BERITA INDEX BERITA
Berbasis Pelokalan, Desa Bangkitkan Optimisme Pembangunan Berkelanjutan

YOGYAKARTA
- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT)
Abdul Halim Iskandar membuka Senior Official Meeting on Rural Development and
Poverty Eradication (SOMRDPE) Indonesia di Yogyakarta.
Menteri
yang akrab disapa Gus Halim ini mengatakan, pengalaman desa-desa di Indonesia
telah membangkitkan optimisme pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan pada
2030 mendatang. Hal itu sesuai target Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa pada
2024 mendatang Indonesia Nol Persen Kemiskinan Ekstrem.
"Untuk
itu Kemendes PDTT menginisiasi pelokalan tujuan-tujuan pembangunan
berkelanjutan hingga ke level desa dengan tetap berbasis pada kewenangan desa,
sesuai kondisi dan potensi lokal desa, selaras dengan konteks budaya
desa," kata Gus Halim saat membuka SOMRDPE, Selasa (25/7/2023).
"Kami
kenalkan dengan sebutan SDGs Desa, dengan tujuan dan sasaran yang melingkupi
aspek kewargaan desa, aspek kewilayahan esa, serta aspek kelembagaan
desa," sambung Gus Halim.
Peraturan
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun
2020 mengatur tahapan pembangunan desa yang dimulai dari pendataan,
perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi, sekaligus mendesain
pencapaian SDGs Desa.
Sejak
tahun 2021, Indonesia mendorong seluruh desa memakai SDGs Desa sebagai arah
kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Berbasis
SDGs Desa, semua keputusan dalam perencanaan desa diawali dengan pendataan
mikro byname-byaddress yang mencakup informasi di tingkat individu, keluarga,
rukun tetangga, dan desa.
"Sampai
saat ini, sudah terkumpul sebanyak 32.087 data desa, 402.563 data rukun
tetangga, 31.065.214 data keluarga, dan 104.179.331 data individu," ungkap
Gus Halim.
Untuk
menunjang SDGs Desa, Kemendes PDTT menggandeng sejumlah kalangan seperti dengan
Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) berkolaborasi dalam perumusan
rekomendasi dan pemikiran bagi kemajuan serta percepatan pembangunan desa.
Kolaborasi
lainnya dengan lembaga keuangan yang melakukan pendampingan terhadap desa.
Dalam hal ini, desa-desa Anggota ASEAN Village Network Indonesia yang merupakan
binaan dari bank daerah.
Gus
Halim pun merespons positif nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara Kemendes
PDTT dengan Asosiasi Bank Daerah (ASBANDA).
"Kerja
sama ini merupakan tonggak penting sebagai upaya untuk mendorong pembangunan
desa, pemberdayaan masyarakat, dan pengentasan kemiskinan," kata Gus
Halim.
Melalui
kerja sama ini, diharapkan dapat membuka berbagai peluang baru dan menciptakan
sinergi yang akan mengakselerasi pembangunan desa terutama dalam mempercepat
daya ungkit ekonomi desa yang memberikan dampak yang besar bagi kehidupan
masyarakat desa.
Diketahui,
Indonesia merupakan salah satu dari 193 negara yang berkomitmen untuk
mewujudkan pencapaian agenda global pada tahun 2030. Implementasi Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia yang telah berlangsung selama
hampir 8 tahun.
Saat
ini Indonesia telah mencapai 69,16 persen dari seluruh tujuan pembangunan
berkelanjutan global dan berhasil naik 15 peringkat dari posisi 97 pada tahun
2021 menjadi posisi 82 pada tahun 2022.
Sementara
itu, capaian keseluruhan SDGs Desa hingga 2023 sebanyak 45,47 persen. Dari
keseluruhan capaian tersebut, angka tertinggi pada hasil tersebut ada pada
tujuan SDGs ke-7 yakni Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan.
Berikutnya
adalah tujuan ke-16, Desa Damai dan Sejahtera, tujuan ke-1, Desa Tanpa
Kemiskinan, dan tujuan ke-18, yakni Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa
Adaptif.
Sebelumnya
Gus Halim juga menandatangani MoU dengan Sekjen ASBANDA Yuddy Renaldi tentang
fasilitasi layanan BPD dalam mendukung percepatan pembangunan desa, daerah
tertinggal dan transmigrasi.
Gus
Halim juga menyaksikan perjanjian kerja bersama (PKB) antara Dirjen PDP Sugito
dengan Dirut BPD Jateng dan Dirut BPD DIY tentang fasilitasi pelayanan dan
pemberdayaan masyarakat desa dan perdesaan.
Juga
hadir dalam pembukaan SOMRDPE Indonesia 2023 ini, Deputy Secretary-General
(DSG) ASEAN for Socio-Cultural Community Ekkaphab Phanthavong; Chair of Senior
Official Meeting of Rural Development and Poverty Eradication, Nguyen Do Ahn
Tuan; Deputy Ambassador of Australia to ASEAN, Caroline Scott.
Pejabat
tinggi di lingkungan Kemendes PDTT, Perwakilan SOMRDPE dan ASEAN Village
Network dari Negara Anggota ASEAN, Para Direktur Utama dan Direksi Bank
Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia serta Para Kepala Dinas PMD Provinsi dan
Kabupaten.
















