BERITA INDEX BERITA
Dibangun di Atas Lembah, Jalan Tol Bangkinang - Koto Kampar Suguhkan Panorama Indah

PEKANBARU – Jalan tol dengan
pemandangan cantik dapat segera dirasakan masyarakat Riau, pasalnya jalan tol
Ruas Pekanbaru – Padang Seksi Bangkinang – Pangkalan Tahap I (Bangkinang – Koto
Kampar) akan dilengkapi dengan jembatan layang yang dibangun di atas lembah dan
menyuguhkan pemandangan alam yang bebas dan asri.
Dalam pembangunannya, ruas ini melalui kontur eksisting yang ekstrim (lembah)
dengan kedalaman s.d 30 m dan panjang s.d 500 m sehingga diperlukan bangunan
jembatan. Direktur Operasi III PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro menyebutkan
bahwa dengan kondisi tersebut, sebelumnya telah dilakukan berbagai kajian atas
tipe jembatan.
“Kita telah lakukan beberapa kajian tipe-tipe jembatan diantaranya box
beton (Box Girder), gelagar beton hingga girder dengan struktur
sambungan yang menggunakan pin (Unibridge). Kemudian disepakati
menggunakan metode unibridge dengan sejumlah pertimbangan,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan dengan penggunaan unibridge maka jumlah kolom yang
diperlukan lebih sedikit, struktur atas yang ringan sehingga dapat mengoptimasi
dimensi kolom dan pondasi, proses pekerjaan yang lebih mudah dan sederhana,
sehingga metode ini lebih unggul juga dalam segi biaya konstruksi.
Dengan tinggi jembatan berkisar 20 – 30 m dan panjang bentang 60 m, ruas ini
nantinya dilengkapi 3 jembatan yang dilakukan dengan metode unibridge.
Jembatan ini dinamakan Jembatan Gadang 1 dan Jembatan Gadang 2, berlokasi di
Desa Pulo Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, sementara Jembatan Alai 1
berlokasi di Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar.
Jalan tol dengan jembatan unibridge ini nantinya akan menjadi
pertama di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Metode unibridge yang ditemukan oleh
Matiere ini memiliki keunikan dari sisi pelaksanaan pekerjaan jembatan, salah
satunya yaitu sambungan antar segmen jembatan yang digunakan hanya pin baja
bermutu tinggi, untuk hasil pengerjaan yang bermutu dan kualitas tinggi dan mempermudah pelaksanaan
pekerjaan.
Koentjoro menambahkan jalan tol yang dibangun sejak pertengahan 2019 dengan
total panjang 24,7 km ini mencatatkan progres yang signifikan dan optimis
rampung sesuai target di akhir tahun 2023. “Hingga agustus 2023, progres jalan
tol mencapai 80%, dan progres pengadaan lahan terus berjalan sebesar 94,74%,”
ungkapnya.
Selain itu, dalam pelaksanaan pekerjaan proyek jalan tol ini dilakukan juga
sejumlah strategi percepatan diantaranya dengan melakukan monitoring dan
evaluasi terhadap ketersediaan sumber daya (material dan peralatan),
memaksimalkan pekerjaan pada cuaca cerah dengan menambah jam kerja, serta
penggunaan sejumlah teknik konstruksi seperti untuk perbaikan tanah dasar
digunakan replacement
+ preloading,
dan untuk penahanan tanah digunakan teknik soil nailing dan MSE Wall.
Tidak hanya dikelilingi lanskap pemandangan perbukitan, pengguna jalan tol
nantinya dapat memangkas waktu tempuh dari Bangkinang ke XIII Koto Kampar dari
semula 45 - 60 menit menjadi 18 - 20 menit dengan kecepatan rencana jalan tol
yakni 80 km/jam. Adapun fasilitas struktur lainnya, jalan tol ini akan
dilengkapi 1 interchange,
1 overpass,
8 mainbridge,
dan 2 gerbang tol.
Dalam kunjungan Wakil Menteri Dalam Negeri, John Wempi Wetipo pada akhir tahun
2022 lalu, ia memberikan apresiasi terhadap PT Hutama Karya (Persero) atas
pembangunan Bangkinang – Koto Kampar. “Gerbang tol Bangkinang merupakan jalan
tol terbaik dari sisi konstruksi, sukses untuk Hutama Karya,” ungkapannya. Jika
nantinya jalan tol ini rampung, Pekanbaru – Bangkinang akan terkoneksi, dan
menambah deretan tol di Pekanbaru yang akan semakin mendukung wilayah tersebut
menjadi epicentrum
ASEAN.
Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS)
sepanjang ±1.021,5 km, termasuk dengan jalan tol dukungan konstruksi. Untuk
ruas tol Konstruksi 347,5 km dan 674 km ruas tol Operasi.
Adapun ruas yang telah beroperasi secara penuh diantaranya
yakni Tol Bakauheni – Terbanggi Besar (141 km), Tol Terbanggi Besar – Pematang
Panggang – Kayu Agung (189 km), Tol Palembang – Indralaya (22 km), Tol Medan
Binjai (17 km), Tol Pekanbaru – Dumai (132 km), Tol Sigli Banda Aceh Seksi 2–6
(50 km) serta Tol Binjai – Langsa Seksi 1 (12 km), Tol Bengkulu – Taba
Penanjung (18 km) dan Tol Pekanbaru – Bangkinang (31 km), Tol Indralaya –
Prabumulih (64 km).
















