BERITA INDEX BERITA

Akan Hadir Rumah Aspirasi di Wilayah yang Meraih 1.000 Suara untuk Sarjan Tahir

Nadi Negeri | DiLihat : 689 | Senin, 12 Februari 2024 | 08:54
Akan Hadir Rumah Aspirasi di Wilayah yang Meraih 1.000 Suara untuk Sarjan Tahir

PALEMBANG – Terobosan brilian dilakukan calon anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Sarjan Tahir. Akan hadir rumah aspirasi di setiap wilayah yang meraih perolehan suara signifikan untuk caleg nomor urut 08, Dapil Sumsel 1 ini.

“Minimal 1.000 suara, kita hadirkan rumah aspirasi. Ini bukan janji, tapi komitmen dan tanggungjawab saya kepada masyarakat yang sudah menitipkan kepercayaannya kepada saya. Bagi saya, kepercayaan masyarakat tak ubahnya seperti investasi atau memberi utangan kepada saya. Jadi harus saya bayar,” sambung Sarjan.

Sarjan menuturkan, rumah aspirasi yang dimaksudnya nanti disesuaikan dengan kebutuhan kearifan lokal masyarakat setempat. Bisa berupa warung sembako barokah, pusat layanan kesehatan terpadu, dan tentunya posko-posko yang nantinya berfungsi untuk menyerap aspirasi masyarakat kecil seperti petani, nelayan, pelaku UMKM.

Khusus untuk rumah aspirasi berupa warung sembako barokah, saat ini sudah berjalan dalam bentuk mobil keliling, dan sebagian lagi berupa warung yang tersebar di Kota Palembang. “Warung sembako barokah ini untuk meringankan beban masyarakat yang kesusahan membeli kebutuhan pokok karena harganya yang mahal,” kata Sarjan.

Menurut Sarjan, keberadaan rumah aspirasi di tengah permukiman masyarakat terutama yang tinggal di pelosok pedesaaan nantinya lebih membumi. Rumah aspirasi ini juga sebagai rujukan dirinya dalam mewujudkan gagasan dan program kerja DPR RI beserta stake holder terkait di dapil Sumsel 1, jika kelak dirinya terpilih sebagai anggota DPR RI.

“Dari rumah aspirasi inilah nanti kita wujudkan program-program untuk masyarakat, terutama masyarakat di dapil Sumsel 1 yang telah memilih saya. Akan ada kontrak politik antara saya dengan masyarakat untuk mewujudkan rumah aspirasi ini,” tegas Sarjan.

Sementara itu, Ketua Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan (Forpess) yang juga Ketua Tanfidziah PCNU Kota Palembang H Hendra Zainuddin menyambut baik program penjualan sembako murah yang digulirkan Sarjan Tahir. Menurutnya, Program Warung Sembako Barokah yang menjual sembako murah ini sangat baik dan sangat membantu masyarakat, terutama kalangan pesantren.

“InsyaAllah program ini bisa membantu pesantren-pesantren. Dan kalau mau tahu caranya (cara mendapat sembako murah) silahkan bertemu langsung dengan beliau (Sarjan Tahir) sekaligus untuk mendapat wasilah-wasilah dari beliau,” ujar Hendra Zainuddin dalam suatu kesempatan silaturahmi Sarjan Tahir, di pondok pesantren asuhannya.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meyakini calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Demokrat Sarjan Tahir bisa merebut hati masyarakat dan kembali melenggang ke Senayan. “Pak Sarjan Tahir Insya Allah terpilih dan kembali ke Senayan untuk perjuangkan nasib rakyat yang harus jadi perhatian,” kata AHY dalam pembicaraan lewat telepon dengan Sarjan Tahir, belum lama ini.

Dari ujung telepon, AHY juga tak lupa memberi beri semangat dan dukungan agar Sarjan Tahir dapat meraih suara banyak di daerah pemilihannya, yakni Dapil Sumsel 1. “Saya berharap Pak Sarjan Tahir juga mengajak kader PD bekerja hidupkan mesin partai dan jaga kekompakan sesama caleg di dapil masing-masing, serta selalu dekat dengan rakyat,” ujar AHY.

Sekadar diketahui, sejatinya rumah aspirasi bukan hal baru yang digulirkan oleh Sarjan Tahir dalam memberdayakan masyarakat. Jauh sebelumnya pria yang menjabat Direktur Pandutani Indonesia (Patani) ini sudah lama membasis di masyarakat, terutama kalangan petani, nelayan dan pelaku UMKM.

Sejumlah karya nyata pemberdayaan masyarakat yang sudah dilakukan oleh Sarjan Tahir di antaranya, membangun kawasan agropolitan Gandus, Palembang dan sejumlah pelosok desa di Kabupaten Banyuasin, Muba, Musi Rawas, Muratara, Kota Lubuklinggau, bahkan sampai daerah-daerah di luar Provinsi Sumsel.

