BERITA INDEX BERITA
Sarjan Tahir Diingatkan Untuk Tidak ‘Cuk Mak Ilang’

Sarjan Tahir (jaket biru pegang topi) saat pertemuan dengan masyarakat Bugis Perantauan di Desa Muara Baru, Banyuasin.
PALEMBANG - Komitmen para caleg kepada masyarakat hal yang
lazim ditemui di setiap Pemilu. Termasuk caleg dari Partai Demokrat, Dapil
Sumsel 1, Sarjan Tahir. Terkait komitmen tersebut, Sarjan Tahir diingatkan oleh
masyarakat yang hendak memilihnya, untuk tidak 'Cuk Mak Ilang'.
"Jangan nanti sudah terpilih Cuk Mak Ilang, Sudah
Dicucuk Ngilang (sudah dipilih menghilang)," ujar Ani Rukiah, warga desa
Muara Baru, Banyuasin, Sumsel, dalam pertemuan dengan Sarjan Tahir.
Kontan, ocehan Ani Rukiah disambut gelak tawa masyarakat
yang juga ikut dalam pertemuan. “Ado istilah baru pulak, Cuk Mak Ilang. Pacak
nian ibu,” celetuk seorang bapak yang tertawa terpingkal-pingkal.
"Soalnya pernah kejadian ada caleg yang datang ke desa
ini minta suara. Tapi sudah terpilih menghilang. Saat dihubungi nomor HP-nya
tidak aktif. Didatangi langsung alamat rumahnya, ternyata palsu," celoteh
Ani Rukiah.
Menanggapi hal itu, Sarjan Tahir menegaskan bahwa dirinya
bukan tipikal orang yang Cuk Mak Ilang. “Saya tidak mau berjanji ya. Tapi kalau
nanti lolos (jadi anggota DPR RI), insyaAllah saya akan datang lagi ke daerah
ini,” kata Sarjan dengan mimic wajah serius.
“Dukungan bapak, ibu, adik-adik sekalian, itu bagi saya tak
ubahnya seperti investasi atau memberi utangan kepada saya. Jadi harus saya
bayar,” sambung Sarjan.
Rindu Sosok Sarjan Tahir
Majunya Sarjan Tahir menjadi calon anggota DPR RI dari
Partai Demokrat, Dapil Sumsel 1 mengobati kerinduan masyarakat di Sumsel.
Mereka antusiasme akan memilih caleg nomor urut 8 ini di hari pencoblosan
tanggal 14 Februari 2024.
Seorang ibu rumah tangga, Yenni mengatakan, Sarjan Tahir
satu-satunya caleg DPR RI yang menjadi pilihannya. “Tidak ada pilihan lain.
Apalagi Pak Sarjan ini sudah banyak berbuat untuk kemajuan masyarakat Sumsel,
dengan menyuarakan aspirasi masyarakat Sumsel kepada pemerintah pusat di
Jakarta,” ujar Yenni.
Yenni menuturkan, Sosok Sarjan Tahir yang pernah memimpin
Partai Demokrat Sumsel dan pernah mengantarkan partai berlambang Mercy itu
meraih kursi terbanyak di DPRD Sumsel dan Kota Palembang di masa
kepemimpinannya, sebagai bukti bahwa Sarjan Tahir memiliki jiwa kepemimpinan
yang mumpuni.
“Di masa Pak Sarjan memimpin Partai Demokrat Sumsel,
perolehan suara partai ini terbesar dibanding DPD-DPD Partai Demokrat lainnya
di Indonesia. Bahkan DPD Partai Demokrat Sumsel menjadi role model bagi DPD-DPD
lainnya,” kata Yenni.
Setali tiga uang, ibu rumah
tangga lainnya, Pipit, juga menegaskan Sarjan Tahir sosok pemimpin yang
mengayomi, sosok panutan yang patut mendapatkan ruang di hati masyarakat.
Makanya, kata dia, saat mengetahui Sarjan Tahir maju menjadi calon DPR RI,
dirinya sangat senang dan berharap sosok yang dikaguminya itu lolos ke Senayan.
“Kami, Srikandi Demokrat sudah lama rindu sosok Pak Sarjan.
Mudah-mudahan ikhtiar Pak Sarjan dilancarkan, dan tetap amanah setelah terpilih
menjadi wakil rakyat nantinya,” kata Pipit yang juga dan anggota Srikandi
Partai Demokrat dan mantan anggota DPRD Banyuasin.
Selain Srikandi Demokrat, dukungan juga deras mengalir dari
para anggota Pandutani Indonesia (Patani) yang sekarang diketuai langsung oleh
Sarjan Tahir, termasuk para pelajar dan pemuda yang tergabung dalam Ikatan
Alumni Latihan Kepemimpinan Siswa (IKA LKS), yang dulunya pernah dibina dan
digembleng oleh Sarjan.
“Ada banyak hal yang tidak boleh kita lupakan, terutama asal
dan usul awal sejarah. Begitupun IKA LKS memiliki sebuah sejarah yang tak bisa
dihapus dari salah satu perintisnya, yakni kakanda Sarjan Tahir,” kata Rustam
Effendi, salah satu pendiri IKA LKS.
Rustam melanjutkan, selain para dewan pendiri, penggagas ,
pun seorang Sarjan Tahir yang pada saat itu di tengah kepopulerannya sebagai
salah satu organisatoris di kalangan pemuda masa itu, telah memiliki pondasi
kuat baik di bidang finansial maupun jaringan.
“Kak Sarjan mau membimbing dan ikut membesarkan IKA LKS
sebagai inisiator sekaligus pembina. Maka bukan suatu hal yang naib ketika kita
berkontribusi juga pada usaha beliau untuk duduk sebagai anggota parlemen,”
ujar Rustam.
“Yang kita tahu beliau (Sarjan Tahir) insya Allah mampu
mengemban amanah yang menjadi harapan masyarakat Indonesia, khususnya Sumatera
Selatan,” sambung Rustam.
Setali tiga uang, salah satu senior IKA LKS, Devita Lestari
juga mengakui kiprah Sarjan Tahir di LKS. “Turut berdoa semoga kanda Sarjan
Tahir urusannya dilancarkan dan sukses, serta berhasil menjadi wakil rakyat,”
doa ibu rumah tangga ini.
Sementara itu, mantan Ketua Umum Pusat Pengurus Bersama
(PPB) IKA LKS, Husyam Usman mengatakan, ketokohan Sarjan Tahir di Sumsel bahkan
kancah nasional sudah tak diragukan lagi. Menurutnya, masyarakat Sumsel butuh
wakil rakyat yang bisa menyampaikan aspirasi dan bersuara lantang di DPR RI.
“Sosok itu ada di Sarjan Tahir. Apalagi beliau pernah
menjadi anggota DPRD Sumsel dan DPR RI, yang pastinya sudah banyak konstribusi
terutama pemikiran beliau untuk kemajuan Sumsel,” tegas Husyam yang juga mantan
Ketua Pemagangan Jepang-Indonesia.
















