BERITA INDEX BERITA
Dukung Energi Hijau, 146 Kapal Pertamina International Shipping Sudah Gunakan Biodiesel

JAKARTA – PT Pertamina International
Shipping (PIS) membuktikan komitmennya dalam transisi energi dengan menggunakan
bahan bakar rendah emisi serta biodiesel pada kapal-kapal yang dimiliki maupun
dioperasikan oleh PIS.
CEO PIS Yoki Firnandi memaparkan bahwa perusahaan telah menyusun
program-program strategis, di antaranya adalah upaya penurunan emisi dari
operasional kapal dengan penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan.
“PIS sudah menerapkan penggunaan biodiesel, sebanyak 146 kapal yang kami
operasikan baik kapal milik maupun kapal sewa, menggunakan biodiesel sebagai
sumber tenaga mesin utama, dan terdapat juga yang menggunakan biodiesel sebagai
sumber tenaga mesin tambahan atau auxiliary engine,” ujar Yoki di gelaran EBTKE
ConEX 2023.
Aksi lain yang merupakan langkah nyata PIS adalah dengan pembelian kapal
VLGC (Very Large Gas Carrier) Amaryllis di tahun ini, di mana Pertamina Gas
Amaryllis merupakan salah satu kapal pengangkut gas terbesar di dunia, yang
juga menjadi kapal pertama bertenaga dual fuel LPG di Pertamina dan Indonesia.
“PIS mengakuisisi Pertamina Gas Amaryllis, Kapal tersebut berpotensi
menurunkan emisi PIS sebesar 12 ribu ton setara CO2 per tahunnya,” jelasnya.
Penggunaan bahan bakar ramah lingkungan dan biodiesel berupa B35 pada
kapal-kapal PIS ini merupakan bagian dari dua inisiatif utama PIS dalam
mendukung NZE 2060 Indonesia. Di mana inisiatif pertama merupakan adalah
keterlibatan PIS dalam bisnis logistik dan transportasi energi baru dan
terbarukan atau green business building
yang memiliki target jangka menengah dan panjang, dan inisiatif berikutnya adalah upaya penurunan
emisi dari operasional kapal maupun bisnis lainnya saat ini.
“Inisiatif peningkatan efisiensi operasi kapal yang paling efektif secara biaya dalam
mereduksi karbon di industri perkapalan adalah dengan menerapkan peningkatan
efisiensi operasi, seperti pembersihan lambung kapal secara terus menerus,
pemasangan energy saving device, dan pengaturan kecepatan kapal pada kecepatan
optimum/ekonomis” lanjut Yoki.
VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menjelaskan
bahwa upaya Pertamina dalam mendukung target NZE 2060 tidak hanya dilakukan di
bidang hulu dan hilir bisnis minyak dan gas (migas) perusahaan, tapi juga
dilakukan di sisi midstream atau distribusi salah satunya seperti yang dilakukan
oleh PIS.
“Subholding Pertamina terus berperan aktif dalam upaya transisi energi
dan mencapai target NZE. Khusus PIS, ini menunjukkan bahkan di bidang logistik
dan transportasi migas, Pertamina tetap fokus dalam membangun green business”
ungkap Fadjar.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi,
berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus
mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable
Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan
Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi
Pertamina
















