BERITA INDEX BERITA
Mentan Libatkan Anak Muda dan Penyuluh Optimalkan Lahan Rawa

INDRALAYA - Kementerian
Pertanian (Kementan) kembali memanfaatkan dan mengembangkan lahan rawa sebagai
alternatif peningkatan produksi padi. Untuk memastikannya, Menteri Pertanian
(Mentan) Andi Amran Sulaiman hari ini mengunjungi Sumatera Selatan (Sumsel)
yang memiliki potensi besar untuk pengembangan lahan rawa.
Salah satu potensi lahan rawa di
Sumatera Selatan adalah lahan Rawa Lebak yang berada persis di perbatasan dua
kabupaten, yaitu Kab Ogan Komering Ilir dan Kab Ogan Ilir (OI).
Mentan Amran mengatakan,
pengembangan lahan rawa merupakan komitmennya untuk mempercepat kebutuhan masa
tanam dalam waktu dekat ini. Pengembangan lahan rawa ini dikelola melalui optimasi
lahan yang diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman dan
produktivitas.
“Tolong bantu percepat tanam
percepat produksi sehingga kita tidak perlu impor. Kami akan bentuk
brigade, ada combine harvester, excavator, traktor, dan lain-lain. Saya mau
pemuda pemuda yang mengelola. Nanti bagi hasil sehinga pemuda untung, petani
pun untung,” ujar Mentan Amran saat ditemui wartawan seusai memantau lahan Rawa
Lebak di Kab Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Selasa (13/11/2023).
Kegiatan optimasi lahan rawa
difokuskan pada perbaikan infrastruktur air dan lahan. Dengan penataan sistem
tata air dan lahan, diharapkan lahan rawa bisa menjadi lahan pertanian
produktif.
"Tata kelola air dan
perbaikan infrastruktur irigasi menjadi hal yg krusial dalam pengelolaan lahan
rawa," ungkap Mentan Amran.
Disela memantau lahan rawa,
Mentan Amran bersama para penyuluh pertanian ikut melakukan panen padi di Desa
Embacang ,Kab Ogan Ilir. Di lokasi ini petani telah membuat sumur bor tanah
dangkal, sehingga air tersedia cukup untuk mencapai indeks pertanaman (IP)
300.
"Kalau lahan sudah
dioptimalkan menjadi IP 300, setelah belum lama panen, bisa langsung tanam
lagi," kata Mentan Amran.
Usai melakukan panen, Mentan
Amran melanjutkan kunjungannya ke Desa Talang Tengah, Kabupaten Ogan ilir. Di
sini Mentan Amran memantau langsung pembuatan saluran air dan long stroge yang
dibangun secara swadaya oleh petani dengan menggunakan alat berat (excavator).
"Dengan adanya saluran ini
diharapkan kondisi air pada lahan lebih dapat ditata. Tidak kebanjiran saat
musim hujan, dan pada saat mulai masuk musim kering, masih terdapat air pada
long storage," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama,
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ali Jamil menjelaskan,
potensi lahan rawa di Sumsel mencapai 3.054.347,60 hektare. Ali Jamil
mengungkapkan luas lahan rawa lebak mencapai 1.354.805,88 hektare dan luas lahan
rawa pasang surut mencapai 1.699.541,71 hektare.
"Langkah awal peningkatan
produksi padi akan ditempuh dengan meningkatkan luas tanam melalui peningkatan
Indeks Pertanaman dengan program optimasi lahan. Kita akan segera lakukan
penataan tanggul, pembangunan pintu-pintu air, pompanisasi, dan lain-lain,"
pungkasnya.(*)
















