BERITA INDEX BERITA
Warga Perantauan Bugis di Banyuasin: Malu Kami Kalau Pak Sarjan Sampai Tak Menang

Suasana silaturahmi Sarjan Tahir dengan warga perantauan Bugis di Banyuasin, bertempat di Desa Muara Baru.
MEKARTI JAYA – Dukungan atas
pencalonan anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Sarjan Tahir terus mengalir
deras. Kali ini datang dari warga perantauan Bugis, Makassar, Sulawesi Selatan
yang sudah lama tinggal di Banyuasin.
Dukungan ini cukup
beralasan, karena memang Sarjan berasal dari Bugis. Sarjan sendiri merantau
ke Palembang pada tahun 90’an, dan karir kepemudaannya bersinar di Kota Pempek.
“Malu kami kalau Pak Sarjan sampai tak menang (jadi anggota DPR RI,” kata Ambo Ako, 51, salah satu warga perantauan Bugis, saat menjemput Sarjan Tahir yang hendak mengunjungi desa-desa yang dihuni warga perantauan Bugis di Banyuasin, pada Senin (5/2/2024).
Ambo Ako mengaku dirinya
sangat mengenal Sarjan Tahir, yang menurutnya seorang sosok rendah hati. “Pak Sarjan
sangat perhatian dengan petani dan nelayan di tempat kami. Beliau sering
mengusahakan bantuan pupuk, benih padi, dan bantuan-bantuan lainnya,” tukasnya.
Setali tiga uang, warga
perantauan Bugis lainnya, Andi Akka, 65, juga sangat senang dan bangga jika nantinya
ada warga Bugis di Sumatera Selatan (Sumsel) yang menjadi anggota DPR RI.
“Sama-sama orang Bugis
pasti senanglah. Setidaknya nanti kalau jadi anggota DPR RI bisa mengusahakan
bantuan pupuk, pembangunan jalan, jembatan, dan lainnya,” ujar Andi Akka yang
kini berdomisili di Desa Muara Baru, Banyuasin.
Sementara itu, Mustafa, 60,
juga warga perantauan Bugis mengatakan, di desanya yakni Desa Sungai Semut,
Parit 7, Kecamatan Mekarti Jaya, Banyuasin, sangat menantikan pengerukan parit.
Ia menjelaskan,
pengerukan parit yang dimaksudnya adalah galian berupa sungai-sungai kecil
untuk akses keluar masuknya warga perantauan Bugis di perairan Banyuasin.
Parit-parit yang ada ini
dibuat secara swadaya oleh warga perantauan Bugis. Pembuatan parit-parit ini sudah
sangat lama, jauh sebelum warga transmigrasi dari Jawa masuk ke daerah perairan
Banyuasin.
“Jadi kalau tanah dan
lumpur dalam parit tidak dikeruk, lama-lama parit jadi dangkal dan menyempit. Tidak
bisa lagi dilewati oleh perahu, tongkang, speedboat,” kata Andi.
Sementara Sarjan Tahir mengaku terharu dan bahagia atas dukungan tulus dari warga perantauan Bugis di Banyuasin. “Saya tidak mau berjanji ya. Tapi kalau nanti lolos (jadi anggota DPR RI), insyaAllah saya akan datang lagi ke daerah ini,” kata Sarjan.
“Dukungan bapak, ibu, adik-adik
sekalian, itu bagi saya tak ubahnya seperti investasi atau memberi utangan
kepada saya. Jadi harus saya bayar,” pungkas Sarjan.
















