BERITA INDEX BERITA
Wirausaha Syarat Mutlak Atasi Minimnya Lapangan Kerja Formal

MALANG -
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK)
Muhadjir Effendy mengatakan, kewirausahaan tidak hanya sebagai alternatif
pekerjaan, tetapi juga menjadi arus utama kebijakan pemerintah untuk mendorong
dunia usaha dan dunia kewirausahaan berkembang pesat di Indonesia.
Hal itu
disampaikan saat menjadi narasumber dalam agenda Seminar Nasional dengan tema
“Peluang dan Tantangan Pendidikan Kewirausahaan di Era Merdeka Belajar” yang
digelar oleh Universitas Negeri Malang, pada Sabtu (9/9).
Muhadjir
menjelaskan, ketersediaan lapangan pekerjaan formal untuk para angkatan kerja
masih sangat terbatas dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan, baik lulusan
baru dari SMA sederajat maupun perguruan tinggi hingga angkatan kerja dari
lulusan tahun sebelumnya yang belum mendapatkan pekerjaan.
“Tidak
ada pilihan lain, harus betul-betul secara sistemik menyiapkan anak-anak muda
generasi milenial dan generasi Z ini siap untuk mengambil risiko dan juga siap
untuk mandiri memajukan Indonesia di dunia kerja,” ujar Muhadjir.
Muhadjir
menerangkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai macam skema untuk mengatasi
persoalan tersebut, salah satunya melalui skema kartu prakerja. Melalui program
itu, angkatan kerja tidak hanya diasah kemampuan dan keterampilan dalam
bidangnya masing-masing, tetapi juga dapat belajar mengolah dan memasarkan
produk yang dihasilkan untuk berwirausaha.
Selain
itu, Muhadjir juga menjelaskan bahwa pemerintah juga telah menyiapkan program
permodalan untuk para angkatan kerja yang dapat digunakan untuk berwirausaha,
seperti misalnya program Kredit Usaha Rakyat, Permodalan Nasional Madani PNM,
dan berbagai macam skema lainnya.
Untuk
mendukung berbagai program itu, pemerintah juga telah menyiapkan lima jenis
program jaminan sebagai bentuk perlindungan negara kepada pekerja, antara lain
jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun,
serta jaminan kehilangan pekerjaan.
“Lima
jaminan ini sebetulnya termasuk bagian dari upaya kita untuk memastikan para
angkatan kerja Indonesia berani mengambil risiko, karena tidak ada pekerjaan
tanpa risiko, dan orang yang berani mengambil risiko adalah orang yang
berhasil,” sambung Muhadjir.
Diketahui
agenda seminar tersebut juga dihadiri oleh Ketua DPP Asosiasi Pengusaha
Indonesia Jawa Barat Ning Wahyu Astutik, tenaga pengajar, dan ratusan mahasiswa
Universitas Negeri Malang dari berbagai program studi.
















