BERITA INDEX BERITA
Ini Manfaatnya Jika Seluruh Sampah Plastik di Indonesia Didaur Ulang

PENELITIAN terbaru dari The Circulate Initiative, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk menyelesaikan tantangan pencemaran plastik di lautan di negara-negara berkembang, telah mengungkap wawasan tentang hubungan penting antara pengelolaan sampah plastik dan perubahan iklim di Indonesia.
Laporan "Keuntungan Iklim dari Pengelolaan Sampah Plastik di India dan Asia Tenggara" mengilustrasikan potensi dari investasi dalam pengelolaan dan daur ulang sampah plastik yang efektif di enam pasar regional, termasuk Indonesia, dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan melawan perubahan iklim.
Laporan ini menggunakan data dari edisi terbaru Kalkulator Penilaian Daur Ulang Plastik untuk Lingkungan dan Masyarakat (PLACES) dari The Circulate Initiative, kalkulator dampak iklim dengan akses terbuka pertama yang melacak emisi gas rumah kaca, serta konsumsi energi dan air dari solusi pengelolaan dan daur ulang sampah plastik di seluruh Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Sebagai sebuah pusat global atas kebocoran sampah plastik
akibat infrastruktur yang kurang memadai, data yang akurat mengenai solusi
pengelolaan limbah plastik di Indonesia akan menjadi sangat penting untuk
menginformasikan rencana aksi dalam mengatasi polusi plastik dan perubahan
iklim.
Beberapa hal utama yang dapat diambil dari laporan
ini adalah:
• Mendaur ulang seluruh sampah plastik yang tidak dikelola
dengan baik di Indonesia pada tahun 2030 dapat mengurangi emisi gas rumah kaca
sebesar 82,3 juta ton, setara dengan mengeluarkan lebih dari 18,3 juta mobil
dari jalan selama satu tahun.
• Mendaur ulang 100% sampah polyethylene terephthalate (PET)
yang dihasilkan setiap tahun di wilayah Jakarta saja, dapat mengurangi lebih
dari 350.000 ton emisi gas rumah kaca.
• Indonesia memiliki jejak karbon tertinggi untuk setiap
kilogram sampah plastik yang dikelola karena tingginya tingkat pembakaran
terbuka sebesar 48%. Dengan mengalihkan hanya satu ton sampah plastik dari
pembakaran terbuka ke pengumpulan dan daur ulang yang tepat, lebih dari tiga
ton emisi gas rumah kaca dapat dihindari di Indonesia.
Selain itu, laporan tersebut mengungkapkan bahwa mendaur ulang seluruh sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik di India, Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 229 juta ton pada tahun 2030, setara dengan menutup 61 pembangkit listrik tenaga batu bara selama satu tahun.
Dikembangkan bekerja sama dengan Agency for Science, Technology and Research (A*STAR), PLACES kini mencakup empat pasar tambahan, yaitu Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam, serta menyediakan pembaruan data untuk India dan Indonesia. Singapore Institute of Manufacturing Technology (SIMTech) milik A*STAR berkontribusi sebagai mitra penelitian untuk studi ini dan mengukur dampak lingkungan dari fase masa akhir sampah plastik.
Sejak diluncurkan pada 2021, PLACES telah digunakan oleh perusahaan, investor, perusahaan daur ulang, penyedia layanan pengelolaan limbah, dan perencana kota untuk menghasilkan data yang spesifik untuk masing-masing pasar guna mengukur dampak lingkungan dari intervensi pengelolaan limbah dan daur ulang.
"Negosiasi yang sedang berlangsung untuk international legally binding instrument (ILBI) mengenai polusi plastik menyoroti pentingnya solusi ekonomi sirkular. Penelitian kami menunjukkan bahwa berinvestasi dalam pengelolaan sampah plastik dan daur ulang yang efektif dapat mengatasi polusi plastik dan perubahan iklim secara bersamaan," ujar Direktur Riset The Circulate Initiative, Umesh Madhavan.
"Dengan penambahan pasar baru, PLACES akan mendukung
cakupan investor, pemerintah daerah, dan perusahaan yang lebih luas di kawasan
sekitar untuk menilai peluang dalam ekonomi sirkular plastic berdasarkan dampak
lingkungannya."
Tentang The Circulate Initiative
The Circulate Initiative adalah sebuah organisasi nirlaba
yang bekerja untuk mengatasi tantangan polusi plastik dan membangun ekonomi
yang sirkular dan adil di seluruh pasar negara berkembang.
Organisasi ini melakukan penelitian mutakhir, membangun
program-program yang berpengaruh besar, dan mendorong tindakan kolektif dengan
para pemangku kepentingan industri termasuk pebisnis, investor, dan pembuat
kebijakan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: https://www.thecirculateinitiative.org/
Tentang Kalkulator Penilaian Daur Ulang Plastik
untuk Lingkungan dan Masyarakat (PLACES)
PLACES adalah sebuah kalkulator GRK dengan akses terbuka
yang melacak dampak lingkungan dari solusi pengelolaan limbah plastik dan daur
ulang yang mencegah polusi plastik di enam negara, yaitu India, Indonesia,
Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.
Alat ini memungkinkan pengguna untuk menilai dampak
lingkungan dari pengelolaan sampah plastik, intervensi daur ulang, dan sejauh
mana investasi dalam sirkularitas dapat menghasilkan keuntungan iklim yang
terukur, spesifik untuk karakteristik unik dari sistem pengelolaan limbah di
wilayah Asia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: https://www.thecirculateinitiative.org/ghg-calculator.
