Yang paling spektakuler, Sarjan Tahir bersama organisasi Pandutani yang dipimpinnya, sukses menggulirkan program stategis Kampung Patani di seluruh Indonesia. Adapun Pusat Pengendali Nasional (PPN) Kampung Patani terletak di Desa Cimande, Jawa Barat, yang sudah diresmikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti  Yudhoyono (AHY), pada tahun 2021.

 

Cerita Tentang Kampung Patani

Kampung Patani sendiri ide brilian untuk mengeksplorasi dan mengetahui langsung apa-apa yang dibutuhkan oleh masyarakat paling bawah. Kelompok masyarakat ini, seperti petani, nelayan, dan pelaku UMKM tentunya butuh perhatian. Makanya konsep Kampung Patani ini akan menjadi luar biasa dan riil jika dilakukan bersama-sama. Membangun semangat, berkolaborasi, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Secara spesifik, Kampung Patani adalah konsep membangun suatu kawasan berbasis pertanian dalam arti luas (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan) secara terpadu, ramah lingkungan (berkelanjutan/sustainable) dan memberi nilai tambah, yang mampu menyejahterahkan petani, nelayan, dan pelaku UMKM di kawasan tersebut.

Adapun model atau bentuk Kampung Patani disesuaikan dengan kondisi agroekosistem dan kearifan lokal kawasan setempat serta memerhatikan karakteristik, kondisi sosial budaya, dan ekonomi, antara lain: Kampung Patani berbasis Kehutanan Sosial, Kampung Patani berbasis Perkebunan, Kampung Patani berbasis Tanaman Pangan, Kampung Patani berbasis Tanaman Hortikultura, Kampung Patani berbasis Peternakan, Kampung Patani berbasis Perikanan/Kelautan, dan Kampung Patani berbasis Koperasi dan UMKM.

Banyak manfaat yang diperoleh pelaku usaha dalam kawasan Kampung Patani, di antaranya bisa meningkatkan produktivitas, dan tersedianya saprodi, pemasaran serta pembiayaan usaha yang difasilitasi oleh Patani melalui Koperasi Indokopat. Petani, nelayan, koperasi dan UMKM dalam kawasan Kampung Patani juga diberi pelatihan sesuai kebutuhan serta terciptanya kawasan usaha agribisnis yang berkelanjutan (ramah lingkungan).

Pada aspek ekonomi, Kampung Patani ini nantinya menjadi sumber kesejahteraan dan mampu mengatasi kesenjangan ekonomi. Juga sebagai sumber pangan masyarakat sekaligus sumber pendapatan negara.

Adapun aspek sosialnya, tumbuhnya masyarakat yang mandiri dan berkarakter, berkembangnya budaya hidup yang peduli lingkungan (green economy). Sementara di aspek politik, penggalangan komunitas petani, nelayan, UMKM lebih mudah terjangkau oleh giat Kampung Patani.

“Suatu kawasan pedesaaan, pesisir, bahkan perkotaan dapat diusulkan menjadi Kampung Patani. Dan tentunya ada sejumlah kriteria, salah satunya jika suatu kawasan itu memiliki kelompok petani/peternak/nelayan dan/atau koperasi, dan UMKM yang melakukan usaha budidaya/usaha tani tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, peternakan, perikanan dan kelautan, perhutanan sosial serta usaha pengolahan dan pemasarannya,” papar Sarjan.  

 

Merajut Potensi Desa, Merebut Pasar Dunia

Patut diakui kiprah Sarjan tidak hanya dirasakan warga Palembang, Sumsel, tapi juga sudah di level nasional. Ketokohan Sarjan terutama di percaturan politik Tanah Air, tak lepas dari dukungan masyarakat kecil terutama petani dan nelayan serta pelaku UMKM.

Kepedulian Sarjan terhadap petani dan nelayan bukan tanpa alasan. Terlebih sudah sejak dulu sampai sekarang, mantan Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel ini memang terlibat aktif di lembaga atau organisasi yang memperjuangkan hak-hak petani dan nelayan, termasuk pelaku UMKM.

Di antaranya, Sarjan pernah menjabat Ketua Harian di kepengurusan pusat Masyarakat Agribisnis dan Agroindustri (MAI), dan sampai sekarang Sarjan juga menjabat Direktur Utama Pandutani Indonesia (Patani) Pusat. Sarjan pula yang menginisiasi berdirinya Patani, sebuah organisasi nirlaba yang memperjuangkan nasib rakyat kecil, terutama petani, nelayan, dan pelaku UMKM.

Makanya tak heran, jika sosok Sarjan sudah begitu melekat di kehidupan rakyat kecil. Pada Sarjan maju pencalegan pada 2024. Ini supaya Sarjan bisa mewujudkan mimpi besar masyarakat kecil yang sejahtera dan berkeadilan, dengan menggulirkan program ‘Merajut Potensi Desa, Merebut Pasar Dunia’.

“Desa harus diprioritaskan sehingga pembangunan akan merata dan tidak hanya terpusat di kota saja. Jika itu terwujud, maka desa akan maju dan ekonomi akan berjalan dengan baik,” tegas Sarjan, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Demokrat.

 

 

 

 

 

 

  


Scroll to top