BERITA INDEX BERITA

Warga Jangan Tertarik Tampilan

Pangan & Energi | DiLihat : 1037 | Senin, 29 Mei 2017 14:26
Warga Jangan Tertarik Tampilan

RAMADAN menjadi ladang rezeki bagi sejumlah masyarakat untuk mengumpulkan rupiah demi rupiah. Misal, dengan berjualan makanan atau minuman untuk berbuka puasa di pasar Ramadan yang telah disiapkan maupun di tepi-tepi jalan.

Banyaknya masyarakat yang berjualan, juga memberikan banyak pilihan menu untuk berbuka puasa. Namun, masyarakat diimbau lebih cermat dalam memilih makanan maupun minuman berbuka puasa yang dijual-jual baik di pasar Ramadan maupun di tempat lain.

“Masyarakat juga harus cari tahu mengenai bahan-bahan berbahaya yang biasa dicampur ke makanan,” saran Plt Kepala Diskes Kaltara Usman, Jumat (26/5).

Dengan mengetahui informasi tersebut, lanjutnya, masyarakat pun bisa mengetahui tampilan, aroma, dan ciri-ciri makanan atau minuman yang telah dicampur bahan-bahan membahayakan kesehatan diri ketika dikonsumsi. Misal, kata dia, ciri-ciri makanan yang mengandung boraks, rodamin B dan pewarna tekstil.

Menurut Usman, biasanya makanan yang telah dicampur bahan-bahan berbahaya memiliki tampilan lebih tahan lama. Karena itu, dirinya mengingatkan agar masyarakat tidak terkecoh dengan tampilan makanan atau minuman berbuka puasa yang dijual-jual. Misal, memiliki warna yang mencolok agar mengundang masyarakat untuk membelinya.

Ditegaskannya, bahan-bahan berbahaya tersebut dapat berakibat fatal seperti menyebabkan kanker, kerusakan organ tubuh dan bahkan kematian. “Misal saja, boraks. Biasanya dipakai untuk membuat deterjen atau pengawet kayu. Begitu juga formalin untuk mengawetkan mayat dan bahan campuran lainnya. Bayangkan jika semua bahan kimia itu masuk dalam tubuh kita,” tuturnya.

Karena itu dia kembali mengingatkan agar lebih berhati-hati membeli makanan atau minuman untuk berbuka puasa. Selain itu, dia juga meminta kepada penjual makanan dan minuman berbuka puasa untuk tidak menggunakan cara-cara tidak baik demi meraih keuntungan berlipat.

Ditanya soal pemeriksaan makanan dan minuman untuk berbuka puasa yang diperjualbelikan, Usman mengatakan, akan berkoodinasi dengan instansi terkait di kabupaten/kota.

prokal.co


Scroll to top