BERITA INDEX BERITA
Tony Blair dan Airlangga Bahas IKN, Proyek Strategis Nasional hingga Artificial Intelligence

JAKARTA - Executive Chairman The
Tony Blair Institute (TBI) for Global Change yang juga merupakan Mantan Perdana
Menteri Inggris Sir Tony Blair menemui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Airlangga Hartarto, Jumat (21/07).
Dalam pertemuan yang berlangsung
dalam suasana hangat tersebut, dilakukan pembahasan mengenai beragam hal yang
di antaranya yakni Proyek Strategis Nasional, Ibu Kota Nusantara, potensi
kolaborasi untuk bidang investasi, perdagangan, serta digitalisasi dan inklusi
keuangan.
“Baru saja saya bertemu Sir Tony
Blair, Mantan Perdana Menteri Inggris, dan tadi dibicarakan beberapa hal yang
menjadi perhatian utama beliau adalah digitalisasi, di mana digitalisasi ini
akan menimbulkan transformasi ataupun revolusi dari Artificial Intelligence,” ungkap
Airlangga.
Dengan revolusi ini, ujar
Airlangga, kita harus banyak menyusun persiapan. “Dan berdasarkan analoginya
kalau kendaraan diinjak gas dari era analog dari 50 km/jam digas menjadi 60
km/jam lalu menjadi 70 km/jam, tetapi dengan AI sekali diinjak gas langsung
menjadi 500 km/jam, jadi sangat berbeda,” ujarnya.
Airlangga juga mengatakan bahwa
Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan e-government yang akan diterapkan di
berbagai Kementerian/Lembaga baik di pusat maupun daerah untuk meningkatkan
layanan publik. Hal tersebut menurut Airlangga sangat diapresiasi oleh Sir Tony
Blair.
“Untuk digitalisasi, diharapkan
punya agility atau keleluasaan untuk bisa mengikuti. Kedua, terkait dengan
anak-anak muda, tentunya mereka harus juga bisa menguasai perkembangan
teknologi yang akan terus berubah, dan kemampuan agility serta adaptation itu
menjadi sangat penting,” jelas Airlangga.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga
juga menjelaskan beberapa program strategis Pemerintah lainnya seperti Program
Kartu Prakerja dan penanganan pandemi Covid-19.
“Data yang sudah kita punya itu
besar, termasuk dalam penanganan Covid-19, beliau mengingatkan bahwa ke depan
itu revolusi di bidang sains terutama untuk life science itu penting,” kata
dia.
“Kita juga punya basis jumlah
penduduk yang besar, sehingga kalau data kita bisa terintegrasi dan bisa
digunakan untuk AI, maka pengembangan obat-obatan dan program pengobatan itu
bisa direvolusi, sehingga clinical trial bisa dipercepat,” sambungnya.
Menyoal perdagangan internasional,
Menko Airlangga dan Sir Tony Blair juga berkesempatan untuk membahas perjanjian
Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement
(IEU-CEPA) yang diharapkan dapat diakselerasi penyelesaian perjanjiannya pada
akhir 2023.
“Tentang IKN juga kita bahas,
karena Sir Tony Blair menjadi bagian dari IKN. Tadi beliau menyampaikan
persiapan program kereta api dari pelabuhan dan bandara ke IKN, dan juga
terkait dengan infrastruktur IKN, beliau dengan kekuatan namanya akan
meng-endorse dan memberikan kredibilitas kepada pengembangan investasi di IKN,”
ucap Airlangga.
Bonus demografi yang akan
dirasakan Indonesia dalam 13 tahun ke depan juga harus mampu dimanfaatkan agar
bisa meningkatkan pembangunan dan perekonomian nasional, terutama memajukan
budaya digital.
Sir Tony Blair mengatakan bahwa
dunia sedang melihat ke Indonesia sehingga kelanjutan program-program progresif
yang saat ini sedang dilakukan sangat ditunggu dunia. “Kalau berkelanjutan maka
investasi akan berbondong-bondong masuk ke Indonesia,” imbuh Sir Tony Blair.
“Pesannya tentang progres
pembangunan Indonesia sekarang adalah remarkable dan Indonesia is
extraordinary. Hal ini bukan by chance, tetapi by choice atau pilihan kebijakan
yang diapresiasi oleh beliau,” pungkas Airlangga.
















