BERITA INDEX BERITA
Pemerintah Harus Bersikap Tegas Dalam Perjuangan Bebas Plastik Sekali Pakai

JAKARTA - Mengawali
pagi yang cerah pada 30 Juli 2023, suasana di jalanan ibu kota terasa berbeda
dari biasanya. Tidak seperti kemacetan lalu lintas yang biasa menguasai kota
besar, kali ini ada satu aksi gemuruh yang menarik perhatian: Pawai Bebas
Plastik.
Ratusan
warga dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berpawai tadi, bergabung
dalam kebersamaan untuk menyuarakan tiga tuntutan penting demi masa depan yang
lebih hijau. Tak dapat dipungkiri, pawai ini melambangkan rasa muak dan
kekecewaan warga terhadap pemerintah yang masih terkesan lalai dalam menangani
masalah plastik.
Ditambah,
melihat bagaimana beberapa pejabat yang dipercaya untuk menjaga bumi ini, lebih
sibuk menghadiri pesta mewah daripada menjalankan komitmen nyata untuk masa
depan yang lebih baik. Padahal, sudah jelas sampah plastik tak akan bisa hilang
begitu saja dengan cara diabaikan.
Diketahui,
sepanjang tahun 2022, ada 69 juta ton sampah di Indonesia, di mana 18,2
persen atau 12,5 juta ton adalah sampah plastik. Inilah yang melatarbelakangi masyarakat
yang sadar akan kepedulian lingkungan dari berbagai kalangan tadi berkumpul di
jalanan untuk menyuarakan tiga tuntutan penting mereka.
Pertama, menuntut
pemerintah untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai. Tuntutan ini
menyatakan perang terhadap plastik sekali pakai yang menjadi bencana bagi
lingkungan kita. Dari kantong kresek dan produk dengan kemasan plastik sekali
pakai (saset) yang menggunung di tempat pembuangan akhir hingga sedotan plastik
yang mengintai di laut. Jadi, sudah saatnya pemerintah berani mengatakan
“selamat tinggal” kepada plastik sekali pakai.
Kedua, mendorong
pemerintah untuk memperbaiki sistem tata kelola sampah.Kita butuh aksi nyata
dan berani dari pemerintah untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai.
Serius deh, pemerintah seharusnya lebih peduli sama bumi kita ketimbang
urusan-urusan yang hanya menguntungkan beberapa individu saja. Jadi, mari kita
bayangkan sebuah dunia di mana plastik sekali pakai hanya tinggal kenangan masa
lalu. Bukan kah itu akan menyenangkan?
Ketiga, mendorong
produsen dan pelaku usaha untuk bertanggung jawab atas sampah pasca konsumsi.
Mungkin masih ada yang berpikir, “Ah, tanggung jawab produsen mah urusan bisnis
mereka, apa urusan kita?” Tapi teman-teman, saatnya kita sadar bahwa plastik
ini adalah momok menakutkan bagi bumi kita.
Produsen
plastik sekali pakai untuk produk rumah tangga, harusnya mengurangi dan
bertanggung jawab atas dampak lingkungan dari produk-produk mereka yang
seringkali susah banget terurai di alam bebas. Ayo, berhenti sembunyi di balik
tumpukan plastik dan tanggunglah konsekuensinya!
Pawai Bebas
Plastik adalah bab baru dalam kisah perjuangan kita melawan bahaya plastik.
Sebuah bab yang mengisahkan bagaimana ribuan hati bersatu dalam semangat hijau,
berjalan menyusuri jalan, menyuarakan tuntutan untuk masa depan yang bebas dari
plastik sekali pakai. Bab ini akan menjadi bagian dari warisan perjuangan
lingkungan kita, dan kalian, teman-teman, adalah pahlawan-pahlawan dalam
halaman-halaman tersebut.
Namun,
kisah ini masih panjang, dan masih banyak halaman yang menunggu untuk diisi dengan
langkah-langkah berani dan keputusan-keputusan bijaksana. Pemerintah yang lalai
dalam menangani plastik mungkin tidak akan berubah dalam semalam. Tapi mari
kita berjanji pada diri kita sendiri, bahwa kita tidak akan berhenti
memperjuangkan masa depan yang lebih cerah untuk generasi mendatang.
Jadi, mari
kita bergerak bersama-sama! Mulai dari memilih alternatif ramah lingkungan
ketika berbelanja, menuntut lebih banyak pilihan produk ramah lingkungan di
pasar, dan mendukung terwujudnya sistem guna ulang dan isi ulang oleh produsen.
Kita bisa
menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi krisis plastik yang melanda negeri
kita. Kita berdaya untuk merubah, kita berdaya untuk melindungi bumi ini. Mari
bersatu dan bersama-sama menuju bumi tanpa lautan plastik! Dukung
perjanjian plastik global. greenpeace
















