BERITA INDEX BERITA
Tradisi Unik 17 Agustus-an di Berbagai Daerah di Indonesia

BULAN Agustus di setiap tahunnya selalu jadi bulan yang
meriah di Indonesia karena seluruh warga di berbagai penjuru Indonesia sangat
antusias untuk menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
Bukan hanya menghias dan mendekorasi kampung dan tempat
tinggal dengan berbagai pernak-pernik dan atribut khas 17-an, di beberapa
daerah juga biasanya sering diselenggarakan tradisi lainnya yang membuat
perayaan semakin meriah.
Berikut beberapa tradisi unik yang biasa dilakukan oleh
masyarakat untuk memeriahkan HUT RI di daerahnya masing-masing berikut ini!
1. Tradisi Pacu Kude, Aceh
Pernahkah Sobat Pesona mendengar tentang tradisi Pacu Kude?
Tradisi yang sudah dilakukan oleh masyarakat Aceh ini merupakan permainan
rakyat yang sudah ada pada masa kolonial Belanda yang biasa dimainkan setelah
panen.
Setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1956,
permainan ini secara resmi diambil alih oleh pemerintah setempat. Sejak saat
itulah pemerintah dan masyarakat Aceh menganggap bahwa Pacu Kude merupakan
simbol dari perjuangan rakyat untuk mendapatkan kemerdekaan.
Maka, dari sini lah tradisi Pacu Kude terus digalakan dalam
rangka merayakan HUT RI setiap tahunnya. Oh iya, kuda yang digunakan untuk
acara ini juga merupakan kuda hasil persilangan antara kuda Australia dan kuda
Gayo, lho. Biasanya, kuda yang ikut serta dalam pacuan ini berasal dari enam
daerah yakni Aceh Tengah yang merupakan tuan rumah, Bener Meriah, Gayo Lues,
Aceh Tenggara, Aceh Besar, dan Sumatera Barat.
2. Lomba Dayung, Banjarmasin
Bergeser ke Pulau Kalimantan, tepatnya di Banjarmasin, ada
sebuah perlombaan yang selalu menarik perhatian banyak orang. Ya, apalagi kalau
bukan Lomba Dayung Perahu Naga yang rutin dilakukan setiap tahunnya di Sungai
Martapura. Acara ini bukan kegiatan baru, melainkan sudah dilakukan sejak tahun
1924.
Lomba dayung ini bukan hanya dijadikan hiburan ketika
menyambut ulang tahun kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mencari
bibit-bibit pendayung andal. Awalnya acara ini memang hanya diperuntukkan bagi
warga setempat, namun karena semakin terkenal, pesertanya pun semakin beragam,
termasuk dari provinsi tetangga.
3. Obor Estafet, Semarang
Tradisi yang tidak kalah unik dan meriah juga dilakukan oleh
warga Semarang, tepatnya di Kelurahan Papandayan, Kecamatan Gajahmungkur,
Semarang, Jawa Tengah. Masyarakat melakukan lari obor estafet. Acara ini juga
sudah dilakukan sejak lama lho, kurang lebih 30 tahun.
Yang menjadi peserta dalam lomba lari sambil membawa obor
ini adalah para atlet terbaik di Semarang. Sobat Pesona mungkin penasaran,
kenapa harus menggunakan obor? Apa yang istimewa dengan obor?
Obor dianggap sebagai simbol semangat dari para pahlawan
saat memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Nah, melalui lomba obor
estafet ini, masyarakat diharapkan dapat mencontoh semangat para pahlawan dan
melanjutkan perjuangan mereka dalam mengisi kemerdekaan.
4. Lomba Sampan Layar, Batam
Tidak kalah meriah dengan daerah lainnya, warga Batam juga
memiliki permainan tradisional yang kemudian menjadi tradisi tahunan dalam
rangka perayaan ulang tahun kemerdekaan,
yakni lomba sampan layar. Acara ini terus diselenggarakan setiap tahunnya sejak
tahun 1965. Lomba ini biasanya dilaksanakan setelah upacara peringatan HUT RI.
Meski hanya sekali, Sobat Pesona harus menonton pertandingan
ini secara langsung, karena acaranya sangat menakjubkan. Akan ada banyak perahu
kayu warna-warni yang berlayar dan membuat suasana kian semarak. Karena sudah
cukup populer, acara ini bahkan bukan hanya diikuti oleh warga Batam saja,
tetapi wisatawan domestik hingga ke mancanegara, lho!
5. Telok Abang, Palembang
Jika Sobat Pesona kebetulan sedang mengunjungi Palembang
pada bulan Agustus, Sobat Pesona mungkin akan menemukan banyak sekali penjual
Telok Abang di sepanjang jalan. Ini adalah mainan khas bulan Agustus yang
selalu diburu oleh masyarakat.
