BERITA INDEX BERITA
Pemerintah Tertibkan Peredaran Benih Kelapa Sawit Online

JAKARTA - Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan
melakukan penertiban terhadap peredaran benih melalui marketplace, sebagai
upaya melindungi pekebun kelapa sawit mendapatkan bahan tanaman unggul bermutu.
Direktur Perbenihan Perkebunan, Gunawan mengatakan bahwa
sejak Mei 2023 Kementerian Pertanian aktif melakukan pengawasan melalui
pembentukan Gugus Tugas Pengawasan Peredaran/Peredaran Benih Kelapa Sawit
melalui Ecommerce dan melakukan penertiban melalui koordinasi dengan
Kementerian Perdagangan serta didukung Idea, Asosiasi Marketplace.
Aksi bersama ini sudah dilakukan takedown terhadap keyword
dan link produk kecambah kelapa sawit di sejumlah marketplace besar seperti
Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak dan Blibli.
Meskipun belum seluruhnya dihilangkan dari ecommerce namun
sudah terdapat penurunan signifikan. Proses pengawasan dan penertiban akan
terus dilakukan dan rencananya akan diarahkan ke pada vendor atau penjual.
Pasca penerbitan ini marketplace akan didorong menjadi wadah
bagi produsen benih legal untuk memasarkan benih bermutu sehingga meningkatkan
akses masyarakat terhadap benih bermutu.
“Kegiatan ini pengawasan dan penertiban akan terus dilakukan
selama penjualan kecambah illegal masih berlangsung melalui marketplace,” kata
Gunawan di sela Pertemuan Koordinasi Pemantapan Penyediaan dan Pengawasan
Peredaran Benih Kelapa Sawit.
Menurut Gunawan, kini sudah ada aplikasi babebun PSR yang dikembangkan
untuk membangun transparansi dan ketelusuran benih untuk program peremajaan. Di
mana proses penyediaan benih mulai dari kecambah, pembesaran, penyaluran dapat
dipantau.
Sementara penyedia benih yang dapat masuk ke dalam aplikasi
adalah yang memiliki keahlian yang dibuktikan dari sertifikat kompetensi,
memiliki pengalaman menangkar dan menjadi mitra dari produsen kecambah.
“Saat ini sudah ada 6 koperasi perserta PSR yang telah
mendapatkan rekomendasi teknis yang melakukan pemesanan bibit melalui aplikasi
dengan kebutuhan bibit 60.000 batang. Selain itu jumlah penangkar yang akan
masih dalam aplikasi juga akan meningkat karena sejumlah produsen pembesaran
tengah mengapply ke dalam Babebun-PSR”, jelas Gunawan.
Dengan adanya aplikasi ini, penangkar yang bisa menyediakan
benih akan terseleksi. Lalu petani melakukan pemesanan berdasarkan jarak dan
potensi ketersediaan. Serta proses penyediaannya akan terkontrol melalui
babebun.
Sementara itu, pihak sumber benih mengonfirmasi sudah adanya
penghilangan pencarian dan produk kecambah illegal. Yolanda Grace, Marketing
Representative Jakarta ASD Bakrie menyebutkan bahwa sudah terdapat takedown dan
juga peringatan yang dilakukan terhadap vendor terutama untuk Tokopedia.
Ia berhadap ke depan tidak boleh lagi penjualan kecambah
dengan mengakali varietas milik sumber benih resmi. Aplikasi babebun PSR telah
menjamin ketersediaan 11 juta batang bibit kelapa bersertifikat dari 37
penangkar. Sehingga diharapkan kebutuhan bibit untuk kegiatan peremajaan sawit
rakyat dapat terpenuhi dengan baik.
















