BERITA INDEX BERITA
AHY: Pagelaran Budaya Wayang Kulit Harus Terus Dilestarikan

JAKARTA - Ketua
Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, sebagai sebuah
tradisi dan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat Indonesia, pagelaran wayang kulit tidak boleh berhenti, harus terus
dilestarikan sampai kapan pun.
“Sejatinya pagelaran wayang kulit ini adalah upaya yang mulia
untuk melanjutkan tradisi dan kebudayaan luhur bangsa Indonesia,” kata AHY saat
menghadiri Gelaran Wayang Kulit di Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS),
Jakarta Selatan, Minggu (27/8).
Kedatangan AHY di acara Gelaran Wayang Kulit Parikesit
Jumeneng Ratu, disambut langsung oleh Presiden PKS Ahmad Syaikhu. “Terima kasih
banyak sudah datang, terima kasih atas kehadirannya, bagaimana kabarnya?"
tanya Syaikhu kepada AHY. "Baik, alhamdulillah," jawab AHY dengan
senyuman.
Usai berasalaman dan bertegur sapa, keduanya langsung masuk
ke dalam kantor DPP PKS dan disambut oleh bakal calon presiden (bacapres) Koalisi
Perubahan Anies Rasyid Baswedan, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, sejumlah
purnawirawan perwira tinggi TNI-Polri, serta tamu undangan lainnya.
“Saya menyambut sangat baik upaya yang dilakukan oleh
Presiden PKS dan jajaran menghadirkan acara semacam ini. Sangat baik untuk
memperkuat hubungan dan juga soliditas di antara partai-partai koalisi,” kata
AHY.
“Insya Allah nanti akan banyak pelajaran berharga seperti
yang disampaikan oleh Pak Capres (Capres Anies Baswedan) tadi, mengisyaratkan
bahwa dalam kehidupan selalu ada suka dukanya. Ada dinamikanya termasuk juga
dalam kehidupan politik,” sambung AHY.
AHY juga
menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden PKS dan jajarannya
yang telah rutin mengadakan acara ini.
“Tentunya
indah jika kita bisa mengambil pelajaran berharga dari apa yang akan
disampaikan melalui pewayangan ini. Tradisi yang sangat baik. Demokrat juga
terinspirasi oleh acara-acara dilakukan oleh PKS ini,” ujar AHY.
“Mudah-mudahan
sama-sama kita bisa terus mengembangkan, melestarikan budaya Indonesia,
pewayangan maupun yang lainnya. Terima kasih,” pungkas AHY.
















