BERITA INDEX BERITA

Gelombang Panas Akan Lebih Sering Menyengat Bumi Jika Sejumlah Fakta Ini Diabaikan

Global | DiLihat : 597 | Selasa, 25 Juli 2023 | 16:36
Gelombang Panas Akan Lebih Sering Menyengat Bumi Jika Sejumlah Fakta Ini Diabaikan

GELOMBANG panas atau heatwave saat ini sudah bukan lagi menjadi peristiwa yang tidak biasa. Di masa depan, heatwave bahkan diprediksi para ilmuwan bakal lebih sering terjadi dan lebih panas.

Berdasarkan analisis studi atribusi cepat dari World Weather Attribution (WWA), fenomena heatwave sepanjang Juli yang terjadi di Eropa dan Amerika Utara terjadi karena perubahan iklim, terutama karena pemanasan global yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil, batu bara, minyak dan gas, penggundulan hutan dan aktivitas manusia lainnya.

Studi tersebut juga menemukan bahwa perubahan iklim membuat heatwave setidaknya 50 kali lebih mungkin terjadi di China. Studi dari WWA ini dilakukan oleh 7 peneliti termasuk ilmuwan dari universitas dan badan meteorologi di Belanda, Inggris dan Amerika Serikat. 

Juli tahun ini, wilayah Eropa Selatan, sebagian dari Amerika Serikat, Meksiko, dan China sudah merasakan gelombang panas yang parah dengan suhu mencapai di atas 45 derajat Celcius. Fenomena ini menimbulkan terjadinya peringatan panas, kebakaran hutan, perawatan di rumah sakit yang berkaitan dengan gelombang panas, hingga kematian.

Para peneliti menjelaskan bahwa El Nino -sebuah fenomena iklim yang terjadi secara alami- kemungkinan memberikan kontribusi tambahan terhadap gelombang panas di beberapa wilayah.

Selain itu, para ilmuwan memperingatkan gelombang panas seperti ini akan menjadi lebih sering dan ekstrem jika emisi tidak segera dihentikan dan dikurangi menjadi nol bersih. 

Temuan Utama

?       Gelombang panas adalah salah satu bahaya alam paling mematikan dengan ribuan orang meninggal akibat penyebab panas setiap tahunnya. Namun, dampak penuh dari gelombang panas jarang diketahui hingga data berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah sertifikat kematian dikumpulkan, atau ilmuwan yang menganalisis kematian berlebih. Banyak tempat tidak memiliki pencatatan kematian terkait panas yang baik, oleh karena itu angka kematian global yang tersedia saat ini kemungkinan besar diremehkan.

?       Sejalan dengan apa yang diharapkan dari proyeksi iklim masa lalu dan laporan IPCC, Gelombang panas dapat terjadi lebih sering. Amerika Utara, Eropa dan Cina telah mengalami gelombang panas yang semakin sering selama beberapa tahun terakhir sebagai akibat dari pemanasan yang disebabkan oleh aktivitas manusia gelombong panas ini diperkirakan akan terjadi sekitar 15 tahun sekali di Amerika Utara, sekitar 10 tahun sekali di Eropa Selatan, dan sekitar 5 tahun sekali di China.

?       Di semua kawasan, gelombang panas dengan kemungkinan yang sama seperti yang diamati hari ini akan jauh lebih dingin jika di dunia tanpa perubahan iklim. Emisi gas rumah kaca membuat heatwave lebih panas daripada yang seharusnya yang membuat suhu di Eropa di Eropa 2,5 derajat Celcius lebih panas, di Amerika Utara 2 derajat Celcius lebih panas, dan di China 1 derajat lebih panas.

?       Kecuali jika dunia menghentikan pembakaran bahan bakar fosil dengan cepat, peristiwa ini akan menjadi semakin umum dan dunia akan mengalami gelombang panas yang bahkan lebih panas dan bertahan lebih lama. Gelombang panas seperti yang baru-baru ini akan terjadi setiap 2-5 tahun di dunia yang 2°C lebih hangat daripada iklim pra-industri.

?       Tanpa perubahan iklim dampak dari ulah manusia, peristiwa panas ini akan sangat jarang terjadi. Di China, ini akan menjadi peristiwa 1 dalam 250 tahun sementara panas maksimum seperti pada Juli 2023 hampir tidak mungkin terjadi di wilayah AS/Meksiko dan Eropa Selatan jika manusia tidak menghangatkan Bumi dengan membakar bahan bakar fosil. 

?       Rencana aksi pada gelombang panas semakin banyak diterapkan di ketiga wilayah dan ada bukti bahwa rencana tersebut mengarah pada penurunan angka kematian terkait panas. Selain itu, kota-kota yang memiliki tata kota untuk menahan panas ekstrem cenderung lebih sejuk dan mengurangi efek pulau panas perkotaan. Ada kebutuhan mendesak untuk peluncuran rencana aksi glombang panas yang dipercepat sehubungan dengan meningkatnya kerentanan yang didorong oleh persilangan tren perubahan iklim, penuaan populasi, dan urbanisasi.


Scroll to top