BERITA INDEX BERITA
KKP Perkuat Peran Masyarakat Pesisir Kelola Kawasan Konservasi

JAKARTA
– Kementerian
Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat peran masyarakat pesisir Lombok Barat
dalam mengelola kawasan konservasi. Upaya tersebut dilakukan melalui
pendampingan intensif terhadap Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi
(KOMPAK) termasuk dalam pemanfaatan bantuan yang diberikan Pemerintah.
Pendampingan tersebut diberikan kepada beberapa kelompok
yang telah menerima bantuan konservasi bagi kelompok masyarakat (KOMPAK) di
Provinsi NTB yaitu Sumbawa Grow Up, Komunitas Pencinta Alam (KOPA) Mbojo,
Pokmaswas Gili Matra, Kelompok Deep BlueSea dan Kelompok Baywatch.
KKP memberikan pemahaman tentang cara-cara memanfaatkan
bantuan pemerintah bidang konservasi yang baik bagi kelompok masyarakat
penggerak konservasi di wilayah Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara
Barat (NTB).
Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Muh.
Firdaus Agung Kunto Kurniawan menjelaskan bahwa KKP terus berupaya meningkatkan
efektivitas pengelolaan kawasan konservasi dengan cara memperkuat peran
masyarakat di kawasan konservasi.
“KOMPAK menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan
konservasi di wilayah Nusa Tenggara Barat karena ikut melakukan aktivitas
perlindungan dan pelestarian sumberdaya di kawasan konservasi,” ujar Firdaus.
Sebelumnya, bantuan pemerintah bidang konservasi telah
disalurkan kepada Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) berupa
peralatan selam di Provinsi NTB meliputi Kab. Lombok Utara, Kab. Sumbawa, Kota
Bima dan Kab. Lombok Barat.
Lebih lanjut Firdaus menerangkan bantuan konservasi
diberikan pemerintah agar peran serta masyarakat dalam mengelola kawasan
konservasi semakin meningkat. Tak hanya itu, bantuan konservasi ini juga sangat
dibutuhkan kelompok untuk mendukung kegiatan konservasi di wilayahnya sehingga
dapat mendorong terciptanya dampak ekonomi pada masyarakat di sekitar kawasan
konservasi.
Selain dapat meningkatkan kompetensi dalam melakukan
perawatan bantuan serta pemantauan terumbu karang, melalui bimbingan teknis,
masyarakat diharapkan dapat menyampaikan pelaporan kasus-kasus pemutihan karang
di wilayah NTB.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB Muslim
yang hadir dalam kegiatan ini juga menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai
penggerak kelompok masyarakat dalam membangun destinasi wisata dan memanfaatkan
sumberdaya secara berkelanjutan.
Di kesempatan yang sama, Koordinator Bidang Diklat
Komunitas Pecinta Alam (KOPA) Mbojo M. Yeriansyah menyambut baik inisiatif KKP
memberikan bimbingan secara teknis kepada kelompok masyarakat.
"Kami bisa memperbarui lagi ilmu kesehatan terumbu
karang dan pendataan cepat terumbu karang. Selain itu, kelas open water POSSI
sangat bermanfaat bagi kami," urainya.
Yeriansyah juga berharap KKP terus melanjutkan berbagai
kegiatan yang mendukung keberlanjutan kelompok seperti pelatihan konservasi,
sertifikasi open water, pemandu snorkeling dan pemandu selam.
Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan
Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk terus mendorong kelompok penerima bantuan
selalu menjadi garda terdepan dalam membangun sektor kelautan dan perikanan
melalui berbagai aksi perlindungan dan konservasi.
















