BERITA INDEX BERITA
Tari Bali Bertajuk “Janger Semara Ratih” Tebar Pesan Cinta dan Keharmonisan

JAKARTA – Penampilan istimewa menyentuh
hati yang sarat pesan cinta dan keharmonisan bagi para penikmat seni sukses
dihadirkan dalam pertunjukan
bertajuk Janger Semara Ratih persembahan
kelompok Kembalikan
Baliku.
Dalam pertunjukan yang berlangsung
di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat ini, Kembalikan Baliku mengangkat kisah Dewa Semara dan Dewi Ratih sebagai
Dewa-Dewi cinta yang menggambarkan gejolak asmara pemuda-pemudi yang memiliki
kekuatan cinta luar biasa dan memperlihatkan bagaimana kekuatan cinta merasuki
setiap insan.
Selama kurang lebih 60 menit penikmat seni dihibur dengan
kisah Dewa Semara dan Dewi Ratih sebagai Dewa Dewi cinta melalui struktur tari
yang disajikan menjadi tiga bagian.
Bagian pertama menggambarkan gejolak cinta asmara
para pemuda pemudi yang bergelora, bagian kedua menggambarkan Dewa Semara dan
Dewi Ratih yang memiliki kekuatan cinta yang luar biasa, dan bagian ketiga
menggambarkan bagaimana kekuatan cinta tersebut merasuki setiap insan.
Dalam setiap pembagian babaknya, Kembalikan Baliku
juga menyajikan Bondres atau pertunjukkan lawak Bali, yang
menggunakan topeng dari tata ria layaknya badut dengan format kekinian
sebagai pengantar cerita agar terjalin secara terstruktur dan menarik.
“Pertunjukan Janger Semara Ratih
yang tak hanya indah tapi juga kaya akan nilai-nilai luhur yang harus kita
lestarikan. Kami harap, pertunjukan kekinian yang kental dengan kebudayaan Bali
ini dapat meningkatkan minat generasi muda untuk mempelajari dan semakin
mencintai ragam kebudayaan yang ada di Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.
Tari Janger merupakan bentuk nyanyian dari para
petani yang bergembira saat panen tiba yang dibawakan dengan cara
bersahut-sahutan oleh sekumpulan muda mudi, yang diciptakan oleh I Gede Dharna
di tahun 1920an di Buleleng, Bali.
Dalam perkembangannya, tari Janger menjadi tari
pergaulan yang dibawakan dengan berpasangan serta berkelompok. Dalam
pementasannya, tari Janger kian berkembang dengan mementaskan lakon drama di
dalamnya yang dikenal dengan Janger Melampan/Melampahan (Janger Berkisah). Hal
ini yang mendasari penciptaan karya tari Janger yang diberi tajuk Janger Semara Ratih.
“Kami hadir untuk
mempertahankan seni budaya Bali, sehingga dapat diserap oleh berbagai kalangan,
baik muda hingga tua. Salah satu langkah yang kami lakukan untuk melestarikan
kebudayaan Bali adalah dengan menampilkan tarian Bali secara rutin dalam berbagai
kegiatan, seperti sore hari ini di panggung Auditorium Galeri Indonesia Kaya,” kata
Syandria Kameron pendiri
kelompok Kembalikan Baliku.
“Kami harap, penampilan kami dapat
menghibur, melestarikan kebudayaan serta
menjadi media untuk menyebarkan
rasa cinta dan kasih melalui seni pertunjukan agar terciptanya keharmonisan.”
Kembalikan Baliku merupakan
gebrakan budaya yang diinisiasi oleh Syandria Kameron untuk melestarikan salah
satu budaya Indonesia, yakni budaya Bali. Kelompok ini, kerap menyebarkan
kebudayaan Bali di berbagai kegiatan karena prihatin akan kondisi seni budaya
Bali yang semakin tergerus oleh persaingan industri hiburan global.
Kembalikan Baliku berharap,
penampilan rutin mereka di berbagai tempat dapat menyelaraskan seni dan
kebudayaan Bali dengan perkembangan zaman dan dapat menarik minat generasi
muda.
