Mainan dari gabus yang dibentuk menjadi kapal laut, pesawat
terbang, atau kereta ini sudah lekat dan sudah menjadi bagian dari tradisi
perayaan HUT RI. Selain gabus yang berwarna kuning serta berbagai kertas yang
ditempelkan sebagai hiasan, Telok Abang juga dilengkapi dengan telur rebus.
Uniknya, telur tersebut dicat dengan warna merah, kemudian ditancapkan di
bagian tengah kapal.
6 | Barikan, Malang
Barikan adalah sebuah tradisi yang dilakukan oleh warga
Malang setiap tanggal 16 Agustus malam. Acara ini merupakan syukuran di setiap
kampung atau lingkungan warga. Dalam acara ini, biasanya akan ada acara doa
bersama, renungan kemerdekaan, menyanyikan lagu kebangsaan, dan makan bersama.
Acara ini dilakukan sebagai wujud syukur serta ajang silaturahmi untuk
mempererat persaudaraan antar tetangga.
7. Sepakbola Durian, Kebumen
Bulan Agustus memang identik dengan berbagai macam
perlombaan unik di masyarakat. Mulai dari lomba makan kerupuk, hingga lomba
yang cukup ekstrem seperti yang diadakan oleh Masyarakat Kebumen, Jawa Tengah.
Mereka rutin mengadakan lomba sepakbola, namun uniknya, mereka mengganti bola
dengan durian.
Karena cukup ekstrem, perlombaan ini biasanya hanya diikuti
oleh orang tertentu misalnya anggota laskar Densus 99 dan anggota forum
spiritual. Sebelum perlombaan pun akan diadakan doa bersama untuk keselamatan
para peserta. Unik sekali, kan?
8 | Tirakatan, Jawa
Bagi Sobat Pesona yang tinggal di wilayah Jawa, mungkin
sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Tirakatan. Tirakatan adalah tradisi
wajib yang biasa dilakukan setiap tanggal 16 Agustus malam. Acara ini biasanya
dihadiri oleh para sesepuh dan pejabat desa, serta warga setempat.
Susunan acaranya meliputi pembacaan sajak atau mengenang
jasa pahlawan, mengheningkan cipta, doa bersama, lalu kemudian dilanjutkan
dengan makan bersama satu kampung. Biasanya, dalam acara ini juga akan ada
penyerahan hadiah untuk berbagai macam lomba yang sudah diadakan sebelumnya.
9 | Pawai Jampana, Bandung
Selanjutnya adalah tradisi dari Bandung, Jawa Barat. Dalam
menyambut HUT RI, masyarakat kota kembang ini biasanya akan mengadakan pawai
yang disebut sebagai Pawai Jampana. Dalam pawai ini akan ada tandu besar yang
berisi aneka hasil bumi, hasil kerajinan masyarakat setempat, serta berbagai
macam makanan. Tandu tersebut akan dibawa oleh empat orang.
Nah, tandu yang ada di dalam pawai ini bukan hanya satu,
melainkan ada puluhan. Hasil bumi yang ada pada tandu tersebut kemudian akan
diperebutkan oleh peserta pawai dan warga yang ikut menyaksikan pawai. Lalu,
makanan yang juga ada pada tandu akan disantap bersama-sama. Wah, sungguh wujud
persatuan dan kekompakan yang luar biasa, ya!
10 | Peresean, Lombok
Setiap tahunnya, dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI,
Lombok menggelar lomba Peresean yang menghadirkan pepadu-pepadu (jagoan)
terkenal untuk adu ketangkasan. Peresean sendiri merupakan kesenian tradisional
masyarakat Suku Sasak Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Tradisi ini mempertemukan pepadu dari berbagai pelosok
Lombok untuk beradu ketangkasan dan saling serang dengan bersenjatakan rotan
dan perisai yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau. Meskipun termasuk dalam
kesenian tradisional yang ekstrem, Peresean memiliki pesan moral yang bukan
hanya sekadar adu ketangkasan semata, lho!
Acara ini mengandung makna persaudaraan dan sikap ksatria
seorang laki-laki yang diuji melalui permainan ini. Karena sangat disukai,
tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, baik domestik
maupun mancanegara yang datang ke Lombok.
Itulah beberapa tradisi unik di berbagai daerah yang biasa
diadakan dalam rangka menyambut Hari
Kemerdekaan Indonesia setiap tahunnya. Sebenarnya, masih banyak lagi lho
tradisi unik yang bisa Sobat Pesona temukan di berbagai daerah di Indonesia.
















