BERITA INDEX BERITA
Kesan Mendalam Deputy Secretary of Energy AS dengan Keliki, Desa Energi Berdikari Pertamina

GIANYAR – Kesan mendalam dirasakan Deputy Secretary of Energy
Amerika Serikat David Turk saat mengunjungi Desa Keliki, Tegallalang, Gianyar
Bali. Desa Energi Berdikari Pertamina ini merupakan desa percontohan program
desa berbasis energi terbarukan dengan didukung oleh Pertamina.
Turut mendampingi
kunjungan tersebut Deputy Assistant Secretary for Asia Elizabeth Urbanas,
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan & Konservasi Energi (EBTKE)
Kementerian ESDM Yudo Dwinanda Priaadi, VP CSR & SMEPP Management Pertamina
Fajriyah Usman, VP Sustainability Pertamina Nanang Sahroini.
Rombongan
ASEAN Minister on Energy yang melakukan pertemuan di Nusa Dua dari 22 -26
Agustus ini pun menyempatkan mengunjungi contoh implementasi desa berbasis
energi terbarukan yaitu desa energi berdikari Pertamina.
Deputy
Secretary of Energy Amerika Serikat David Turk mengaku sangat terkesan dengan
leadership dari komunitas terutama dalam penerapan energi baru terbarukan. Terlebih
saat melihat pengolahan sampah organik yang menggunakan solar panel untuk
menghidupkan energi listrik.
Ia juga
diajak ke Subak Lauh Batu yang menggunakan sistem pengairan dari sumur bor,
yang mana pompanya menggunakan energi solar panel.
Direktur
Jenderal Energi Baru Terbarukan & Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian
ESDM Yudo Dwinanda Priaadi mengapresiasi upaya Pertamina untuk memandirikan
desa dari sisi energi. Tidak hanya memberikan bantuan tapi juga melatih
masyarakat untuk mandiri, melakukannya sendiri.
“Di sana ada
PLTS untuk pengolahan sampah, dan ada pompa air yang menggunakan energi listrik
PLTS, saya pikir ini contoh yang baik bahwa kita melakukan transisi energi yang
dilakukan di level desa dan menunjukkan pada negara maju seperti Amerika
Serikat,” ujarnya sambil mengucapkan terima kasih kepada Pertamina.
Terobosan
yang dilakukan oleh Pertamina tidak hanya untuk pemberdayaan masyarakat namun juga
pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap lingkungan yaitu mengurangi emisi
karbon. Ia berharap desa energi berdikari Pertamina terus bertambah.
VP CSR &
SMEPP Management Pertamina, Fajriyah Usman yang turut hadir pada kunjungan
tersebut mengatakan bahwa Desa Energi Berdikari di Desa Keliki ini sangat
berdampak positif bagi Masyarakat di Desa Keliki.
Tidak hanya
dalam kemandirian energi tetapi pengembangan perekonomian juga dijalankan oleh
Pertamina berkolaborasi bersama local community. Ke depan program ini akan
terus sustain, menjadi mandiri dan memberikan dampak yang positif kepada
seluruh masyarakat
Perbekel Desa
Keliki I Ketut Wita mengucapkan terima kasih kepada Pertamina dan Wakil Menteri
Energi AS yang telah hadir melihat aktivitas dari komunitas lokal. Terutama
berkaitan dengan penggunaan EBT yaitu solar panel untuk kegiatan pengolahan
sampah dan pompa air untuk irigasi subak.
Tidak hanya
satu subak yang mendapat bantuan pompa air serta solar panel dari Pertamina,
namun 7 subak yang ada di Desa Keliki. Bantuan tersebut menurutnya sangat
membantu apalagi pada musim kemarau, yang mana tidak semua sawah dapat terairi
dengan sistem irigasi subak, sehingga memang sangat membutuhkan sumur bor.
“Desa kami
saat ini di kenal oleh Dunia melalui Desa Energi Berdikari Pertamina, saat ini
masyarkat juga tidak khawatir lagi dengan kebutuhan air untuk bercocok tanam
pada saat musim kemarau, karena sudah terpenuhi dengan adanya sumur bor
bersumber energi dari PLTS serta saat ini kegiatan operasional listrik pengelolaan
sampah di TPS3R juga sudah terpenuhi dengan adanya PLTS,” ujarnya.
Vice
President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso
menjelaskan bahwa selain di desa Keliki, desa energi berdikari Pertamina sudah tersebar
di 52 lokasi.
Desa energi
berdikari Pertamina ini menghasilkan 143.250 WP energi Pembangit Listrik Tenaga
Surya, 605.000m3/tahun energi Gas Metana & Biogas, 16.500 WP energi Hybrid
Surya dan Angin, 8.000 Watt energi microhydro dan 6.500 liter/tahun biodiesel,
dapat mengurangi dampak emisi sebesar 565.896 tonCo2eq/ tahun serta memberikan
dampak ekonomi kepada masyarakat sebesar 1,8 miliar/tahun.
"Pertamina
akan terus memperluas keterlibatan masyarakat dalam mendukung program mandiri
energi di desa-desa dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitarnya," ujar
Fadjar.
Program desa
energi berdikari Pertamina sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
(SDGs) dalam poin #7 (Energi Bersih dan Terjangkau), poin #8 (Pekerjaan Layak
dan Pertumbuhan Ekonomi), dan poin #13 (Tindakan terhadap Perubahan Iklim).
Melalui
program ini, Pertamina juga berkontribusi pada target Pemerintah untuk mencapai
Net Zero Emission pada tahun 2060 serta mendukung kemandirian energi dan
ekonomi Masyarakat.
Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi,
berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus
mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable
Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan
Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi
Pertamina
















