BERITA INDEX BERITA
Budidaya Ikan Hias dan Maggot Jadi Kegiatan Unggulan SFV

DEPOK - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui
Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan
(BPPSDM) menjadikan budidaya ikan hias dan pakan alami berbasis maggot sebagai
salah satu ekspose Smart Fisheries Village (SFV) berbasis UPT.
Kepala Pusat Riset Perikanan (Pusriskan) Yayan Hikmayani
mewakili Kepala BPPSDM mengatakan bahwa posisi ikan hias dan maggot saat ini
menjadi sangat strategis dengan potensi yang sangat besar.
Namun demikian terdapat beberapa tantangannya, seperti
perlunya meningkatkan tak hanya produksi tapi juga pengembangan Sumber Daya
Manusia (SDM) dan penggunaan teknologi, salah satunya teknologi maggot.
Menurutnya, hal ini ditangkap oleh BPPSDM melalui program terobosan SFV, baik
SFV berbasis desa maupun SFV berbasis UPT.
"Konsep SFV baik yang di level desa maupun UPT akan
digunakan sebagai sarana pengembangan SDM baik dari aspek pendidikan, pelatihan
dan penyuluhan serta sebagai sarana inkubasi bisnis untuk mencetak startup di
bidang perikanan," ungkap Yayan pada IMAGO FAIR 2023, 6-7 Desember 2023,
di Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) Depok, Jawa Barat.
Lebih lanjut Yayan menyebut bahwa SFV merupakan konsep
pembangunan desa perikanan yang berbasis penerapan teknologi informasi
komunikasi dan manajemen tepat guna berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi
masyarakat desa. SFV mendukung program ekonomi biru yang tertuang dalam program
prioritas KKP.
"Pengembangan desa perikanan menjadi SFV berbasis desa
dan UPT merupakan sebuah kebutuhan, dimana sebuah desa atau UPT dipandang bukan
lagi sebuah komunitas statis namun perlu didorong dengan inovasi
program-program yang membawa modernisasi dan peningkatan daya saing. Diharapkan
melalui SFV akan terbentuk jejaring bisnis, pengetahuan, keterampilan dan
interaksi antar pelaku bisnis yang dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat
desa dan UPT itu sendiri," tambahnya.
Dengan beralihnya tugas dan fungsi riset, SFV UPT lingkup
BPPSDM, termasuk BRBIH Depok, memanfaatkan sarana dan prasarana eks riset untuk
dimanfaatkan sebagai contoh model pengembangan SDM dan teknologi guna
diapdosikan di masyarakat.
Sebagai ekspose SFV UPT, BRBIH menggelar IMAGO FAIR 2023
untuk pertama kalinya yang mempertemukan pelaku ikan hias dan magot dalam
ekosistem pasar. IMAGO Fair ini juga diharapkan menghasilkan puluhan aquascaper
baru dan ratusan taruna-taruni yang terampil dalam pengemasan ikan hias.
"Ini menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan para
stakeholder dan praktisi untuk bersama-sama membangun industri ikan hias dan
magot", ujar Yayan.
Pada IMAGO FAIR kali ini diluncurkan Miniplant of Low Carbon
Feed berikut produk turunan magot, tandatangan kerja sama dengan para mitra,
pemutaran video produk loca feed dan video cooming soon aplikasi lelang digital
(aquatia), market day, bazaar, coaching clinic aquascape, packing ikan hias,
lomba mewarnai, demo memasak ikan, penyerahan 1.000 ekor ikan koi dan 1.000
ekor ikan neon tetra kepada kelompok pembudidaya, Sharing Knowledge, dan
sebagainya.
Sharing Knowledge diharapkan dapat menghasilkan outcome
terbentuknya jejaring dan penyuplai ikan hias dan magot ke industri, serta
terbangunnya satu miniplant Low Carbon Feed baru. Bertindak sbg narasumber
Sharing Knowledge yaitu Staf Khusus Menteri KUKM Riza Damanik, Guru Besar
Universitas Indonesia Prof. Martani Huseini, Ketua Asosiasi Ikan Hias Joty
Atmadjaja, Ketua II Asosiasi BSF Indonesia Markus Susanto, dan Direktur PT.
Green Prosa Arky Gilang.
Turut hadir pada kegiatan ini antara lain para Kepala
Dinas/Badan Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota seperti DKI Jakarta,
Depok, Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Magetan, Tulungagung, Tanah
Bumbu, para Kepala UPT, penyuluh perikanan, dosen dan taruna lingkup BPPSDM,
mitra perusahaan, dan sebagainya. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk
masyarakat umum.
















