BERITA INDEX BERITA

Beatrice Tinsley, Ilmuwan Ulung Dalam Dunia Astronomi dan Kosmologi

inspiring | DiLihat : 729 | Jumat, 14 Juli 2023 | 07:47
Beatrice Tinsley, Ilmuwan Ulung Dalam Dunia Astronomi dan Kosmologi

BEATRICE adalah salah satu pemikir ulung dalam dunia astronomi. Ia bertanggung jawab atas penemuannya mengenai bagaimana cara galaksi bergerak dari waktu ke waktu. Mengingat galaksi terbuat dari miliaran bintang, ilmuwan ini mempelajari bagaimana sejarah bintang. Semasa perjalanan hidupnya, Tinsley sudah menyumbangkan banyak jasa pada ilmu pengetahuan.

Beatrice telah menghitung bagaimana galaksi akan terlihat bukan hanya hari ini, tapi juga dari waktu ke waktu tergantung bagaimana awalnya mereka terbentuk. Dia bahkan menghitung dari berbagai jenis galaksi. Saat itu tugas seperti itu sangat sulit mengingat tak ada komputer yang bisa menjalankan alogaritma.

Beatrice Muriel Hill Tinsley lahir di Inggris pada 27 Januari 1941. Dia kemudian bermigrasi ke Selandia Baru bersama keluarganya setelah Perang Dunia II. Ia tinggal pertama kali di Christchurch dan di sinilah Beatrice belajar. Untuk beberapa waktu lamanya ia sempat tinggal di New Plymouth.

Ia kemudian menikah dengan seorang fisikiawan yang juga rekan universitasnya Brian Tinsley dan pindah ke Amerika Serikat pada 1963. Terlepas dari penawaran beasiswa yang diterimanya dari Center for Advanced Studies di Texas dan menerima gelar Ph.D, Beatrice tak pernah mendapatkan pekerjaan permanen.

Dia tak sadar ketika menikah dengan teman kuliahnya Brian Tinsley, ada peraturan yang tak memperbolehkan dua karyawan menjalin hubungan di tempat kerja yang sama. Beatrice bahkan diberhentikan dari pekerjaannya di Christchurch, Selandia Baru, tak lama setelah menikah dengan suaminya Brian Tinsley.

Dari pernikahannya Beatrice tidak dikarunia anak, sehingga dia memutuskan untuk mengadopsi dua orang anak. Bertahun-tahun dia bekerja sebagai ilmuwan dan ibu rumah tangga. Ia merasa bingung untuk membagi waktu antara merawat anak, melanjutkan penelitian dan mengajar. Untuk kegiatan mengajar dan penelitian ia tidak merasa kerepotan, namun dengan adanya buah hati ia merasa terbebani.

Tahun 1974, dia bercerai dengan suaminya dan meninggalkan anak-anaknya karena memutuskan untuk lebih fokus terhadap pekerjaan dan karirnya. Sayangnya, kehidupan profesional Beatrice tidak terlalu baik. Karena seorang wanita ia dibenci oleh rekan-rekannya. Meski begitu, ia berperan penting dalam sebuah studi untuk mengamati bagaimana evolusi bintang 

Penelitian Beatrice ini kemudian mengubah metode standar dalam menentukan jarak antara galaksi. Teori ini secara signifikan juga menentukan seberapa luas ukuran alam semesta dan laju ekspansi yang merupakan dasar dari pengembangan teori Big Bang yang sangat terkenal.

Ia telah menunjukkan kepada profesornya seberapa banyak unsur kimia, massa galaksi dan tingkat kelahiran bintang yang telah diabaikan dalam menentukan seberapa cepat sebuah galaksi berkembang.

Sekira empat tahun setelah berpisah dengan keluarganya, Universitas Yale memberi Tinsley gelar Profesor Astronomi. Di tahun-tahun itu, ia juga menerbitkan banyak makalah ilmiah yang mendunia. Kontribusi fundamental Beatrice mengubah pemahaman astronomi bahwa tingkat ekspansi galaksi dapat dihitung.

Karya Beatrice membantu astronom mempelajari galaksi di masa lalu dan masa depan. Beberapa di antara karyanya yakni thesis yang berjudul Evolusi Galaksi dan Signifikansi untuk Kosmologi serta publikasi tulisan Alam Semesta yang Berakselerasi serta banyak tulisan lain.

Dalam waktu enam tahun di sana, dia bisa menerbitkan banyak jurnal dan buletin tentang kosmologi. Karyanya hingga kini digunakan sebagai pedoman dalam ilmu astronomi dan kosmologi.

Kendati ia dikenal sebagai astronom ternama dengan teori-teorinya seputar galaksi, ternyata Beatrice juga menaruh hati untuk seni musik. Ia yang tertarik dengan musik akhirnya mendirikan yayasan New Zealands Nation Youth Choir.

Beatrice menjadi asisten profesor di Yale University dan bekerja disana hingga akhir hidupnya. Pada 23 Maret 1981 ia wafat, hanya 10 hari setelah tulisan terakhirnya dimuat di jurnal. Beatrice Tinsley meninggal dunia dalam usia 40 tahun karena kanker.

Beatrice meninggal di tengah karirnya yang sedang berkembang dan memiliki banyak prestasi. Untuk menghormati sang ilmuan, abu dari Tinsley dimakamkan di halaman Universitas tempat ia bekerja.

Pada tahun 1986, American Astronomical Society memberikah penghargaan kepada Beatrice M. Tinsley atas kontribusi penelitian yang luar biasa untuk astronomi atau astrofisika, yang diakui sangat kreatif atau inovatif.

Meskipun menjalani hidup yang singkat, kerja keras Beatrice Tinsley dalam dunia astronomi dan kosmologi menghasilkan banyak prestasi. Pada 1974 ia menerima Annie J. Cannon Award atas penelitian evolusi galaksi.

Selama hidupnya, nama Beatrice Tinsley memang kalah terkenal dibanding astronomi-astronomi lainnya yang kebanyakan laki-laki. Namun ia mampu membuktikan bahwa wanita juga bisa berkarya seperti para pria. Wanita juga tak terbatas dengan ilmu yang digelutinya.

Untuk mengenangnya, pada September 2009 Departemen Fisika dan Astronomi dari University of Canterbury mendirikan sebuah institut untuk menghormati Beatrice Tinsley dengan nama Beatrice Tinsley Institute.

 


Scroll to top