BERITA INDEX BERITA

Pablo Picasso. Pelukis Revolusioner dan Modern

inspiring | DiLihat : 1136 | Rabu, 12 Juli 2023 | 10:23
Pablo Picasso. Pelukis Revolusioner dan Modern

NAMANYA termasyhur di abad ke-20. Dia dikenal sebagai pelukis revolusioner dan modern pada masanya. Lukisan-lukisan hasil karyanya beraliran kubisme. Namanay tak hanya terkenal di tanah kelahirannya, Spanyol tapi juga menjadi maestro legendaris dunia. Disamping melukis dia juga membuat patung, grafis, keramik, kostum penari balet sampai tata panggung.

 

Pablo menancapkan eksistensi lukisan sebagai karya seni dengan unsur estetika dan pemaknaan yang mendalam. Ia memiliki gaya lukisan, imaginasi, dan vitalitas tinggi disetiap karya-karyanya. Ia seniman produktif dan telah menghasilkan karya lebih dari 20.000 selama 75 tahun. Lukisan Picaso memiliki estetika, makna dan gaya yang khas sehingga banyak diminati kolektor dan menyebabkan harga lukisannya bernilai sangat mahal. Karya-karyanya memiliki harga jual yang tinggi karena itu ia pun menjadi orang yang kaya raya.

 

Nama lengkap Pablo amatlah panjang, Pablo Diego Jose Francisco de Paula Juan Nepomuseno Maria de los remedies Ciprano de la Santasima Trinidad Martyr Patricio Clito Ruiz y Picasso. Namanya adalah kombinasi dari penghormatan terhadap orang kudus Spanyol dan Kristen serta warisan keluarga. Ada beberapa nama orang kudus penting dan keluarga tercinta, nama ibu dan ayahnya, sisanya merupakan kombinasi dari gagasan dan karakteristik pribadi, dimana masyarakat Spanyol percaya merupakan hal terbaik untuk dimasukkan dalam nama lahir.

Ketika Pablo Picasso lahir, bidan menduga bahwa ia lahir dalam keadaan meninggal dan meninggalkan bayi jenius tersebut di atas meja dokter anak dan tidak memikirkan lagi. Bidan itu kemudian memberitahukan berita sedih kepada sang ibu.  Namun ternyata Pablo tidak meninggal dan masih hidup.

Dia lahir pada 25 Oktober 1881 di Malaga, Spanyol. Ayahnya bernama Josse Ruiz Blasco, seorang professor dalam bidang seni, dan ibunya bernama Maria Picasso Lopez. Darah seni rupanya mengalir dalam diri Pablo. ‘Le Picador’, diciptakan oleh Pablo Picasso pada tahun 1890, pada usia sembilan tahun. Karya Picasso pertama  ini menggambarkan seorang pria mengendarai kuda dalam olahraga-berdarah melawan banteng. Acara tontonan ini masih populer di sebagian besar wilayah Spanyol.

Pada usia 14 tahun, ia masuk School of Fine Arts di Barcelona, Spanyol. Lukisan akademis pertamanya tidak dilukis sampai enam tahun kemudian. Karyanya adalah “Komuni Pertama”, merupakan potret ayah-ibunya dan adik bungsunya, semua sedang berlutut di depan altar dalam lingkungan gereja. Pablo Picasso baru berumur 15 tahun ketika menciptakan karya ini, dan karya ini dianggap salah satu maha-karyanya.

Dua tahun kemudian, ia hijrah ke Madrid untuk menempuh pendidikan di Royal Academy. Tak lama berselang, ia kembali ke Barcelona dan bergabung dengan  Els Quatre Gats, tempat para penyair, artis dan kritikus saling menularkan ide yang didapat dari luar Spanyol. Dan di usianya yang menginjak 23 tahun, Picasso pindah ke Paris, Perancis.

