BERITA INDEX BERITA
Bank Dunia Beri Bantuan Perangkat Digitalisasi untuk Desa Cerdas

JAKARTA
- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT),
Abdul Halim Iskandar menyatakan negosiasinya dengan perwakilan World Bank (WB)
atau Bank Dunia telah mencapai kesepakatan hingga mendapatkan bantuan perangkat
digitalisasi untuk Desa Cerdas.
Dalam
kesepakatan ini, Bank Dunia akan membantu seluruh kebutuhan perlengkapan
digitalisasi Desa Cerdas. Mulai dari seperangkat komputer yang dapat terkoneksi
dengan jaringan internet, layar proyektor hingga printer.
"Bersamaan
dengan pertemuan saya dengan Bank Dunia, terus terang saya ngotot, kalau tidak
ada barang yang diberikan ke desa, berupa komputer dan bantuan program, lebih
baik kegiatan Desa Cerdas tidak dilanjutkan. Dan Alhamdulillah berhasil,"
ujar menteri yang akrab disapa Gus Halim saat memberi pengarahan melalui video
conference di sela-sela penyerahan bantuan secara simbolis personal computer
dan printer untuk 235 Desa Cerdas Fase 1, Minggu (19/11/23).
Menurut
Profesor Kehormatan UNESA ini, ada tiga elemen pendukung yang
mengimplementasikan sebuah desa sebagai Desa Cerdas. Pertama, kapasitas
kelembagaan pemerintah, selanjutnya kualitas sumber daya manusia, dan
infrastruktur teknologi.
Ketiga
elemen ini memberikan tantangan tersendiri khususnya bagi kepala desa,
pendamping desa, serta kader dan duta digital. Selain itu, ketiga elemen
tersebut merupakan fondasi pengembangan Desa Cerdas secara berkelanjutan.
Gus
Halim menambahkan, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi (PDTT) juga menyediakan pendanaan Rp20 juta per tahun untuk
kegiatan Ruang Komunitas Digital Desa, seperti mendanai pertemuan, inisiatif
gerakan digitalisasi, hingga kebutuhan langganan internet secara berkala.
"Program
Desa Cerdas membuka kesempatan bagi desa mengembangkan Ruang Komunitas Digital
Desa. Ruang ini telah memiliki kelengkapan sarana, serta dapat melaksanakan
kegiatan digitalisasi desa, menjadi revolusi tersembunyi desa, untuk menjalani
transformasi digital bangsa Indonesia," ungkap mantan Ketua DPRD Jawa
Timur ini.
Di
samping itu, lanjut Gus Halim, Desa Cerdas juga erat kaitannya dengan kesiapan
aparatur pemerintah desa dalam menerapkan e-government desa. Sehingga dapat
mengelola data-data pembangunan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat
dalam memanfaatkan layanan administrasi online di desa.
Gus
Halim juga berharap, dengan kehadiran perangkat digital dan internet di setiap
desa itu, rancangan pembangunan desa lebih terarah berdasarkan masalah dan
kebutuhan warga. Jika data yang bersumber dari desa telah valid dan berbasis
elektronik, maka akan memudahkan mencapai terwujudnya satu data nasional.
"Agar
pelayanan kepada masyarakat cepat, semakin mudah, dan yang tidak kalah
pentingnya adalah data apapun yang ada di desa betul-betul bisa diidentifikasi
dan dikelola sebaik-baiknya. Sehingga perencanaan pembangunan desa sesuai
masalah yang dihadapi warga Desa," pungkasnya.
Dalam
kesempatan itu, Gus Halim juga didampingi Kepala BPI Kemendes PDTT Ivanovich
Agusta, Sekretaris BPI Fince Decima Hasibuan, serta Kepala Pusdaing Helmiati.
















