
ekonomi, antara lain: Kampung Patani berbasis Kehutanan Sosial, Kampung Patani
berbasis Perkebunan, Kampung Patani berbasis Tanaman Pangan, Kampung Patani
berbasis Tanaman Hortikultura, Kampung Patani berbasis Peternakan, Kampung
Patani berbasis Perikanan/Kelautan, dan Kampung Patani berbasis Koperasi dan
UMKM.
Banyak manfaat yang
diperoleh pelaku usaha dalam kawasan Kampung Patani, di antaranya bisa
meningkatkan produktivitas, dan tersedianya saprodi, pemasaran serta pembiayaan
usaha yang difasilitasi oleh Patani melalui Koperasi Indokopat. Petani,
nelayan, koperasi dan UMKM dalam kawasan Kampung Patani juga diberi pelatihan
sesuai kebutuhan serta terciptanya kawasan usaha agribisnis yang berkelanjutan
(ramah lingkungan).
Pada aspek ekonomi,
Kampung Patani ini nantinya menjadi sumber kesejahteraan dan mampu mengatasi
kesenjangan ekonomi. Juga sebagai sumber pangan masyarakat sekaligus sumber
pendapatan negara.
Adapun aspek sosialnya,
tumbuhnya masyarakat yang mandiri dan berkarakter, berkembangnya budaya hidup
yang peduli lingkungan (green economy). Sementara di aspek politik,
penggalangan komunitas petani, nelayan, UMKM lebih mudah terjangkau oleh giat
Kampung Patani.
“Suatu kawasan
pedesaaan, pesisir, bahkan perkotaan dapat diusulkan menjadi Kampung Patani. Dan tentunya ada sejumlah kriteria, salah satunya jika suatu kawasan itu
memiliki kelompok petani/peternak/nelayan dan/atau koperasi, dan UMKM yang
melakukan usaha budidaya/usaha tani tanaman pangan, perkebunan, hortikultura,
peternakan, perikanan dan kelautan, perhutanan sosial serta usaha pengolahan
dan pemasarannya,” papar Sarjan.
Merajut Potensi Desa,
Merebut Pasar Dunia
Patut diakui kiprah
Sarjan tidak hanya dirasakan warga Palembang, Sumsel, tapi juga sudah di level
nasional. Ketokohan Sarjan terutama di percaturan politik Tanah Air, tak lepas
dari dukungan masyarakat kecil terutama petani dan nelayan serta pelaku UMKM.
Kepedulian Sarjan
terhadap petani dan nelayan bukan tanpa alasan. Terlebih sudah sejak dulu
sampai sekarang, mantan Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel ini memang terlibat
aktif di lembaga atau organisasi yang memperjuangkan hak-hak petani dan
nelayan, termasuk pelaku UMKM.
Di antaranya, Sarjan
pernah menjabat Ketua Harian di kepengurusan pusat Masyarakat Agribisnis dan
Agroindustri (MAI), dan sampai sekarang Sarjan juga menjabat Direktur Utama
Pandutani Indonesia (Patani) Pusat. Sarjan pula yang menginisiasi berdirinya
Patani, sebuah organisasi nirlaba yang memperjuangkan nasib rakyat kecil,
terutama petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
Makanya tak heran, jika
sosok Sarjan sudah begitu melekat di kehidupan rakyat kecil. Pada Sarjan maju
pencalegan pada 2024. Ini supaya Sarjan bisa mewujudkan mimpi besar masyarakat
kecil yang sejahtera dan berkeadilan, dengan menggulirkan program ‘Merajut
Potensi Desa, Merebut Pasar Dunia’.
“Desa harus
diprioritaskan sehingga pembangunan akan merata dan tidak hanya terpusat di
kota saja. Jika itu terwujud, maka desa akan maju dan ekonomi akan berjalan
dengan baik,” tegas Sarjan, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai
Demokrat.
