Banyak seniman-seniman terkenal Dunia lainya ditandai oleh satu macam gaya dasar atau ciri khas. Namun tidaklah demikian dengan Pablo. Dia menampilkan ruang luas dari berbagai gaya yang mengagumkan. Para kritikus dan pengamaat  seni memberinya beberapa julukan, seperti "periode biru", "periode merah muda", "periode neo-klasik", dan sebagainya. Dia merupakan salah satu dari cikal bakal "Kubisme," Dia kadang ikut serta, kadang menentang perkembangan-perkembangan baru dalam dunia lukis modern. Mungkin tak ada pelukis dalam sejarah yang sanggup melakukan karya dengan kualitas begitu tinggi dengan lewat begitu banyak gaya dan cara.

 

Gaya kubisme mengejutkan dunia seni karena mampu mengubah persepsi orang akan suatu keindahan seni. Salah satu karya-nya yang bernuansa kubisme adalah Demoiselles d'Avignon, ada hal unik dalam lukisan tersebut dimana bentuk lukisan tersebut susah untuk dikenali hal ini bukan berarti Picasso sembarangan dalam membuat lukisan. 

 

Ia juga mempelajari karya pematung Iberia dan patung-patung Afrika lainnya (patung primitif) yang biasanya berbentuk melengkung dan tidak proporsional. Pablo Picasso adalah seniman yang melankolis dia memiliki pribadi yang kuat,egois dan hidupnya sangat bebas. Karya-karyanya juga mencerminkan semua kepribadiannya.

 

Objek yang sering menjadi bahan lukisannya adalah seorang wanita dimana menurutnya wanita lebih banyak memberikan inspirasi yang berbeda. Banyak wanita yang tak lain adalah kekasih nya sendiri menjadi objek lukisannya sehingga dia di juluki sebagai pria playboy, bahkan Pablo Picasso pun sempat beberapa kali menikah. Para isterinya itu diantaranya Fernande Olivier, Marchelle Thumbert, Olga Kohklova dan Jaqueline Roque. Konon, setiap wanita memberikan inspirasi berbeda baginya. Misalnya dari kekasihnya, Marie-Terese Walter, ia menghasilkan karya La Reve (mimpi). Dari kekasihnya yang lain, Eva Gouel, terlahir lukisan Femme Assise Dans Un Fauteuil, yang termasuk salah satu adikarya gaya kubistis.

 

Tidak hanya sebagai pelukis, ia juga menghasilkan karya pahat. Sebagai perancang panggung ballet, Pablo bergumul dengan seni pot, meninggalkan sejumlah karya lithografi, lukisan melalui garis-garis dengan menggunakan pensil dari banyak cabang seni lainnya.

 

Pablo juga tertarik dengan masalah politik. Ia tuangkan ketertarikannya melalui karya lukisannya yang bernama Guernica yang dibuat pada 1937, lukisan tersebut diilhkan oleh kejadian-kejadian dalam perang saudara Spanyol. Tidak hanya "Guernica" beberapa karyanya juga berkaitan dengan politik.

 

Picasso sanggup membuat kenyataan hidup sebagai sumber inspirasi dari karyanya. Misalnya, lukisan Mesra Cinta (periode biru). Lukisan Guernica yang menjadi pusat mata di Museum Reina Sofia (Madrid). Guernica terjadi ketika perang sipil dan jatuhnya ratusan bom. Kemudian burung merpati, simbol perdamaian dunia, ternyata juga merupakan rancangannya. Picasso menyelesaikan seni grafis itu setelah terisnpirasi oleh burung Melanesia, pemberian Henri Matisse.

 

Dedikasi tinggi sebagai seorang seniman, juga dibuktikan Picasso dengan beberapa eksperimen yang sering dilakukannya, terutama pada perspektif dan distorsi yang ada pada suatu lukisan. Sehingga gaya kubisme temuan Picasso ini mengubah wawasan dunia akan penilaian suatu lukisan, dimana lukisan bukan saja sebagai keindahan seni, tetapi juga sebagai hasil dari penelitian dan eksperimen.

 


 

 

 

 


Scroll to top